Selasa, 16 Desember 2008

Zaidi....wartawan Luar Biasa...



Bravo Zaidi..Bravo Muntaze..Bravo Islam...., kata itu yang langsung meluncur dari mulutku saat menyaksikan tayangan pelemparan sepatu oleh untadar al-Zeidi, seorang koresponden Al-Baghdadia, televisi nasional Irak yang berbasis di Kairo, Mesir, sungguh luar biasa, hatikupun senantiasa mengucapkan ahamdulillahii Allahu Akbar sebagai ucapan syukur.

yah... pemukulan Bush orang nomor satu dunia http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/15/02532443/presiden.bush.dilempari.sepatu.di.irak buatku dan bagi banyak orang sangat menggergerkan sekaligus membangga kan, karena bagaimanapun juga sudah saatnya penjata perang seperti Bush diberikan ganjaran seperti itu

Zaidi, seorang jurnalis yang handal dan menurutku pantas ditiru
http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/16/0437123/zaidi.sudah.lama.ingin.melempari.bush karena mampu kemukakan pendapatnya dan andaikan aku bisa seperti itu....




Jumat, 12 Desember 2008

Sabar…Sabar…Sabaaaaaar…




Hanya tiga kalimat ini yang dapat kuucapkan siang ini sambil mengurut dada..sungguh butuh kesabaran yang sangat besar untuk bisa memahami dan menerima kondisi ini dengan tenang… Berulang kali saya mengucapkan lafadz…..Subbhanallah..wabihammdiii..ya rabbi….

Betapa tidak, pagi ini disaat ingin memulai hari dengan sebuah senyuman dan semangat, betapa banyak agenda yang sudah kususun dalam benak ini, mengatur kantor baru dan menyiapkan keperluan tempat kerja baruku itu, mengatur pertemuan dengan klien dan menyelesaikan keuangan yang semalam tertunda karena bank sudah tutup kemarin.

Tapi pagi ini usai sarapan..Bintangku jatuh dipintu, pangeranku itu menjerit jerit kesakitan sambil memegang kakinya, mukanya memerah dan ia meringis menahan sakit. Duh..kamu tak apa apakan nak? Dengan segera aku membawanya berobat dan ternyata kaki pangeran kecilku terkilir..sungguh miris rasanya menyaksikan ia menjerit jerit saat kakinya dipijat dan diobati..

Setelah kami kembali ke rumah dan menungguinya sejenak hingga ia tenang, akupun berangkat kerja, sampai di basecamp pintu masih terkunci, tidak ada kegiatan dan aktifitas disitu, aku heran dan segera menelpon anggota tim yang lain.
;;aduh..kak, masih capek ne, mobil rusak jadinya belum bisa buka kantor..’’ujar Pen anggota timku yang selalu pegang kunci, aku kaget, ku telp yang lain
‘’Kak aku masih nemani bang anu ne…’’ujar Poe
‘’Gimana mau kerja kak, kalau Cuma sendiri… ‘’jawab mexs 31
‘’Ntar ya kak,….ada keperluan ne..’’ jawab buyung
‘’kakakku sakit kak, aku izin ya…’’ujar B pbr..

Rabbi…..sabarkan aku…….sabarkan aku..sabarkan aku…….. dengan mengurut dada aku duduk didepan pintu yang terkunci , Sabar..sabar..Sabaaaaaaaaaaaaarr, akhirnya dengan lunglai aku duduk di kedai depa kantor, secangkir the es manis kuharapkan mampu hilangkah kemarahan ini. Tidak..tidak..Tidak! aku tidak boleh panic, pekerjaan harus tetap selesai.

Segera kubuka cattatan, ada sejumlah uang yang harus disetorkan dan ada janji dengan klien yang harus dipenuhi, sementara pangeranku juga tidak bisa ditinggal lama. Segera aku ke bank mengambil nomor antri, walah..antrian yang sangat panjang….., sambil menunggu ku telp klienku..dan meminta penjelasan tentang rencana kerjasama, Yup…diapun sangat sibuk dan meminta pertemuan ditunda esok..namun kesepakatan tampaknya sudah terjalin..lega…

Usai di bank, segera aku ke kafe langannaku, daftar keuangan dan daftar kebutuhan segera kususun,lalu makan siang dan sekarang aku ingin pulang..biarlah untuk hari ini begini dulu….pangeran membutuhkankan dirumah

\

Jumat, 21 November 2008

Ketahuan Juga…Ternyata Telur memang Duluan dari Ayam


Mana yang lebih dahulu Ayam atau telur?, pertanyaan ini memang selalu muncul dan selalu tidak ada menemukan jawabannya, sejak manusia bisa berfikir maka pertanyaan inilah yang selalu sulit untuk dijawab.

Namun sekarang tidak perlu bingung, karena tulisan dibawah ini memberikan jawaban kalau yang lebih dahulu ada adalah Telur barulah ayam Namun menurut saya tetap saja masih bingung.. he he he



Kampar 21 Nov 2008 (sambil nunggu jumatan ne..)




Dari http://kompas.com/read/xml/2008/11/18/07225942/


Terbukti.telur.dulu.baru.ayam


JAKARTA, SELASA - Teka-teki klasik antara telur dulu atau ayam dulu mungkin terjawab dengan penemuan fosil sarang dinosaurus di Kanada. Di sarang yang dibuat 77 juta tahun lalu itu masih terlihat jelas bekas kumpulan lima butir telur.

"Karakteristik sarang tersebut mirip dengan sarang burung," ujar Francois Therrein, salah satu paleontolog dari Royal Tyrell Museum Alberta, Kanada. Ini berarti bahwa dinosaurus lebih dulu membuat sarang sebagai tempat mengerami telurnya sebelum burung melakukannya. Selama ini, sejumlah pakar evolusi masih berasumsi bahwa burung berkembang dari dinosaurus.



Ukuran sarangnya berdiameter sekitar setengah meter dan diperkirakan seberat 50 kilogram. Di dalamnya setidaknya terdapat bekas 12 cangkang telur yang masing-masing berukuran panjang 12 centimeter dan tersusun rapi serta mengarah ke satu titik.

"Berdasarkan bentuk telur dan sarangnya, kami yakin sarang tersebut buatan seekor caenagnathid atau raptor kecil, keduanya sama-sama pemakan daging dan memiliki kekerabatan yang erat dengan burung," ujar Darla Zelenetsky, peneliti lainnya dari Universitas Calgary, Kanada.



Zelenetsky mempelajarinya sejak disimpan di Canada Fossil Limited Calgary tahun 1990-an. Sebelumnya ia mengira fosil sarang tersebut dibuat seekor dinosaurus herbivore berparuh bebek. Namun, setelah mempelajari lebih seksama, diketahui bahwa sarang tersebut kemungkinan besar dari kelompok theropoda yang merupakan nenek moyang burung.

WAH

Senin, 03 November 2008

Panggilan itu Mengingatkku....dan Aku Cemburu ....



Labbaik Allahuma Labbaik, Labbaik laa syarika laka labbaik,

Innal hamda wanikmata laka wal mulk laa syarika lak.


Aku datang memenuhi panggilanMu, aku datang memenuhi perintahmMu ya Allah. Sesungguhnya segala puji dan nikmat itu adalah milikMu dan kerajaan (kekuasaan) itu adalah milikMu dan tidak ada sekutu bagiMu.


Kalimat Talbiah yang dilantunkan oleh para calon jemaah haji (JCH) kampar saat mengikuti manasik Haji mengiringi langkah kakiku meninggalkan Islamic Centre Bangkinang, harusnya aku masih disana, meliput kegiatan manasik itu dan menjadikanya laporan hari ini. Tapi aku tidak sanggup dan memang tidak sanggup...dan aku memilih pergi dan melaksanakan kegiatan yang lain.


‘’ Aku tidak bisa..karena kalimat itu mengingatku akan tanah suci dan aku cemburu, ; jelasku pada teman yang kelihatannya bingung. Sahabatku itu tersenyum dan kuartikan sebagai tanda tidak percaya apa yang kuucapkan. Aku mengangguk dan tersenyum sendu. Kamu tahu.... betapa aku merindukan mengucapkan kalimat itu dan kalimat itu selalu membuat hati ku bergetar dan aku ingin menangis.


‘’ Tapi kamukan sudah pernah kesana? Harusnya kami yang belum pernah pergi ini yang harusnya iri dan cemburu. Aku sangat ingin melihat baitullah namun sampai hari ini belum kesampaian juga, harusnya aku yang menangis dong..’’ujarnya tak percaya.


Yach...keinginanmu saat ini sama dengan keinginanku sebelum sampai ke tanah suci dahulu, keinginan dan harapan serta rasa tidak sabar untuk melihat rumah Allah, satitu yang kurasakan adalah rasa ingin tahu..seperti apakah haramain it? Rasa bangga dan rindu seorang anak yang ingin merasakan pelukan, rasa ingin seorang bocah akan manisan. Rasa penasaran seorang pengembara akan sahara dan oase dibalik gurun itu.


Namun saat ini yang kurasakan adalah kerinduan seorang pencinta yang mengingikan kekasihnya, seorang pencinta yang sudah merasakan nikmat dan indahnya kebersamaan dan ia ingin mengulang kembali...lagi dan lagi. Rasa cinta ini sudah membuat aku mabuk kepayang dan kerinduan akan haramain telah membuat aku lunglai dan mabuk darah...


Rabbiii...aku merindukan tanahMu..tanah yang hanya diciptakan untuk mereka yang mengakui sahadatMu, Mekkah al mukarramah dan Madinah al munawarah. Duh..kerinduan ini sungguh lebih besar dari Jabal Uhud yang ada di sana dan lebih luas dari laut merah yang mengalirinya.


Aku bisa merasakan hawa panas kota Jeddah ketika menyambutku pertamakali, aku merasakan nyamannya desiran dan deru angin padang pasir, aku masih merasakan nikmatnya sujud di Masjid Nabawi, luruhnya tangisan di raudah yang mulia, aku masih merasakan indahnya memandang baitullah, Gembiranya melaksanakan Tawaf, Indahnya melaksanakan Sai.


Tiap kali melihat gambar Mekkah atau Kabbah aku seakan akan bisa merasakan sejuknya lantai Masjidil haram, masih terbayang mesjid dengan halaman yang luas, masih jelas nama nama pintu yang kuhapal satu persatu kemudian, Duh...adakah kerinduan yang lebih besar dari ini.


Rabbi...hanya satu kata yang dapat mewujudkan pengalamanku selama di tanah suci adalah ‘’LUAR BIASA ‘, sungguh perjalanan yan menakjubkan yang tidak bisa kugambarkan dengan tepat melalui rangkaian kata kata, karena sungguh nikmat dan membuat seluruh tubuhku bergetar membayangkan itu.


Makan kebab, makan kurma di negeri dimana ia tumbuh, minum asyir (juice) minum Zamzam, mencuci muka dengan air dari kaki ismail itu sungguh jauh lebih lezat dari makanan apapun yang kutemui selama ini.


Membaca al-Quran, sholat wajib dan sunnah, berzikir, thawaf, sai sungguh pengalaman yang tidak akan terlupakan dan semua ibadah ini begitu nikmat. Di haramain ini bagi tempat dimana doa terjawab, pinta diberi dan tanya yang diresponi.maka salahkah jika aku merindukannya..?


Rabbi....baru empat bulan yang lalu aku meninggalkan tanah suciMu namun kerinduanku ini...bagaikan kerinduan seorang bocah yang sudah bertahun tahun tidak bertemu bundanya. Rabbi..aku merindukannya, merindukan Jeddah, Madinah, Mekkah, aku rindu Raudhah, aku rindu Syafa, aku rindu Marwah..aku rindu Arafah, aku rindu Kabbah dan aku merindukan semua itu..


Rabbi.....salahkah aku cemburu..karena mereka yang mengucapkan talbiah itu akan menjumpai kekasihku? Salahkah aku meradang dan sedih karena mereka akan mendatangi tanah dimana aku merasakan kenikmatan itu. Rabbi...aku cemburu.


Ya ALLAH Sesungguhnya kuasa dan iradat adalah milikMu, aku hanyalah hambaMu yang mengharapkan belas kasihMu, aku mohon ya Rabbi...panggil aku kembali, undang aku lagi untuk datang ke tanahMu ya rabbi.. sungguh aku sangat cemburu.


2 Zulkaidah 1429 Hijriah/1 november 2008

Bisa Jalan = 6 pasar + selusin sepatu + seekor Kambing


Bisa melihat anak berjalan dan berlari merupakan kebahagiaan setiap orang tua dan bukan hanya itu bisa berjalan dan berlari dengan lincah juga menjadi kebanggaan sendiri, begitu juga bagi putraku Sahrul Putraku Bintang, bahkan bagi pangeranku ini bisa melangkah dengan dua kakinya yang mungil berarti mengunjungi enam lokasi pasar tradisional dan selusin sepatu baru, serta makan gulai Kambing bersama. Lho kok bisa...?


Formula ini diberikan oleh keluargaku sebagai bentuk pengharapan dan syukur mereka kalau anakku bisa berjalan, Nazar ini diberikan sebagai bentuk doa agar anakku bisa berjalan dengan segera karena selama ini ia mempunyai keterbatasan secara fisik. Saat bocah sebayanya bisa berjalan pada umur delapan bulan atau umur setahun putraku hingga umur empat tahun belum juga bisa berjalan.


Kelainan tulang punggung belakangnya membuat pertumbuhan Bintang terlambat dibandingkan teman-temanya, segala daya dan upaya dilakukan untuk menyembuhkannya, dan selama penyembuhan dan pemulihan selama itu pula kami berharap, berdoa bahkan sedikit beriri hati.


Ibuku yang juga neneknya Bintang bahkan terang terangan menyatakan keirian tersebut, ia bahkan mengakui sangat benci dan cemburu apabila melihat anak anak lain seumur Bintang sudah berjalan apalagi berlari, ‘’ rasanya sudah tidak tahan dan rasanya ingin meledak saja karena sedih dan cemburunya, ‘ujar Ibuku. Hal yang sama juga dirasakan oleh saudara saudaraku yang lain, hanya saja mereka lebih bisa menahan perasaan mereka atas kekurangan ponakannya ini,bentuk harapan ini ditujukan dengan semangat dan rajinnya mereka dalam mengobati Bintang.


Nah dalam usaha doa dan harapan ini keluargaku juga lah lahir formula : Jalan = pasar + sepatu + kambing. Dalam keluargaku kami terbiasa menazar (kaul) untuk mendapatkan sesuatu, namun ini hanyalah sebagai teman dari doa dan harapan yang kami inginkan.


Begitu juga dengan harapan agar Bintang bisa berjalan, maka seluruh keluarga mengucapkan Kaul atau Nazar agar permintaan dan harapan ini lebh cepat dikabulkan oleh Allah subhannahuwataala, seperti Makciku bernazar akan melakukan puasa sunnah tiga hari apabila Bintang berjalan, beberapa saudaraku yang lain Nazar membaca al-Quran sampai khatam dalam kurun waktu tertentu dan memberikan sedekah kepada anak yatim. Namun Nazar ini tidak berarti mengurangi usaha dan ikhtiar untuk mengobati Bintang.


Namun Nazar yang disampaikan oleh Neneknya, Mak Iwin dan Tuk Onga memang agak aneh, Ibu atau Neneknya Bintang bernazar akan membawa Bintang jalan-jalan ke pasar Tradisional yang ada di Kampar selama enam hari, ini disebabkan di daerah kami hari pasaran masih ada yang dilaksanakan sekali dalam seminggu, senin di daerah Teratak Buluh, Selasa di daerah Panam, Rabu di Danau Bingkuang, Kamis di Rumbio, Jumat tidak ada hari pasaran disebabkan masyarakat menghormati hari Jumat, Sabtu hari pasaran masyarakat di Air Tiris dan minggu di daerahku tinggal di pasar Kampar kecamatan Kampar Timur. ‘’Aku bisa membawanya jalan jalan dan sekedar makan saja, ‘’ujarnya.


Sementara itu Mak Iwin kakaku yang menyampaikan Nazar akan membelikan Bintang selusin sepatu. Wah.... Kata Makwin itu karena ia sudah lama menginginkan kaki anakku itu melangkah dengan sepatu dan sepatu akan membantunya dalam berjalan dengan lincah. Sementara Anga kakak lelakiku yang tertua yang selalu dipanggil Tuk Onga oleh Bintang bernazar akan membelikan seekor kambing dan kambing itu akan dimakan bersama tetangga sebagai ucapan syukur.


Selain keluarga besarku, tetangga dan masyarakat terutama anggota majlis taklim yang ada di kampungku banyak juga yang diam diam mengucapkan Nazar untuk kesembuhan dan bisa berjalannnya anakku ini, ini kusadari dan kusyukuri karena dalam kondisi masyarakat dengan perkembangan tekhnologi ini masih banyak orang yang saling memperdulikan.


Dan tentu saja nazar ini akan dibayar apabila permintaan atau doa dikabulkan oleh Allah SWT dan Nispu Sakban 1429 Hijriah yang lalu bertepatan dengan tanggal 17 Agustus 2008 anakku Bintang bisa berjalan, dengan kakinya yang mungil ia melangkah tertatih tatih, selangkah..dua langkah..dan tiga langkah... keesokan harinya dan esok, esok dan esoknya lagi Bintang berjalan dengan lebih baik, pertama berjalan ia terlihat begitu lemah, kakinya yang mungil itu seakan akan tidak mampu menopang tubunya.


Dan kamipun disiram kebahagiaan dan kegembiraan, Bintang akhirnya bisa berjalan disaat usianya mencapai 4 tahun dua bulan, penantian yang cukup banyak dan terasa sangat panjang bagi kami terutama aku Bundanya..airmataku menetes dan hatiku digodam oleh palu kebahagiaan dan keharuaan melihat anakku bisa melangkah..duh..Nak.


Lalu bagaimana dengan Nazar, semua yang bernazar akhirnya membayar Nazar mereka, jemaah majlis taklim melaksanakan puasa sunnah, saudara2ku mengkhatamkan bacaan Quran mereka, dan Ibukupun mengajal anakku jalan jalan ke pasar Tradisional. Hanya saja karena saat itu sudah hampir memasuki bulan ramadhan maka acara ke pasarnya baru dilaksanakan usai lebaran, karena tidak klop jalan jalan ke pasar tanpa belanja dan makan makan.

Sementara itu Makwin mulai membelikan Bintang saat lebaran tiba, maka anakku tentu saja mendapatkan sepatu ekstra. Namun dengan pertimbangn menghindari mubazir aku meminta kakakku itu tidak membelikan sepatu dalam satu waktu, karena tidak mungkin anaku bisa memakai dan menggunakan sepatu sebanyak itu dalam satu waktu. Kami sepakat Kakaku akan membeli sepatu untuknya sesuai kebutuhan, misalnya untuk sekolah, untuk jalan jalan dan dalam waktu beberapa tahun sehingga manfaatnya kan lebih terasa. Bukankah Allah sendiri melarang hambanya melakukan tindakan yang mubazir, bukankah mubazir itu temannya syaithan?.. Nauzubillahi minzalik.


Sedangkan angaku...merencanakan akan membayar nazar ini apabila ia kembali dari tanah suci, saat ini kakaku itu sedang bersiap siap akan berangkat menunaikan ibadah haji tersebut.


Walaupun terasa agak berat namun semuanya melaksanakan pembayaran dengan ikhlas dan gembira sehingga semuanya terasa lebih ringan. Lalu apakah dengan semua itu mereka berhenti untuk bernazar? Ternyata tidak. Begitu anakku bisa berjalan selangkah dan dua langkah, abang iparku yang dipanggil Ayah oleh Bintang mengucaapkan Nazar:Kalau Bintang bisa berlari dengan lincah maka ayah akan belikan sepeda baru...., ‘’janjinya. Kami kaget dan bertanya: benarkah?’ Suami Makwin itu menjawab tegas dan yakin: Yah..dan sepeda yang paling Bagus...


Duh..satu lagi hadiah yang akan menyambut pertumbuhan anakku..tunggu saja ya nak...


2 Zulkaidah 1429 H/1 November 2008

Sabtu, 01 November 2008

Wilayah dan Kecamatan di Kabupaten Kampar


Dengan adanya pertambahan penduduk dan keluasan dalam undang undang Otonomi daerah maka kabupaten Kampar saat ini terdiri dari 200 kecamatan dengan 219 Desa/kelurahan yang sudah menjadi defenitif, dan dalam perkembangannya Kampar sedang dalam tahap proses pemekaran desa yang direncanakan akan menjadikan Kampar memiliki 250 desa dan kelurahan.


Dalam kecamatan ini terdapat dalam enam wilayah kawasan yang mempunyai kateristik tersendiri, dalam artian mempunyai kesamaan budaya dan adat secara lebih khusus, lima wilayah ini adalah wilayah Kampar dan Tambang, wilayah Serantau Kampar Kiri, Wilayah Tapung Raya, Wilayah Tapung Raya, Wilayah Bangkinang dan wilayah XIII Koto Kampar.


Wilayah ini dalam wilayah adat sama dengan wilayah Lima koto, wilayah Tiga koto di hilir, wilayah Kampar Kiri, wilayah XIII Koto Kampar dan Wilayah Tapung.


Namun dalam administrasi pemerintahan 20 kecamatan yang terdapat dikabupaten Kampar terdiri dari:

Kecamatan Kampar Kiri dengan Ibu Kota Lipat Kain


Kecamatan Kampar Kiri Hulu dengan Ibu Kota Gema


Kecamatan Kampar Kiri Hilir dengan Ibu Kota Sungai Pagar


Kecamatan Kampar Kiri Tengah dengan Ibu Kota Simalinyang


Kecamatan Gunung Sahilan dengan Ibu Kota Gunung Sahilan


Kecamatan XIII Koto Kampar dengan Ibu Kota Batu Bersurat


Kecamatan Bangkinang Barat dengan Ibu Kota Kuok


Kecamatan Salo dengan Ibu Kota Salo


Kecamatan Tapung dengan Ibu Kota Petapahan


Kecamatan Tapung Hulu dengan Ibu Kota Sinama Nenek


Kecamatan Tapung Hilir dengan Ibu Kota Kota Garo


Kecamatan Bangkinang dengan Ibu Kota Bangkinang


Kecamatan Bangkinang Seberang dengan Ibu Kota Muara Uwai


Kecamatan Kampar dengan Ibu Kota Airi Tiris


Kecamatan Kampar Timur dengan Ibu Kota Kampar


Kecamatan Rumbio Jaya dengan Ibu Kota Teratak


Kecamatan Kampar Utara dengan Ibu Kota Sawah


Kecamatan Tambang dengan Ibu Kota Tambang


Kecamatan Siak Hulu dengan Ibu Kota Pangkalan Baru


Kecamatan Perhentian Raja dengan Ibu Kota Perhentian Raja

Rabu, 29 Oktober 2008

Saat Putraku Melangkah Menuju Bintang


Anakku……..

Luasnya dunia ditentukan dengan ukuran tapak mungilmu

Sahara nan nyata dipetakan dengan langkahmu

Bertahun aku menunggunya……..


Bagaikan perjuangan Bunda Hajar

Yang mencari air buat putranya…

Dan penantian tujuh kali berlari antara Syafa dan Marwa

Zamzam akhirnya pembalut luka


Tubuhmu nak..begitu ringkih……..

Hingga untuk memelukmupun tegaku tiada berdaya

Tulangmu begitu lemah…..

Hingga langkahmu tiada pernah nyata


Lima puluh satu bulan Bunda menunggu nak……

Empat tahun tiga bulan menanti…

Kapankah zamzam itu muncul ya Rabbi….

Sehingga aku sebagai Bundamu…merasakan sejuknya kebahagiaan


Hari yang penuh harap…….

Malam yang penuh doa….

Luruhan pinta….aliran air mata

Ribuan pijatan..jutaan ramuaan…membalurmu


Dan Nispu..Syakban 1429 Hijiriah..

Disaat semua hamba menanti datangnya Ramadhan…

Engkau membawa kebahagiaan itu..


Lalu dengan perlahan…..kaki mungil itu melangkah..

Mengantarkan kebahagiaan yang membuncah…

Bumi hati dan alam cintaku bergetar….

Dipijak lembutnya pijakanmu…


Duh..Nak….

Indahnya hari ini dan hari hari sesudahnya…

Syukur yang tiada henti…terimakasih yang melaut..

Kumuarakan pada Nya dan pada semua


Duh nak………

Teruslah melangkah…

Gengam tanganku..dan kita kan berlari mengejar Bintang…

Amien…



Senin, 27 Oktober 2008

Pernikahan Puji, Peringatan untuk Orang Tua


Pernikahan spektakuler Syekh Pujiono, pimpinan Ponpes di Semarang yang Kaya raya ini memang menghebohkan karena ia menikahi anak yang masih berumur 12 tahu, selain masih bocah ingusan pernikahan mereka masih sebatas pernikahan sirri dan untuk dijadikan Istri kedua. Kontan saja pernikahan ini melahirkan berbagai respond dan respon yang terbesar adalah mengecam dan menentang keras pernikahan itu.

Tentangan ini sangat wajar dan sangat masuk akal, sayapun secara pribadi sangat tidak menyetujui pernikahan ini, karena walaupun Puji kepada media menegaskan ini semata mata tidak bertentangan dengan agama, dan juga pernah dilakukan Rasulullah, namun bagi saya itu hanyalah alasan yang mengade-ade sahaja, dan alasan yang disampaikan oleh Pujiono yang lebih pantas disebut ‘’Manusia aneh ‘’daripada Syekh, adalah alasan berlandaskan keinginan (nafsu) semata.

Namun lebih dari itu, saya tertarik membahas pernikahan Puji ini dari sudut yang lain, pertama dari sudut anak, dulunya Khalil Gibran mengatakan : anak anakmu adalah anak anak Tuhan..maka……, Namun saat ini dengan adanya Undang undang perlindungan anak maka kalimat itu ditambah: anak anak itu adalah anak anak Negara, anak anak masyarakat dan semuanya karena semua wajib melindunginya.

Anak dalam pandangan hokum Negara belum bisa mengambil keputusan apa apa, maka keputusan baik yang berhubungan dengan hokum biasanya ditangani orang tuanya, dalam Islam juga begitu, bagi anak perawan maka berlaku Wali Mujbir, dimana orang tua berhak menikahkah anaknnya tanpa persetujuan anaknya (maaf kalau kurang tepat)

Maka kunci utama disini adalah : Orang TUa. Harusnya orang tua bisa memahami kebutuhan anaknya dengan baik atau membuat keputusan yang tidak akan menganiaya anaknya. Dalam kasus pernikahan Puji, harusnya orang tua anak itu tidaklah menikahi anaknya dengan laki laki yang lebih pantas disebut Ayahnya…lagipula apakah anaknya benar benar mau menikah? Disaat teman temannya masih asyik bermain…

Disini kembali ke kunci utama, orang tua. Setiap orang tua pasti inginkan anaknya bahagia, dan bagi orang tua anak ini, menikah dengan orang sekaya Puji akan membuatnya bahagia, apalagi dengan kondisi ekonomi mereka yang miskin maka kebahagiaan akan lebih nyata dengan pernikahan itu.

Benarkah itu? Satu sisi itu sah sah saja, karena dalam pemahaman mereka jalan itulah yang benar, apalagi tingkat pendidikan mereka selama ini membuat mereka tidak bisa berfikir tentang kesetaraan gender, apalagi feminisms. Maka wajarlah mereka berfikir seperti itu.

Harusnya…orang orang sekelilingnya lah, Kaum kerabat, ketua RT. Masyarakat sekitar yang harusnya memberikan pemahaman, kalau perlu KPAI, Komnas anak dan sebagainya memberikan pemahaman, bukan dengan serta menyalahkan saja, karena pemikiran sarjana dan orang yang mempunyai pekerjaan yang mapan sangatlah berbeda dengan mereka yang pendidikan biasa saja.

Dari sisi lain, saya malah memandang ini adalah satu cara oleh Tuhan untuk memberikan pelajaran bagi kita semua, pertama bagi pemerintah, ternyata…begitu masih menyedihkannya nasib kehidupan masyarakat kita, hal yang mengharu biru itu tidak hanya ada dalam film Laskar pelangi saja, namun juga pada film nyata Pernikahan Puji ini.

Harusnya pemerintah menyadari beginilah kemiskinan masyarakat kita sehingga untuk kebahagiaan anak saja orang tua harus rela menikahkan anaknya dengan lelaki yang pantas disebutnya Ayah..ini tanggung jawab utama pemerintah bukan untuk menentang pernikahan ini tapi memerangi sumbernya..yaitu kemiskinan.

Kedua ini adalah pelajaran bagi orang tua, sebagai orang tua (kita semua) menjadikan ini sebagai pelajaran, setidaknya bagi anak anak kita, menyadari kebutuhan dan keinginan bukan hanya dari sisi kita sahaja, namun juga dari sisi kebutuhan batin anak anak kita.


Maka hendaknya... sebagai orang tuan membekali diri dengan dengan pemahaman, bahwa anak anak kita akan bahagia dengan pilihan mereka, dan kalau mereka sudah mendapatkan dan memilih jalan itu, kita harus bisa memastikan..pilihan itu bukan karena kekurangan harta dan kekurangan makan, bukan karena kekurangan pemahaman dan inginkan ketenaran namun pilihan yang diyakini mereka kebenarannya. Semoga!



Sabtu, 25 Oktober 2008

Inikah Ibadahku……??, Ternyata…Sangat Sulit!.


Menyandang status singleparent memang tidak menyenangnkan, tidak hanya dengan menanggung beban hidup sendirian, pandangan orang memang jarang sekali ‘’Baik ‘’atau bahasa kerennya positif. Janda kebanyakan adalah muara dari kekesalan orang lain yang tidak bisa menerima kondisi rumah tangga mereka, Janda juga jadi alaasan untuk membenarkan sebuah kecemburuan yang tidak beralasan.


Seperti yang kualami hari ini, seorang sahabatku menelpon untuk menyatakan permintaan maafnya dan mengajak untuk bertemu. Sayangnya karena aku lagi istirahat dan ingin libur dirumah saja maka dengan halus aku menolaknya. Selain itu aku juga punya alasan yang kuat yang sebenarnya sudah beberapa minggu kupendam.

‘’Aku ingin berdiskusi denganmu, sekaligus minta maaf ? ‘’ujarnya membujuk, aku hanya tersenyum.

‘Memangnya kamu lagi dimana ? aku dengar kamu sudah seminggu tidak pulang ? ‘’tanyaku mengelak, kabar sahabatku yang sudah beberapa hari tidak pulang ini kudengar dari temanku yang lain yang kebetulan sama mengajar satu sekolah dengan sahabatku ini.

‘’Nggak kok, aku sudah pulang dari kemarin, aku nginap dirumah Ibu, ‘’ujarnya.

‘’Memangnya ada masalah apa sih? Kok sampai nginap dirumah Ibumu segala, kan kasihan anak istrimu? ‘’ ujarnya ingin tahu

‘’aku kesal dengan istriku, jadi daripada bertengkar terus menerus sebaiknya aku menghindari dulu..tapi semua sudah oke lagi, persoalan sudah selesai, ‘’ujarnya menyakinkan.

‘’Kamu selingkuh ya? ‘’tanyaku menebak langsung, sahabatku ini ngakak

‘’ya nggak lah, mana bisa aku selingkuh. Istriku itu marah karena menemukan SMS iseng dari temanku…..’’ ujarnya, keningku berkerut…

‘Iseng gimana? Kejarku

‘’Ya…akukan biasa bergurau ma teman-teman, nah malam itu aku SMS temanku itu menanyakan apakah dia sudah tidur atau belom, dianya jawab dengan kata kata: belom sayang.. ‘’ jelasnya

‘dan itu ketahuan ma istrimu?

‘’Iya…. ‘’ujarnya, aku tertawa mengejek

‘’Ya iyalah Istrimu marah…….. ‘’ ujarku

‘’Tapi kamu tahu kenapa dia marah? Tanyanya pelan, seakan akan takut mengungkap suatu fakta.

‘’Kenapa? ‘’tanyaku

‘’Karena….. karena…Istriku mengira itu SMS darimu…dan dia menuduh aku..aku ..ada hubungan khusus dengamu.. ‘’jelasnya pelan,seakan akan itu akan menjadi bom yang siap meledak diantara jaringan hp kami. Aku tersenyum, pahit! Tapi sayangnya dia tidak akan melihat senyuman sedihku itu.


Yah..sebenarnya aku sudah tahu….kenapa dia pergi kabur ke rumah orangtuanya, karena kebetulan seorang temanku sebut saja wira juga sahabat Istrinya, mereka bertengkar karena Istrinya membaca sms di Hpnya dan istrinya langsung memvonis itu sms dariku.

‘’Mereka bertengkar hebat, bahkan mertua yang berada dilain kamarpun tahu, karena segan dan malu pada Mertua akhirnya dia memilih nginap dirumah orang tuanya, ‘’jelas wira. Dan kepada Wira Istri sahabatku mengadukan kekesalannya. Kesal kepada kehadiranku dalam rumah tangga mereka, ketakutannya kalau kalau aku nanti merebut suaminya.

‘’Dia khawatir karena kalian dulu pernah saling dekat ketika di SMP, dan istrinya sangat takut kalau statusmu sekarang membuat suaminya mengingat kembali kisah indah itu..’’jelas Wira. Aku mengeleng sendu.

Kujelaskan pada Wira, kalau aku tidak pernah berkomunikasi dekat dengan sahabatku itu, walaupun kami tinggal satu kampung namu kami tidak pernah bertemu, kesibukan masing masing yang berbeda tentu saja membuat arah kegiatan juga tidak sama. ‘’Bahkan dalam enam bulan aku tidak pernah bertemu dengannya, aku bertemu dengannya lebih setengah tahun yang lalu, itupun karena ia mengikuti suatu penataran dan akulah narasumbernya, ‘ujarnya menjelaskan. Wira tersenyum maklum

‘’Aku tahu, bahkan aku sudah memberikan nomor HPmu pada Istrinya dan minta ia mencek apakah itu benar benar SMS darimu,..’’ujarnya meyakinkanku. Aku memandangnya penuh Tanya..wira tersenyum.

‘’Dan Ia memang mencek nomor itu, bahkan ia sudah menghubungi si pemilik HP dengan telpon langsung dan itu bukan dirimu.. Istrinya sudah tahu kalau ia salah tuduh.tetapi,,,,,, ‘’ujar Wira lembut sambil memandangku

‘’tetapi kenapa? ‘’tanyaku gusar

‘’Ia tetap khawatir denganmu,.kamu……memang harus paham…banyak orang orang yang bisa menerima kehadiran orang sepertimu dengan baik, yang mengerti kondisi kalian, tapi banyak juga mereka yang memandangmu dengan fikiran yang kurang baik, sehingga timbullah kecemburuan dan ketakutan. Namun kuharap kamu tidak terpengaruh dengan suasana ini, karena ini bukanlah hal yang harus kamu respon apalagi sampai menemui Istrinya…’’ujar Wira membujukku. Aku tersenyum

‘’Haloo…..kamu masih mendengarku..kamu marah ya.. ? ‘’ ujar sahabatku itu mengangetkanku di Hp dan memutuskan lamunannku

‘Ya ya aku dengar…. ‘’ujarku, mencoba menetralkan suara dan menenangkan hati. Sahabatku ini kembali membujukku untuk bertemu, suaranya memang benar benar penuh penyesalan.

‘’Nggak usah bertemu deh, aku sudah memaafkanmu dan juga istrimu… ‘’ujarku mencoba bijak. Ku dengar ada helaaan nafas panjang di seberang sana.

‘’Ya..kamu nggak usah khawatir, orang seperti ku ini memang biasa dipandang seperti itu, ‘’jawabku, pedih rasanya menjawab semua hal ini dengan begitu tenang tanpa kemarahan. Sahabatku itu mengeluh……

‘’Kamu tidak perlu gusar, ini adalah ibadah bagiku. Ibadah untuk menyabarkan diriku agar tidak begitu saja emosi menanggapi semua omongan orang lain, juga ibadah bagiku untuk bisa menerima kritikan. Syukur syukur ini aku jadikan sebagai alarm bahwa aku harus segera intropeksi diri apakah yang aku lakukan selama ini sudah benar, atau jangan jangan ada tingkah lakuku yang menimbulkan pemahaman yang salah bagi orang lain, intinya..tuduhan ini adalah alarm bagiku untuk lebih bisa menjaga diri dan menjaga sikap, inikan juga menjadi ibadah bagiku… ‘’ujarku tenang, dan ajaib sekali aku menjadi begitu tenang usai mengucapkan kalimat itu.


Yah..aku mau bagaimana lagi, ternyata cobaan hidup belum berakhir bagiku, kehilangan junjungan hidup dalam rumah tanggaku tidak hanya meninggalkan luka yang begitu dalam, tidak hanya meninggalkan kesedihan dan kesorangan, namun juga meninggalkan kecemasan bagi yang lain.Ketakutan bahwa aku akan menjadi banalu dan parasit yang akan menggerogoti kehidupan bahagia mereka. Rabbi….ampuni aku telah memilih jalan ini, yang ternyata menimbulkan jalan yang sangat curam dan tajam, dan saat ini aku terluka karenannya.

Rabbi..Beri aku kekuataan untuk bisa menjalani semua ini, dan beri aku pemahanan untuk mengingat diposisi mana aku berada saat ini, sehingga senyumku tidak akan membuatkan tangis bagi yang lain, dan sapaku tidak akan menghilangkan Tanya bagi yang lain…bantu aku ya Allah….

‘’Jadi gimana..? kapan kita bisa bertemu, aku benar benar menyesal atas sikap Istriku dan aku minta maaf, ‘’ ujarnya. Aku tersenyum dan kukatakan aku tidak bisa karena begitu banyak pekerjaan yang harus aku lakukan.

‘’dan kuminta sebaiknya kita memang tidak bertemu, bukan karena aku takut pada istrimu namun aku tidak mau membuat fitnah, dan satu hal aku menghormati Istrimu…karena bagaimanapun juga aku menyadari kasih sayang seorang istri dan kita harus menghormatinya, ‘’ujarku lembut namun ada ketegasan disitu.

‘’Tapi tolonglah…aku memang butuh nasihat untuk menghadapinya,…karena dia…. ‘’

‘’Bagaimanapun istrimu..dia adalah wanita terbaik untukmu….dan kalaupun ada hal yang kurang berkenan bagimu maka itu adalah ibadah bagimu untuk memperbaikinya, bukankah kamu adalah pemimpin dalam rumah tanggamu…’’ujarku lahgo memotong keinginnanya yang tidak pupus, lalu dengan sopan aku menutup pembicaraan.

Aku menarik nafas panjang….Rabbiii begitu beratnnya..namun kuyakin inilah ibadah bagiku, setidaknya untukkku sendiri.

Jumat, 24 Oktober 2008

Pelukan sebelum Tidur



Bintang adalah sosok yang selalu menemaniku tidur, dan sebagai seorang Ibu tentunya kebahagiaan tersendiri bisa menemani putra sebelum tidur, waktu waktu menjelang tidur adalah waktu yang menyenangkan dan membahagiakan bagi Kami. BIasanya sesuadah makan malam atau sepulang dari kerja (kalau aku pulang terlambat) kami berdua bermain di Kamar.

Dengan TV menyala (namun tidak diperhatikan) aku dan Bintang bermain, dimulai dengan bercerita tentang yang kami alami hari ini, aku slalu bertanya BIntang main apa dengan Nenek hari ini? Dan setelah sekolah aku bertanya tadi disekolah diajarin nyanyi apa oleh bu guru?. Main apa aja? Dan lainnya..

Usai itu kami bermain, menyusun balok angka ke wadahnya, bermain kereta api dan membaca buku..Bintang belum bisa membaca namun ia suka melihat buku yang bergambar dan membaca sesuai yang ada dalam fikirannya. Tak jarang kami bergelut, saling mengelitik hingga ia menjerit jerit minta ampun karena kegeliaan.

Dan ketika jarum jam sudah menunjukkan pukul 20 :30 aku mengajak Bintang berdoa, lalu membaca surat al-Ihklas dan Fatihah sebagai rangkaian doa sebelum tidur. Usai itu Bintangku itu akan memejam matanya dan aku mengusap punggungya atau kepalanya hingga ia benar benar terlelap.

Maka malam malam seperti itu adalah malam yang menyenangkan dalam hidupku, karena saat itulah waktu yang benar benar dapat kunikmati berdua dengan anakku, dan Bintang sepertinya juga menyadari hal itu, setiap malam ia akan menolak bermain dengan saudara sepupunya yang lain dan segera mengajakku ke kamar untuk kebersamaan yang menyenangkan itu.

Dulu Bintang selalu akan tidur kapan saja ia mengantuk, namun sudah hamper setahun ia Bintang mempunyai pola tidur sendiri, ia baru akan tertidur kalau aku sudah bersamanya. Biasanya kalau aku banyak kerjaan maka ia akan tidur sendiri, namun sekarang tidak bisa, kalau aku masih asyik dengan buku dan laptop maka Bintang akan bermain dan tidak mau tidur, akibatnya ia akan bergadang dan paginya susah bangun..

Sejak menyadari hal ini aku selalu berusaha menemaninya tidur dulu…aku baru akan memulai kerja kalau ia sudah tidur, karena Bintang selalu tidur dengan tangannya yang memelukku, dan terkadang tengah malampun ia tidur dengan memelukku erat.
Duh.anaakku sayang..indahnya kebahagiaan bersamamu ini……


24 syawal 1429 Hijriah/24 Okt 2008

Senin, 20 Oktober 2008

Angan dan Awan..



Pada minda semua anak manusia, angan adalah elemen yang tidak bisa dipisahkan, dalam ruang waktu dan masa pemikiran, angan menjadi nakhoda untuk mencapai pemahaman. Tapi bagiku, angan jauh lebih berharga dari sebuah perenungan, karena angan membawakanku dalam dimensi yang tidak teraba kecuali dengan sebuah titian hati Nurani

Pada hembusan angin galaxi, awan sesuatu yang tidak bisa diabaikan, melayang tanpa beban dari satu rangkaian ke rangkaian lain. Awan menjadi pertanda fenomena yang tak dapat dihindari semesta. Tapi bagiku, Awan bukan hanya sebuah gumpalan isyarat namun lebih dari itu awan memberikan aku tumpangan untuk melihat dunia, walaupun yang ku lihat hanya kegelapan semata.

Angan dan Awan dimanakah kalian....?????????????????????????????????????????

Minggu, 19 Oktober 2008

Tragedi Durian...Nggak Ngaruh Tuh...


Hati hati makan durian? Bisa bahaya bahkan menghilangkan nyawa. Nah lhoo…? Ya iyalah, buah yang penuh duri ini menyimpan banyak cerita dari keberadaannya. Kebetulan saat ini di Kampar Kampung ku lagi musm durian, maka buah durian numpuk dimana mana, apalagi hamper 60 persen penduduk kabupaten Kampar memiliki batang durian.


Kampar memang terkenal dengan duriannya, di propinsi Riau Kampar merupakan , apalagi durian Kampar ini khas dan mempunyai cirri sendiri, dikenal dengan sebutan durian kampong, durian Kampar mempunyai bentuk yang agak lonjong, tidak terlalu besar dan rasanya manis. Ini berbeda dengan durian Thailand atau durian Monthong yang banyak dijual dipasaran di Indonesia..yang menurutku manisnya hambar dan tidak gurih.


Maka tidak heran, apabila musim durian tiba (yang biasanya pada bulan Syakban hinggaa Zukhijjah) maka bau durian menyeruak dimana mana, disepanjang jalan raya Pekanbaru-Bangkinang yang panjangnya hamper 100 Km berjejer pondok durian yang menjual durian dengan harga murah, dan pemandangan ini ditingkahi dengan deretan mobil yang parkir untuk membeli durian, bahkan tidak jarang mereka makan duriannya ditempat mereka membeli, karena selain dijual buah durian juga dijual lemang dan pulut ketan yang sangat lezat untuk teman makan durian.


Lalu dimana tragedinya? Nah makan durian bias membuat badan menjadi panas, karena katanya..buah durian menyimpan sejenis gas yang bias membuat suhu tubuh meningkat, maka bagi yang mengidap penyakit darah tinggi, atau kolestreol sebaiknya jangan mengkonsumsi buah lezat ini.


Nah aku sendiri baru sembuh tiga hari yang lalu dari demam, awalnya badan terasa capek banget, semua bagian tubuhnku terasa pegal pegal, aku fikir ini karena kesibukanku yang memang padat. Esoknya pegal pegal itu disertai dengan rasa sakit pada seluruh persendian, namun aku mencoba menyabarkan mengatakan ini sebab dari kesibukkan yang belum memberiku waktu untuk istirahat, dan selama ini aku selalu makan durian. Yaa..mumpung lagi musim..kapan lagi bisa makan durian setiap hari, maka..walaupun tubuh mulai pegal aku tetap makan durian..nggak banyak sih..Cuma tiap hari he he he


Namun hari keempat tubuhku tidak mau kompromi, aku langsung tumbang, kepala sakit dan mataku rasanya terasa sangat panas, sendiku sakit semua dan seluruh otot terasa bebal. Maka aku minta Kak Jurai yang biasa mijitin untuk memijut seluruh tubuhku..aduh.usai dipijit aku malah nggak bisa berdaya dan akhirnya harus ke dokter. Dokter mengatakan suhu tubuhku terlalu panas dan ini menyebabkan sakit. Dokter minta aku berhenti makan durian.


Dan kemarin… ada tetangga yang datang ke rumah membawa berita duka, ada warga satu desa yang meninggal. ‘’padahal usianya masih muda lho dan berencana naik haji tahun ini. Dia meninggal usai sholat asyar dan sebelumnya makan durian, padahal sehari sebelumnya sehat sehat saja.’’


Waktu pelayat mengunjungi rumah duka cerita durian penyebab kematian banyak dibicarakan, namun aku akhirnya mengerti bahwa penyebab kematian bukanlah durian, karena sebelumnya almarhumah juga sakit walaupun sudah berangsur sembuh, dan bagiku soal umur adalah urusan Allah, tidak akan bisa durian menentukan kematian seseorang.


Namun sesudah hal ini apakah aku takut makan durian? Ternyata tidak tuh..aku malah semakin suka dengan buah satu ini. Dua hari aku aktif bekerja ..aku makan durian lagi, hanya saja sekarang jumlahnya aja yang dikurangi.., ternyata..tragedi durian ..tidak membuatku berhenti memakannya..yummmi…..

Kampar 19 Oktober 2008/19 Syawal 1429 Hijriah

Jumat, 26 September 2008

Tragedi Zakat….dan Janji Pembukaan UUD 45




Dalam beberapa tahun ini kita selalu disuguhi dengan kenyataan yang memiriskan hati, tragedi yang timbul dalam pelaksanaan zakat yang merupakan salah satu dari rukun Islam. 2007 yang lalu masyarakat Lamongan berdesak - desakan hingga banyak yang pingsan demi mendapatkan rupiah, lalu 2008 ini peristiwa tragis itu kembali terjadi dengan Pasuruan, ribuan masyarakat berdesak desakan menunggu berkah dari orang kaya dan akhirnya saling berhimpitan dan 21 nyawa melayang.

Ironis memang…karena nyawa sang ibu yang masih dibutuhkan anak anaknya, nyawa Nenek yang sangat disayangi keluarganya atau nyawa sang kakak yang menjadi tumpuan keluarga hilang hanya karena untuk mendapatkan uang Rp 30 ribu, jumlah yang bagi anggota DPR hanyalah untuk bayar parker kendaraan mereka saja, namun hanya sebesar itulah harga nyawa masyarakat Indonesia. Disaat para koruptor dengan nyaman memasukkan uang RP 30 juta, Rp 300 Juta, Rp 3 miliar ke kantong mereka , sementara Rp 30 ribu sudah memutuskan kehidupan anak manusia.

Dalam perenungan, saya benar benar merasa miris, begitun murahkah harga nyawa rakyat di negeri ini, dimana dalam peryataan pendiri bangsa diikrarkan; untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia. Negeri yang kaya, magrifah lo jinawi dan apapun namanya, namun pada kenyataannya hingga hari ini masih menjadi penghias Undang undang saja, dan masih sebatas WACANA….

Barangkali kalau Soekarno dan mereka yang menyusun kalimat itu masih hidup dan melihat kenyataan ini maka mereka akan meminta penghapus, atau menekan tombol delet untuk kalimat preambule UUD tersebut. Memalukan!.

Kenyataan yang ada di Indonesia saat ini belum ada satupun yang bisa melindungi rakyat ini, apalagi mensejahterakan mereka seperti yang diamanatkan undang undang dasar. Bahkan rakyat selalu menjadi bamper dari semua kebijakan Negara. Ketika Negara ini berhutang maka pihak penghutan (luar negeri) dengan seenaknya memberikan aturan yang menyiksa, salah satunya mencabut subdisi BBM. Dan akibatnya… rakyat kecil juga yang tercekik, karena bagi mereka yang tidak punya kendaraan….ini sangat menyiksa, tarif angkot naik, harga sembako melayang….dan semuanya menjadi MAHAL..
Dan semua ini bukan hanya sekedar MAHAL.. namun juga SULIT DAN LANGKA…benar kata iklan A Mild : Kalau susah dinaikkan..kalau naik..disusahin.

Negara juga belum bisa melindungi rakyat dari kejahatan mereka yang mempunyai pikiran licik, daging sampah yang sudah membusuk , yang sudah berulat diolah kembali. Masyarakat miskin yang memang sangat jarang makan daging akhirnya membeli daging murah tersebut..rakyat yang sudah tidak merasakan nikmatnya makanan lezat sekarang dijejali dengan daging yang membusuk. Dimanakah janji dalam UUD dalam kondisi ini, kenapa tidak ada yang melindungi mereka dalam saat saat begini.

Sementara itu….para pemimpin, yang menyebarkan janji sebelum pemilu dan menebarkan pesona menjelang pilkada, hanya tertawa dengan kepongahan yang bertopengkan kepentingan rakyat…sementara yang mereka utamakan kepentingan itu menyuap sepotong demi sepotong..kebohongan dan kehancuran.

Maka saya sangat yakin..kalau mereka yang dulunya menyusun Preambule UUD 45 ini masih hidup, maka mereka akan marah dan bahkan tidak munkin akan merobek robek pembukaan UUD 45 tersebut.

Kembali ke Pasuruan….inilah gambaran nyata kehidupan bangsa Indonesia, rakyat yang sangat miskin sangat berharap dalam kedermawanan yang diekspos dimuka public, niat baik yang diajah - ajah kehadapan orang banyak, padahal dalam syariat sudah dikatakan: Kalau tangan kanan memberi maka sebaiknya jangan sampai kanan yang kiri tahu…, tapi..inipun sudah hilang dari kedermawanan masyarakat kita…

Tragedi Zakat ini ini juga melambangkan kepercayaan masyarakat kita kepada Amil Zakat dan badan lainnya yang dipercayakan mengurus persoalan kemaslahatan umat sudah tidak ada lagi,, ketidakjujuran mereka selama ini dalam mengelola harta masyarakat membuat mereka ingin menyalurkan sendiri zakatnya. Lalu dimanakah makna kepercayaan itu, kalau Amil zakat saja sudah tidak dipercaya..bagaimana dengan pemimpin bangsa..

Saya semakin yakin, kalau pendiri bangsa Ini masih hidup mereka tidak hanya akan menghapus prembule UUD 1945 saja namun juga mungkin akan menghapus bahkan membatalkan UUD 45 tersebut sehingga tidak akan ada janji yang tidak tertepati, tidak ada lagi wacana yang bisa menyesengsarakan rakyat…Wallahualam bisawab


Kampar, Ramadhan 1429 H

Kenapa saya menulis?

Dalam satu diskusi dalam milis para penulis muda, moderator bertanya ‘’tujuan seseorang menulis ‘’. Tema yang sudah biasa sebenarnya namun masih sangat menarik karena ini akan membuat seseorang menyadari motivasi apa yang membuatnya menulis, termasuk saya, karena banyak hal yang mendasari seseorang untuk menulis.

Pada dasarnya sebagai hamba yang beriman menulis adalah salah satu langkah kita menuju keridhaanNya karena apapun yang kita lakukan termasuk menulis hendaknya bisa menjadi ibadah, (tul nggak?), menulis barangkali bisa menjadi sarana saya untuk beribadah syukur-syukur bisa menjadi sarana dakwah dan membawa yang lain kearah perbaikan, tentunya perbaikan itu harus saya sendiri yang memulainya.

Disisi lain, menulis bagi saya mempunyai banyak tujuan, pertama saya sangat ingin menggambarkan apa yang saya lihat, menyampaikan apa yang saya dengar dan menjelaskan apa yang saya fikirkan. Yang terkadang..tidak bisa diluahkan dalam pembicaraan atau apapun selain menulis. Saya tidak bisa melukis, bahkan nilai menggambar saya disekolah sangat memalukan, bahkan hingga saat ini saya tidak bisa menggambar garis dengan lurus dan benar tanpa bantuan penggaris..(mengerikan ya), makanya satu satunya cara menggambarkan apa yang saya lihat ya dengan menulis…

Mungkin juga...karena saya orangnya kalau marah lebih banyak diam (padahal kalau lagi normal /lagi senang ) saya orangnya cerewet banget, kemarahan mampu membuat saya menutup mulut untuk tidak bicara dlaam beberapa lama, biasanya muara dari kemarahan itu adalah menulis dan anehnya cara ini selalu.....Manjur. kemarahan berkurang..sehingga saya bisa berfikir..ternyata masalahnya.. tidaklah seberat itu.

Kadang juga...saya menyadari bahwa saya untuk beberapa hal adalah introvent, sangat tertutup, sehingga kadang kadang awan kesedihan dan kelukaaan seakan akan enggan mampir dalam hidup saya, padahal...hujan kesedihan dan badai kelukaan sudah memporak porandakan hati dan hidup saya. Hanya saja saya selalu berusaha tampilkan senyum dan tawa diwajah saya, tangis dan luka hanyalah saya uraikan pada Tuhan ...dan pada Tulisan.

Dari semua itu...agaknya tujuan menulis bagi saya adalah..sesuatu yang bersifat objektif , untuk meluahkan kemarahan, untuk menyusutkan kesedihan dan untuk menguraikan kelukaan. Bahkan tak jarang menulis adalah untuk membesarkan diri sendiri, memuji diri sendiri….tapi….siapa lagi yang memuji kalau tidak saya sendiri (he he he ) Saya harus dengan jujur mengakui bahwa ..menulis bagi saya benar benar bertujuan Objektif dan untuk kepentingan pribadi.

Namun seiring perjalanan usia dan waktu..saya bermimpi dalam hati satu saat tulisan saya benar benar mampu menjadi hikmah dan sesuatu yang berguna, pertama berguna bagi orang lain (seperti memberikan pengetahuan, hiburan dan lainnya lainya) dan kedua ..syukur syukur kalau berguna bagi pribadi saya (lagi nee), seperti menjadi terkenal misalnya...., ya siapa tahu satu saat nanti tulisan saya bisa menjadi buku dan siapa tahun juga bukunya bisa terkenal dan dibeli banyak orang , bisa menjadi kaya dan terkenal, seperti Habiburahman misalnya..atau seperti JK rowling. Wah hebat nee…

Hanya satu yan pasti, menulis menjadi hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan saya saat ini, Ya iyalah, pekerjaan saya sebagai reporter saja setiap harinya mewajibkan saya menulis, saya juga lebih banyak berkomunikasi dengan tulisan, sehingga saya dengan cuek mungkin bisa mengatakan: tujuan saya menulis... ''agar saya tetap hidup karena menulis tidak bisa dipisahkan dari kehidupan saya '', ya kalau tidak menulis maka saya nggak bekerja..kalau nggak bekerja ..ya nggak makan..

Namun saya juga menyadari... .saya belum bisa berbuat apa apa dalam tulisan saya, saya masih perlu banyak belajar sehingga apa yang saya tulis tidak hanya menjadi tulisan kosong belaka dan habis bagaikan embun yang menguap ditimpa mentari. Dalam tulisan saya terkadang terkesan garing dan tidak menyentuh..walaupun saya setiap harinya menulis…….saya memang masih perlu banyak belajar……..

Kampar, ramadhan 1429 Hijriah



Design by Amanda @ Blogger Buster