Kamis, 12 Juni 2008

Untukmu Para Mujahidd



FPI dan Ormas Islam Lainnya , Nonton Euro Yukk..

Ditengah maraknya pro dan kontra terhadap tindakan dan perjuangan Laskar Front pembela Islam (FPI) dalam membubarkan Ahmadiyah, masyarakat Indonesia juga dihangatkan dengan adanya event sepakbola Euro Cup 2008 yang menampilkan permainan terbaik olahraga sepakbola di Eropa. Walaupun saya tidak memahami permainan dengan satu bola dan sebelas pemain ini dan tidak begitu menyukainya, namun saya sangat ingin mengajak rekan rekan di FPI dan ormas Islam lainnya untuk ‘’Main bola yuk….. ‘’atau setidaknya ‘’kita nonton bola yuk.. ‘’

Kenapa? karena walaupun permainan bolakaki tidak lepas dari kepentingan bisnis industri raksasa, namun permainan ini mampu menghiptonis jutaan umat manusia di dunia, bukan semata mata dari nilai Funnya saja, namun juga pada nilai nilai kebersamaan yang coba diungkapkanya.

Bukankah untuk mendapatkan satu kemenangan tim sepakbola yang terdiri dari Kipper, Penyerang, Sayap Kanan/kiri, Gelandang kiri dan kanan, Bek harus selalu kompak, Begitu sudah sampai diclapangan hijau semuanya hanya mempunyai satu tujuan yaitu Gol, walaupun Striker berada di posisi paling depan bukan berarti semua kemashuran ada padanya, bukan berarti ia sendiri yang menguasi bola dan menjadi hebat sendiri, namun gol hanya bisa ditendangnya kalau ada kerjasama dengan Sayap dan Gelandang yang siap mendukungnya, begitu juga dengan Kipper, walaupun ia penguasa gawang dan hanya ia sendiri yang berhak tegak di tengah jaring megah itu namun ia mempunyai ketergantungan sangat tinggi kepada bek yang ada didepanya, karena merekalah yang meredam serangan lawan. semuanya bekerjasama untuk satu tujuan, kemenangan.
Dan begitu juga ketiga gol kemenagan disorrakan, maka seluruh anggota tim lari dan saling berpelukan untuk merayakan tidak perduli bau keringat yang sudah mengasin dibadan, atau ketika gawang kebobolan gol dari lawan tidak hanya kipper yang tertunduk lesu namun semua kesebalasan saling mentautkan tangan untuk menyemangatkan. Sekali lagi saya akui saya tidak memahami permainan dominan kaum lelaki ini tapi saya sangat ingin mengajak kita semua untuk nonton bola yuk…

Betapa tidak, alangkah indahnya ketika striker kita FPI maju kedepan untuk menyatakan sebuah kebenaran, harusnya ada sebuah penyadaran dari kita semua bahwa bola yang dibawa FPI bukan hanya membawa hati nurani mereka saja, namun juga keinginan kita untuk melihat Islam dijalankan dengan sebenarnya dan Kaffah. Bukankah hampir semua komponen Islam dari awal sudah menyatakan tidak setuju dengan aliran Ahmadiyah ? hanya saja FPI yang kebagian tugas menjadi Strikernya. Tapi ketika strikernya menyerang kita yang berperan sebagai Bek, sebagai sayap, sebagai gelandang dan Kipper malah bertingkah berbeda? ada yang mengumpat, ada yang mendukung, ada yang menutup muka dan ada juga yang pura pura tidak kenal padahal sama sama dilapangan yang sama yang menyatakan menuju kebenaran.

Lalu kenapa ketika mereka sudah melakukan gerakan itu dan kita malah menyalahkan tanpa adil? benar kekerasan tidak dibenarkan? benar yang dianiya harus dilindungi HUkum, tapi mari cermat kita lihat kenapa massa AKBB ketika diserang malah tidak ada yang melawan?padahal semut aja diinjak melawan? rasanya ganjjil saja seakan akan ada scenario dibalik pasrahnya massa itu.

Tapi Kita lupakan saja , benar ayo lupakan saja, kita kembali ke bola, serangan dari FPI sudah menghasilkan gola SKB tiga menteri tentang Ahmadiyah, lalu bagaimana kita bersikap? masih menyalahkan FPI atau malah ikut sama sama memeluk mereka? atau mencari striker baru?
Kalau kita tanya sikap Gus Hinddink pelatih hebat saat Wordcup beberapa tahun yang lalu, tentang bagaimana sikapnya kalau ada strikernya yang dianggap lancang menyerang namun akhirnya melahirkan gol, maka saya yakin mukanya akan memerah dan ia seperti kita yang merasa malu hati untuk mengakui sebuah kebenaran.
Namun tidak ada pengakuan yang harus disampaikan disini, karena sekarang yang terpenting bagaimana kebersamaan dalam sebuah tim untuk membela kebenaran senatiasa bisa kita tingkatkan, kita perlu memperat kembali ikatan yang mulai lentur dan menguatkan kembali kebersamaan yang sedikit goyah. untuk itu ..Nonton Euro yuk…..

0 komentar:

Design by Amanda @ Blogger Buster