Sabtu, 13 Mei 2017

Eksis di Nirwana, Puncak Pukatan



Seiring perkembangan dunia fotografi dan social media, maka wisata foto saat ini menjadi salah satu wisata yang digandrugi , terutama oleh anak muda. Syaratnya lokasinya mestilah cantik untuk difoto.

Dan Nirwana, Puncak Pukatan di XIII Koto Kampar, kabupaten Kampar  menjadi salah satu wisata foto yang booming di Kampar. Berada di pinggiran jalan Raya Bangkinang-Sumatra Barat, Puncak bukit Pukatan ini memberikan pemandangan alam yang sangat cantik.  Danau PLTA Koto Panjang, dengan sembulan bukit-bukit kecil , serta bingka bukit barisan membiru dari kejauhan memberikan pemandangan alam yang luar biasa. Maka lensa kamera takkan puas untuk mengabadikan semua keindahan. Cekrek..

 
Tidak susah untuk mencapai bukit Pukatan ini Menggunakan kendaraan darat hanya  memerlukan waktu dua jam dari Pekanbaru dengan jalan raya biasa, bayar pakir lima ribu rupiah saja sudah bisa menikmati pemandangan mempesona. Hanya saja memang dibutuhkan kekuatan fisik untuk bisa mendaki ke atas puncak bukit, karena sarana pendakian seperti tangga yang permanen dan  nyaman belum tersedia. Kita harus menaiki undakan batu dengan hati-hati, namun percayalah, pemandangan indah di atas mampu membayar semua keletihan saat pendakian. 



Untuk berfoto, pengelola menyediakan pelantaran yang menjorok ke tengah dengan jembatan kayu yang aman untuk dilewati. Selain itu ada beberapa ayunan sederhana yang selain angel yang  cantik untuk foto, juga lumayan untuk uji nyali. 

Untuk nama Nirwana, saya pernah bertanya kepada pengelolanya. Katanya jika terjadi kecelakaan, jatuh saat berayun maka perginya langsung ke Nirwana alias surga. Ah saya kain itu hanyalah gurauan semata, karena hingga saat ini berfoto ditempat ini masihlah aman-aman saja.

Jadi tunggu apa lagi???, ayuk ke Kampar, foto-foto di Nirwana Puncak pukatan, dan jangan lupa share ke medsos ya..agar tetap eksis.
                                        

#molakakampar #jelajahwisatakampar #rinajalanjalan  

Sabtu, 29 April 2017

Rumah Lontiok Bendang, Wisata Kampar Zaman Saetu





Bagi penyuka wisata budaya dan sejarah, maka Rumah Lontiok Bendang di Kampar merupakan salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Rumah Lontiok merupakan rumah khas Kabupaten Kampar, disebut Rumah Lontiok Bendang karena ini merupakan rumah lontiok Siompu (salah satu perangkat adat ) di Pasukuan Bendang, yang juga merupakan salah-satu pasukuan dalam sistim adat Kampar.

Rumah Lontiok Bendang ini terletak di desa Ranah kecamatan Kampar,dan tidak sulit mencapainya, karena masih di jalur utama jalan utama Pekanbaru-Bangkinang. Dari Pekanbaru hanya memerlukan waktu sekitar 45 menit dan lima menit dari Jl RayaPekanbaru-Bangkinang. Di rumah ini pengunjung akan menyaksikan arsitektur rumah yang masih asli, dibangun pada tahun 1782, rumah ini berbentuk perahu dengan beberapa ruangan. Ukiran khas Kampar juga masih utuh menghiasi rumah ini. 

Menyusuri ruangan demi ruangan akan membawa kita ke masa lalu Kampar. Kita bisa menyaksikan dapur, kamar-kamar, dan ruang tengah yang memang seperti perahu, dalam artian semakin ketengah semakin menurun. Sebelum memasuki rumah kita akan melewati gerbang dan tangga, serta sebuah bak air atau yang disebut kulla menunggu dibawah tangga. 

Berfoto di rumah ini juga akan memberikan kenangan tersendiri. Karena memberikan nuansa masa lalu (Zaman Saetu). Apalagi dengan jendela yang cukup lebar dan tinggi memberikan hasil foto yang vintage dan tentunya mengesankan. Maka persiapkan kamera dengan batray yang full, untuk cekrek-cekrek.



  Selain rumah lontiok Bendang ini, ada beberapa rumah lontiok lagi yang bisa dinikmati disekitar kawasan tersebut. Ada Rumah Lontiok yang merupakan rumah anak generasi kedua dari pemilik rumah sebelumnya, namun sayangnya tidak terawat selayaknya. Namun ukiran dan rumah ini sangat sayang untuk dilewatkan.



Pengunjung juga dapat menyaksikan prosesi Basiacuong dan Makan Bajambau, dengan makanan khas daerah setempat. Makan Bajambau sendiri adalah budaya makan bersama dalam setiap kegiatan adat  masyarakat Kampar. Hanya saja tidak setiap saat pengunjung dapat menyaksikan prosesi ini. Untuk bisa menyaksikan dan ikut dalam prosesi makan Bajambau dan Basiacuong ini, sebaiknya datang secara berombongan (group) dan difasilitasi oleh komunitas wisata setempat.

Design by Amanda @ Blogger Buster