Rabu, 29 Oktober 2008

Saat Putraku Melangkah Menuju Bintang


Anakku……..

Luasnya dunia ditentukan dengan ukuran tapak mungilmu

Sahara nan nyata dipetakan dengan langkahmu

Bertahun aku menunggunya……..


Bagaikan perjuangan Bunda Hajar

Yang mencari air buat putranya…

Dan penantian tujuh kali berlari antara Syafa dan Marwa

Zamzam akhirnya pembalut luka


Tubuhmu nak..begitu ringkih……..

Hingga untuk memelukmupun tegaku tiada berdaya

Tulangmu begitu lemah…..

Hingga langkahmu tiada pernah nyata


Lima puluh satu bulan Bunda menunggu nak……

Empat tahun tiga bulan menanti…

Kapankah zamzam itu muncul ya Rabbi….

Sehingga aku sebagai Bundamu…merasakan sejuknya kebahagiaan


Hari yang penuh harap…….

Malam yang penuh doa….

Luruhan pinta….aliran air mata

Ribuan pijatan..jutaan ramuaan…membalurmu


Dan Nispu..Syakban 1429 Hijiriah..

Disaat semua hamba menanti datangnya Ramadhan…

Engkau membawa kebahagiaan itu..


Lalu dengan perlahan…..kaki mungil itu melangkah..

Mengantarkan kebahagiaan yang membuncah…

Bumi hati dan alam cintaku bergetar….

Dipijak lembutnya pijakanmu…


Duh..Nak….

Indahnya hari ini dan hari hari sesudahnya…

Syukur yang tiada henti…terimakasih yang melaut..

Kumuarakan pada Nya dan pada semua


Duh nak………

Teruslah melangkah…

Gengam tanganku..dan kita kan berlari mengejar Bintang…

Amien…



Senin, 27 Oktober 2008

Pernikahan Puji, Peringatan untuk Orang Tua


Pernikahan spektakuler Syekh Pujiono, pimpinan Ponpes di Semarang yang Kaya raya ini memang menghebohkan karena ia menikahi anak yang masih berumur 12 tahu, selain masih bocah ingusan pernikahan mereka masih sebatas pernikahan sirri dan untuk dijadikan Istri kedua. Kontan saja pernikahan ini melahirkan berbagai respond dan respon yang terbesar adalah mengecam dan menentang keras pernikahan itu.

Tentangan ini sangat wajar dan sangat masuk akal, sayapun secara pribadi sangat tidak menyetujui pernikahan ini, karena walaupun Puji kepada media menegaskan ini semata mata tidak bertentangan dengan agama, dan juga pernah dilakukan Rasulullah, namun bagi saya itu hanyalah alasan yang mengade-ade sahaja, dan alasan yang disampaikan oleh Pujiono yang lebih pantas disebut ‘’Manusia aneh ‘’daripada Syekh, adalah alasan berlandaskan keinginan (nafsu) semata.

Namun lebih dari itu, saya tertarik membahas pernikahan Puji ini dari sudut yang lain, pertama dari sudut anak, dulunya Khalil Gibran mengatakan : anak anakmu adalah anak anak Tuhan..maka……, Namun saat ini dengan adanya Undang undang perlindungan anak maka kalimat itu ditambah: anak anak itu adalah anak anak Negara, anak anak masyarakat dan semuanya karena semua wajib melindunginya.

Anak dalam pandangan hokum Negara belum bisa mengambil keputusan apa apa, maka keputusan baik yang berhubungan dengan hokum biasanya ditangani orang tuanya, dalam Islam juga begitu, bagi anak perawan maka berlaku Wali Mujbir, dimana orang tua berhak menikahkah anaknnya tanpa persetujuan anaknya (maaf kalau kurang tepat)

Maka kunci utama disini adalah : Orang TUa. Harusnya orang tua bisa memahami kebutuhan anaknya dengan baik atau membuat keputusan yang tidak akan menganiaya anaknya. Dalam kasus pernikahan Puji, harusnya orang tua anak itu tidaklah menikahi anaknya dengan laki laki yang lebih pantas disebut Ayahnya…lagipula apakah anaknya benar benar mau menikah? Disaat teman temannya masih asyik bermain…

Disini kembali ke kunci utama, orang tua. Setiap orang tua pasti inginkan anaknya bahagia, dan bagi orang tua anak ini, menikah dengan orang sekaya Puji akan membuatnya bahagia, apalagi dengan kondisi ekonomi mereka yang miskin maka kebahagiaan akan lebih nyata dengan pernikahan itu.

Benarkah itu? Satu sisi itu sah sah saja, karena dalam pemahaman mereka jalan itulah yang benar, apalagi tingkat pendidikan mereka selama ini membuat mereka tidak bisa berfikir tentang kesetaraan gender, apalagi feminisms. Maka wajarlah mereka berfikir seperti itu.

Harusnya…orang orang sekelilingnya lah, Kaum kerabat, ketua RT. Masyarakat sekitar yang harusnya memberikan pemahaman, kalau perlu KPAI, Komnas anak dan sebagainya memberikan pemahaman, bukan dengan serta menyalahkan saja, karena pemikiran sarjana dan orang yang mempunyai pekerjaan yang mapan sangatlah berbeda dengan mereka yang pendidikan biasa saja.

Dari sisi lain, saya malah memandang ini adalah satu cara oleh Tuhan untuk memberikan pelajaran bagi kita semua, pertama bagi pemerintah, ternyata…begitu masih menyedihkannya nasib kehidupan masyarakat kita, hal yang mengharu biru itu tidak hanya ada dalam film Laskar pelangi saja, namun juga pada film nyata Pernikahan Puji ini.

Harusnya pemerintah menyadari beginilah kemiskinan masyarakat kita sehingga untuk kebahagiaan anak saja orang tua harus rela menikahkan anaknya dengan lelaki yang pantas disebutnya Ayah..ini tanggung jawab utama pemerintah bukan untuk menentang pernikahan ini tapi memerangi sumbernya..yaitu kemiskinan.

Kedua ini adalah pelajaran bagi orang tua, sebagai orang tua (kita semua) menjadikan ini sebagai pelajaran, setidaknya bagi anak anak kita, menyadari kebutuhan dan keinginan bukan hanya dari sisi kita sahaja, namun juga dari sisi kebutuhan batin anak anak kita.


Maka hendaknya... sebagai orang tuan membekali diri dengan dengan pemahaman, bahwa anak anak kita akan bahagia dengan pilihan mereka, dan kalau mereka sudah mendapatkan dan memilih jalan itu, kita harus bisa memastikan..pilihan itu bukan karena kekurangan harta dan kekurangan makan, bukan karena kekurangan pemahaman dan inginkan ketenaran namun pilihan yang diyakini mereka kebenarannya. Semoga!



Sabtu, 25 Oktober 2008

Inikah Ibadahku……??, Ternyata…Sangat Sulit!.


Menyandang status singleparent memang tidak menyenangnkan, tidak hanya dengan menanggung beban hidup sendirian, pandangan orang memang jarang sekali ‘’Baik ‘’atau bahasa kerennya positif. Janda kebanyakan adalah muara dari kekesalan orang lain yang tidak bisa menerima kondisi rumah tangga mereka, Janda juga jadi alaasan untuk membenarkan sebuah kecemburuan yang tidak beralasan.


Seperti yang kualami hari ini, seorang sahabatku menelpon untuk menyatakan permintaan maafnya dan mengajak untuk bertemu. Sayangnya karena aku lagi istirahat dan ingin libur dirumah saja maka dengan halus aku menolaknya. Selain itu aku juga punya alasan yang kuat yang sebenarnya sudah beberapa minggu kupendam.

‘’Aku ingin berdiskusi denganmu, sekaligus minta maaf ? ‘’ujarnya membujuk, aku hanya tersenyum.

‘Memangnya kamu lagi dimana ? aku dengar kamu sudah seminggu tidak pulang ? ‘’tanyaku mengelak, kabar sahabatku yang sudah beberapa hari tidak pulang ini kudengar dari temanku yang lain yang kebetulan sama mengajar satu sekolah dengan sahabatku ini.

‘’Nggak kok, aku sudah pulang dari kemarin, aku nginap dirumah Ibu, ‘’ujarnya.

‘’Memangnya ada masalah apa sih? Kok sampai nginap dirumah Ibumu segala, kan kasihan anak istrimu? ‘’ ujarnya ingin tahu

‘’aku kesal dengan istriku, jadi daripada bertengkar terus menerus sebaiknya aku menghindari dulu..tapi semua sudah oke lagi, persoalan sudah selesai, ‘’ujarnya menyakinkan.

‘’Kamu selingkuh ya? ‘’tanyaku menebak langsung, sahabatku ini ngakak

‘’ya nggak lah, mana bisa aku selingkuh. Istriku itu marah karena menemukan SMS iseng dari temanku…..’’ ujarnya, keningku berkerut…

‘Iseng gimana? Kejarku

‘’Ya…akukan biasa bergurau ma teman-teman, nah malam itu aku SMS temanku itu menanyakan apakah dia sudah tidur atau belom, dianya jawab dengan kata kata: belom sayang.. ‘’ jelasnya

‘dan itu ketahuan ma istrimu?

‘’Iya…. ‘’ujarnya, aku tertawa mengejek

‘’Ya iyalah Istrimu marah…….. ‘’ ujarku

‘’Tapi kamu tahu kenapa dia marah? Tanyanya pelan, seakan akan takut mengungkap suatu fakta.

‘’Kenapa? ‘’tanyaku

‘’Karena….. karena…Istriku mengira itu SMS darimu…dan dia menuduh aku..aku ..ada hubungan khusus dengamu.. ‘’jelasnya pelan,seakan akan itu akan menjadi bom yang siap meledak diantara jaringan hp kami. Aku tersenyum, pahit! Tapi sayangnya dia tidak akan melihat senyuman sedihku itu.


Yah..sebenarnya aku sudah tahu….kenapa dia pergi kabur ke rumah orangtuanya, karena kebetulan seorang temanku sebut saja wira juga sahabat Istrinya, mereka bertengkar karena Istrinya membaca sms di Hpnya dan istrinya langsung memvonis itu sms dariku.

‘’Mereka bertengkar hebat, bahkan mertua yang berada dilain kamarpun tahu, karena segan dan malu pada Mertua akhirnya dia memilih nginap dirumah orang tuanya, ‘’jelas wira. Dan kepada Wira Istri sahabatku mengadukan kekesalannya. Kesal kepada kehadiranku dalam rumah tangga mereka, ketakutannya kalau kalau aku nanti merebut suaminya.

‘’Dia khawatir karena kalian dulu pernah saling dekat ketika di SMP, dan istrinya sangat takut kalau statusmu sekarang membuat suaminya mengingat kembali kisah indah itu..’’jelas Wira. Aku mengeleng sendu.

Kujelaskan pada Wira, kalau aku tidak pernah berkomunikasi dekat dengan sahabatku itu, walaupun kami tinggal satu kampung namu kami tidak pernah bertemu, kesibukan masing masing yang berbeda tentu saja membuat arah kegiatan juga tidak sama. ‘’Bahkan dalam enam bulan aku tidak pernah bertemu dengannya, aku bertemu dengannya lebih setengah tahun yang lalu, itupun karena ia mengikuti suatu penataran dan akulah narasumbernya, ‘ujarnya menjelaskan. Wira tersenyum maklum

‘’Aku tahu, bahkan aku sudah memberikan nomor HPmu pada Istrinya dan minta ia mencek apakah itu benar benar SMS darimu,..’’ujarnya meyakinkanku. Aku memandangnya penuh Tanya..wira tersenyum.

‘’Dan Ia memang mencek nomor itu, bahkan ia sudah menghubungi si pemilik HP dengan telpon langsung dan itu bukan dirimu.. Istrinya sudah tahu kalau ia salah tuduh.tetapi,,,,,, ‘’ujar Wira lembut sambil memandangku

‘’tetapi kenapa? ‘’tanyaku gusar

‘’Ia tetap khawatir denganmu,.kamu……memang harus paham…banyak orang orang yang bisa menerima kehadiran orang sepertimu dengan baik, yang mengerti kondisi kalian, tapi banyak juga mereka yang memandangmu dengan fikiran yang kurang baik, sehingga timbullah kecemburuan dan ketakutan. Namun kuharap kamu tidak terpengaruh dengan suasana ini, karena ini bukanlah hal yang harus kamu respon apalagi sampai menemui Istrinya…’’ujar Wira membujukku. Aku tersenyum

‘’Haloo…..kamu masih mendengarku..kamu marah ya.. ? ‘’ ujar sahabatku itu mengangetkanku di Hp dan memutuskan lamunannku

‘Ya ya aku dengar…. ‘’ujarku, mencoba menetralkan suara dan menenangkan hati. Sahabatku ini kembali membujukku untuk bertemu, suaranya memang benar benar penuh penyesalan.

‘’Nggak usah bertemu deh, aku sudah memaafkanmu dan juga istrimu… ‘’ujarku mencoba bijak. Ku dengar ada helaaan nafas panjang di seberang sana.

‘’Ya..kamu nggak usah khawatir, orang seperti ku ini memang biasa dipandang seperti itu, ‘’jawabku, pedih rasanya menjawab semua hal ini dengan begitu tenang tanpa kemarahan. Sahabatku itu mengeluh……

‘’Kamu tidak perlu gusar, ini adalah ibadah bagiku. Ibadah untuk menyabarkan diriku agar tidak begitu saja emosi menanggapi semua omongan orang lain, juga ibadah bagiku untuk bisa menerima kritikan. Syukur syukur ini aku jadikan sebagai alarm bahwa aku harus segera intropeksi diri apakah yang aku lakukan selama ini sudah benar, atau jangan jangan ada tingkah lakuku yang menimbulkan pemahaman yang salah bagi orang lain, intinya..tuduhan ini adalah alarm bagiku untuk lebih bisa menjaga diri dan menjaga sikap, inikan juga menjadi ibadah bagiku… ‘’ujarku tenang, dan ajaib sekali aku menjadi begitu tenang usai mengucapkan kalimat itu.


Yah..aku mau bagaimana lagi, ternyata cobaan hidup belum berakhir bagiku, kehilangan junjungan hidup dalam rumah tanggaku tidak hanya meninggalkan luka yang begitu dalam, tidak hanya meninggalkan kesedihan dan kesorangan, namun juga meninggalkan kecemasan bagi yang lain.Ketakutan bahwa aku akan menjadi banalu dan parasit yang akan menggerogoti kehidupan bahagia mereka. Rabbi….ampuni aku telah memilih jalan ini, yang ternyata menimbulkan jalan yang sangat curam dan tajam, dan saat ini aku terluka karenannya.

Rabbi..Beri aku kekuataan untuk bisa menjalani semua ini, dan beri aku pemahanan untuk mengingat diposisi mana aku berada saat ini, sehingga senyumku tidak akan membuatkan tangis bagi yang lain, dan sapaku tidak akan menghilangkan Tanya bagi yang lain…bantu aku ya Allah….

‘’Jadi gimana..? kapan kita bisa bertemu, aku benar benar menyesal atas sikap Istriku dan aku minta maaf, ‘’ ujarnya. Aku tersenyum dan kukatakan aku tidak bisa karena begitu banyak pekerjaan yang harus aku lakukan.

‘’dan kuminta sebaiknya kita memang tidak bertemu, bukan karena aku takut pada istrimu namun aku tidak mau membuat fitnah, dan satu hal aku menghormati Istrimu…karena bagaimanapun juga aku menyadari kasih sayang seorang istri dan kita harus menghormatinya, ‘’ujarku lembut namun ada ketegasan disitu.

‘’Tapi tolonglah…aku memang butuh nasihat untuk menghadapinya,…karena dia…. ‘’

‘’Bagaimanapun istrimu..dia adalah wanita terbaik untukmu….dan kalaupun ada hal yang kurang berkenan bagimu maka itu adalah ibadah bagimu untuk memperbaikinya, bukankah kamu adalah pemimpin dalam rumah tanggamu…’’ujarku lahgo memotong keinginnanya yang tidak pupus, lalu dengan sopan aku menutup pembicaraan.

Aku menarik nafas panjang….Rabbiii begitu beratnnya..namun kuyakin inilah ibadah bagiku, setidaknya untukkku sendiri.

Jumat, 24 Oktober 2008

Pelukan sebelum Tidur



Bintang adalah sosok yang selalu menemaniku tidur, dan sebagai seorang Ibu tentunya kebahagiaan tersendiri bisa menemani putra sebelum tidur, waktu waktu menjelang tidur adalah waktu yang menyenangkan dan membahagiakan bagi Kami. BIasanya sesuadah makan malam atau sepulang dari kerja (kalau aku pulang terlambat) kami berdua bermain di Kamar.

Dengan TV menyala (namun tidak diperhatikan) aku dan Bintang bermain, dimulai dengan bercerita tentang yang kami alami hari ini, aku slalu bertanya BIntang main apa dengan Nenek hari ini? Dan setelah sekolah aku bertanya tadi disekolah diajarin nyanyi apa oleh bu guru?. Main apa aja? Dan lainnya..

Usai itu kami bermain, menyusun balok angka ke wadahnya, bermain kereta api dan membaca buku..Bintang belum bisa membaca namun ia suka melihat buku yang bergambar dan membaca sesuai yang ada dalam fikirannya. Tak jarang kami bergelut, saling mengelitik hingga ia menjerit jerit minta ampun karena kegeliaan.

Dan ketika jarum jam sudah menunjukkan pukul 20 :30 aku mengajak Bintang berdoa, lalu membaca surat al-Ihklas dan Fatihah sebagai rangkaian doa sebelum tidur. Usai itu Bintangku itu akan memejam matanya dan aku mengusap punggungya atau kepalanya hingga ia benar benar terlelap.

Maka malam malam seperti itu adalah malam yang menyenangkan dalam hidupku, karena saat itulah waktu yang benar benar dapat kunikmati berdua dengan anakku, dan Bintang sepertinya juga menyadari hal itu, setiap malam ia akan menolak bermain dengan saudara sepupunya yang lain dan segera mengajakku ke kamar untuk kebersamaan yang menyenangkan itu.

Dulu Bintang selalu akan tidur kapan saja ia mengantuk, namun sudah hamper setahun ia Bintang mempunyai pola tidur sendiri, ia baru akan tertidur kalau aku sudah bersamanya. Biasanya kalau aku banyak kerjaan maka ia akan tidur sendiri, namun sekarang tidak bisa, kalau aku masih asyik dengan buku dan laptop maka Bintang akan bermain dan tidak mau tidur, akibatnya ia akan bergadang dan paginya susah bangun..

Sejak menyadari hal ini aku selalu berusaha menemaninya tidur dulu…aku baru akan memulai kerja kalau ia sudah tidur, karena Bintang selalu tidur dengan tangannya yang memelukku, dan terkadang tengah malampun ia tidur dengan memelukku erat.
Duh.anaakku sayang..indahnya kebahagiaan bersamamu ini……


24 syawal 1429 Hijriah/24 Okt 2008

Senin, 20 Oktober 2008

Angan dan Awan..



Pada minda semua anak manusia, angan adalah elemen yang tidak bisa dipisahkan, dalam ruang waktu dan masa pemikiran, angan menjadi nakhoda untuk mencapai pemahaman. Tapi bagiku, angan jauh lebih berharga dari sebuah perenungan, karena angan membawakanku dalam dimensi yang tidak teraba kecuali dengan sebuah titian hati Nurani

Pada hembusan angin galaxi, awan sesuatu yang tidak bisa diabaikan, melayang tanpa beban dari satu rangkaian ke rangkaian lain. Awan menjadi pertanda fenomena yang tak dapat dihindari semesta. Tapi bagiku, Awan bukan hanya sebuah gumpalan isyarat namun lebih dari itu awan memberikan aku tumpangan untuk melihat dunia, walaupun yang ku lihat hanya kegelapan semata.

Angan dan Awan dimanakah kalian....?????????????????????????????????????????

Minggu, 19 Oktober 2008

Tragedi Durian...Nggak Ngaruh Tuh...


Hati hati makan durian? Bisa bahaya bahkan menghilangkan nyawa. Nah lhoo…? Ya iyalah, buah yang penuh duri ini menyimpan banyak cerita dari keberadaannya. Kebetulan saat ini di Kampar Kampung ku lagi musm durian, maka buah durian numpuk dimana mana, apalagi hamper 60 persen penduduk kabupaten Kampar memiliki batang durian.


Kampar memang terkenal dengan duriannya, di propinsi Riau Kampar merupakan , apalagi durian Kampar ini khas dan mempunyai cirri sendiri, dikenal dengan sebutan durian kampong, durian Kampar mempunyai bentuk yang agak lonjong, tidak terlalu besar dan rasanya manis. Ini berbeda dengan durian Thailand atau durian Monthong yang banyak dijual dipasaran di Indonesia..yang menurutku manisnya hambar dan tidak gurih.


Maka tidak heran, apabila musim durian tiba (yang biasanya pada bulan Syakban hinggaa Zukhijjah) maka bau durian menyeruak dimana mana, disepanjang jalan raya Pekanbaru-Bangkinang yang panjangnya hamper 100 Km berjejer pondok durian yang menjual durian dengan harga murah, dan pemandangan ini ditingkahi dengan deretan mobil yang parkir untuk membeli durian, bahkan tidak jarang mereka makan duriannya ditempat mereka membeli, karena selain dijual buah durian juga dijual lemang dan pulut ketan yang sangat lezat untuk teman makan durian.


Lalu dimana tragedinya? Nah makan durian bias membuat badan menjadi panas, karena katanya..buah durian menyimpan sejenis gas yang bias membuat suhu tubuh meningkat, maka bagi yang mengidap penyakit darah tinggi, atau kolestreol sebaiknya jangan mengkonsumsi buah lezat ini.


Nah aku sendiri baru sembuh tiga hari yang lalu dari demam, awalnya badan terasa capek banget, semua bagian tubuhnku terasa pegal pegal, aku fikir ini karena kesibukanku yang memang padat. Esoknya pegal pegal itu disertai dengan rasa sakit pada seluruh persendian, namun aku mencoba menyabarkan mengatakan ini sebab dari kesibukkan yang belum memberiku waktu untuk istirahat, dan selama ini aku selalu makan durian. Yaa..mumpung lagi musim..kapan lagi bisa makan durian setiap hari, maka..walaupun tubuh mulai pegal aku tetap makan durian..nggak banyak sih..Cuma tiap hari he he he


Namun hari keempat tubuhku tidak mau kompromi, aku langsung tumbang, kepala sakit dan mataku rasanya terasa sangat panas, sendiku sakit semua dan seluruh otot terasa bebal. Maka aku minta Kak Jurai yang biasa mijitin untuk memijut seluruh tubuhku..aduh.usai dipijit aku malah nggak bisa berdaya dan akhirnya harus ke dokter. Dokter mengatakan suhu tubuhku terlalu panas dan ini menyebabkan sakit. Dokter minta aku berhenti makan durian.


Dan kemarin… ada tetangga yang datang ke rumah membawa berita duka, ada warga satu desa yang meninggal. ‘’padahal usianya masih muda lho dan berencana naik haji tahun ini. Dia meninggal usai sholat asyar dan sebelumnya makan durian, padahal sehari sebelumnya sehat sehat saja.’’


Waktu pelayat mengunjungi rumah duka cerita durian penyebab kematian banyak dibicarakan, namun aku akhirnya mengerti bahwa penyebab kematian bukanlah durian, karena sebelumnya almarhumah juga sakit walaupun sudah berangsur sembuh, dan bagiku soal umur adalah urusan Allah, tidak akan bisa durian menentukan kematian seseorang.


Namun sesudah hal ini apakah aku takut makan durian? Ternyata tidak tuh..aku malah semakin suka dengan buah satu ini. Dua hari aku aktif bekerja ..aku makan durian lagi, hanya saja sekarang jumlahnya aja yang dikurangi.., ternyata..tragedi durian ..tidak membuatku berhenti memakannya..yummmi…..

Kampar 19 Oktober 2008/19 Syawal 1429 Hijriah

Design by Amanda @ Blogger Buster