Jumat, 21 November 2008

Ketahuan Juga…Ternyata Telur memang Duluan dari Ayam


Mana yang lebih dahulu Ayam atau telur?, pertanyaan ini memang selalu muncul dan selalu tidak ada menemukan jawabannya, sejak manusia bisa berfikir maka pertanyaan inilah yang selalu sulit untuk dijawab.

Namun sekarang tidak perlu bingung, karena tulisan dibawah ini memberikan jawaban kalau yang lebih dahulu ada adalah Telur barulah ayam Namun menurut saya tetap saja masih bingung.. he he he



Kampar 21 Nov 2008 (sambil nunggu jumatan ne..)




Dari http://kompas.com/read/xml/2008/11/18/07225942/


Terbukti.telur.dulu.baru.ayam


JAKARTA, SELASA - Teka-teki klasik antara telur dulu atau ayam dulu mungkin terjawab dengan penemuan fosil sarang dinosaurus di Kanada. Di sarang yang dibuat 77 juta tahun lalu itu masih terlihat jelas bekas kumpulan lima butir telur.

"Karakteristik sarang tersebut mirip dengan sarang burung," ujar Francois Therrein, salah satu paleontolog dari Royal Tyrell Museum Alberta, Kanada. Ini berarti bahwa dinosaurus lebih dulu membuat sarang sebagai tempat mengerami telurnya sebelum burung melakukannya. Selama ini, sejumlah pakar evolusi masih berasumsi bahwa burung berkembang dari dinosaurus.



Ukuran sarangnya berdiameter sekitar setengah meter dan diperkirakan seberat 50 kilogram. Di dalamnya setidaknya terdapat bekas 12 cangkang telur yang masing-masing berukuran panjang 12 centimeter dan tersusun rapi serta mengarah ke satu titik.

"Berdasarkan bentuk telur dan sarangnya, kami yakin sarang tersebut buatan seekor caenagnathid atau raptor kecil, keduanya sama-sama pemakan daging dan memiliki kekerabatan yang erat dengan burung," ujar Darla Zelenetsky, peneliti lainnya dari Universitas Calgary, Kanada.



Zelenetsky mempelajarinya sejak disimpan di Canada Fossil Limited Calgary tahun 1990-an. Sebelumnya ia mengira fosil sarang tersebut dibuat seekor dinosaurus herbivore berparuh bebek. Namun, setelah mempelajari lebih seksama, diketahui bahwa sarang tersebut kemungkinan besar dari kelompok theropoda yang merupakan nenek moyang burung.

WAH

Senin, 03 November 2008

Panggilan itu Mengingatkku....dan Aku Cemburu ....



Labbaik Allahuma Labbaik, Labbaik laa syarika laka labbaik,

Innal hamda wanikmata laka wal mulk laa syarika lak.


Aku datang memenuhi panggilanMu, aku datang memenuhi perintahmMu ya Allah. Sesungguhnya segala puji dan nikmat itu adalah milikMu dan kerajaan (kekuasaan) itu adalah milikMu dan tidak ada sekutu bagiMu.


Kalimat Talbiah yang dilantunkan oleh para calon jemaah haji (JCH) kampar saat mengikuti manasik Haji mengiringi langkah kakiku meninggalkan Islamic Centre Bangkinang, harusnya aku masih disana, meliput kegiatan manasik itu dan menjadikanya laporan hari ini. Tapi aku tidak sanggup dan memang tidak sanggup...dan aku memilih pergi dan melaksanakan kegiatan yang lain.


‘’ Aku tidak bisa..karena kalimat itu mengingatku akan tanah suci dan aku cemburu, ; jelasku pada teman yang kelihatannya bingung. Sahabatku itu tersenyum dan kuartikan sebagai tanda tidak percaya apa yang kuucapkan. Aku mengangguk dan tersenyum sendu. Kamu tahu.... betapa aku merindukan mengucapkan kalimat itu dan kalimat itu selalu membuat hati ku bergetar dan aku ingin menangis.


‘’ Tapi kamukan sudah pernah kesana? Harusnya kami yang belum pernah pergi ini yang harusnya iri dan cemburu. Aku sangat ingin melihat baitullah namun sampai hari ini belum kesampaian juga, harusnya aku yang menangis dong..’’ujarnya tak percaya.


Yach...keinginanmu saat ini sama dengan keinginanku sebelum sampai ke tanah suci dahulu, keinginan dan harapan serta rasa tidak sabar untuk melihat rumah Allah, satitu yang kurasakan adalah rasa ingin tahu..seperti apakah haramain it? Rasa bangga dan rindu seorang anak yang ingin merasakan pelukan, rasa ingin seorang bocah akan manisan. Rasa penasaran seorang pengembara akan sahara dan oase dibalik gurun itu.


Namun saat ini yang kurasakan adalah kerinduan seorang pencinta yang mengingikan kekasihnya, seorang pencinta yang sudah merasakan nikmat dan indahnya kebersamaan dan ia ingin mengulang kembali...lagi dan lagi. Rasa cinta ini sudah membuat aku mabuk kepayang dan kerinduan akan haramain telah membuat aku lunglai dan mabuk darah...


Rabbiii...aku merindukan tanahMu..tanah yang hanya diciptakan untuk mereka yang mengakui sahadatMu, Mekkah al mukarramah dan Madinah al munawarah. Duh..kerinduan ini sungguh lebih besar dari Jabal Uhud yang ada di sana dan lebih luas dari laut merah yang mengalirinya.


Aku bisa merasakan hawa panas kota Jeddah ketika menyambutku pertamakali, aku merasakan nyamannya desiran dan deru angin padang pasir, aku masih merasakan nikmatnya sujud di Masjid Nabawi, luruhnya tangisan di raudah yang mulia, aku masih merasakan indahnya memandang baitullah, Gembiranya melaksanakan Tawaf, Indahnya melaksanakan Sai.


Tiap kali melihat gambar Mekkah atau Kabbah aku seakan akan bisa merasakan sejuknya lantai Masjidil haram, masih terbayang mesjid dengan halaman yang luas, masih jelas nama nama pintu yang kuhapal satu persatu kemudian, Duh...adakah kerinduan yang lebih besar dari ini.


Rabbi...hanya satu kata yang dapat mewujudkan pengalamanku selama di tanah suci adalah ‘’LUAR BIASA ‘, sungguh perjalanan yan menakjubkan yang tidak bisa kugambarkan dengan tepat melalui rangkaian kata kata, karena sungguh nikmat dan membuat seluruh tubuhku bergetar membayangkan itu.


Makan kebab, makan kurma di negeri dimana ia tumbuh, minum asyir (juice) minum Zamzam, mencuci muka dengan air dari kaki ismail itu sungguh jauh lebih lezat dari makanan apapun yang kutemui selama ini.


Membaca al-Quran, sholat wajib dan sunnah, berzikir, thawaf, sai sungguh pengalaman yang tidak akan terlupakan dan semua ibadah ini begitu nikmat. Di haramain ini bagi tempat dimana doa terjawab, pinta diberi dan tanya yang diresponi.maka salahkah jika aku merindukannya..?


Rabbi....baru empat bulan yang lalu aku meninggalkan tanah suciMu namun kerinduanku ini...bagaikan kerinduan seorang bocah yang sudah bertahun tahun tidak bertemu bundanya. Rabbi..aku merindukannya, merindukan Jeddah, Madinah, Mekkah, aku rindu Raudhah, aku rindu Syafa, aku rindu Marwah..aku rindu Arafah, aku rindu Kabbah dan aku merindukan semua itu..


Rabbi.....salahkah aku cemburu..karena mereka yang mengucapkan talbiah itu akan menjumpai kekasihku? Salahkah aku meradang dan sedih karena mereka akan mendatangi tanah dimana aku merasakan kenikmatan itu. Rabbi...aku cemburu.


Ya ALLAH Sesungguhnya kuasa dan iradat adalah milikMu, aku hanyalah hambaMu yang mengharapkan belas kasihMu, aku mohon ya Rabbi...panggil aku kembali, undang aku lagi untuk datang ke tanahMu ya rabbi.. sungguh aku sangat cemburu.


2 Zulkaidah 1429 Hijriah/1 november 2008

Bisa Jalan = 6 pasar + selusin sepatu + seekor Kambing


Bisa melihat anak berjalan dan berlari merupakan kebahagiaan setiap orang tua dan bukan hanya itu bisa berjalan dan berlari dengan lincah juga menjadi kebanggaan sendiri, begitu juga bagi putraku Sahrul Putraku Bintang, bahkan bagi pangeranku ini bisa melangkah dengan dua kakinya yang mungil berarti mengunjungi enam lokasi pasar tradisional dan selusin sepatu baru, serta makan gulai Kambing bersama. Lho kok bisa...?


Formula ini diberikan oleh keluargaku sebagai bentuk pengharapan dan syukur mereka kalau anakku bisa berjalan, Nazar ini diberikan sebagai bentuk doa agar anakku bisa berjalan dengan segera karena selama ini ia mempunyai keterbatasan secara fisik. Saat bocah sebayanya bisa berjalan pada umur delapan bulan atau umur setahun putraku hingga umur empat tahun belum juga bisa berjalan.


Kelainan tulang punggung belakangnya membuat pertumbuhan Bintang terlambat dibandingkan teman-temanya, segala daya dan upaya dilakukan untuk menyembuhkannya, dan selama penyembuhan dan pemulihan selama itu pula kami berharap, berdoa bahkan sedikit beriri hati.


Ibuku yang juga neneknya Bintang bahkan terang terangan menyatakan keirian tersebut, ia bahkan mengakui sangat benci dan cemburu apabila melihat anak anak lain seumur Bintang sudah berjalan apalagi berlari, ‘’ rasanya sudah tidak tahan dan rasanya ingin meledak saja karena sedih dan cemburunya, ‘ujar Ibuku. Hal yang sama juga dirasakan oleh saudara saudaraku yang lain, hanya saja mereka lebih bisa menahan perasaan mereka atas kekurangan ponakannya ini,bentuk harapan ini ditujukan dengan semangat dan rajinnya mereka dalam mengobati Bintang.


Nah dalam usaha doa dan harapan ini keluargaku juga lah lahir formula : Jalan = pasar + sepatu + kambing. Dalam keluargaku kami terbiasa menazar (kaul) untuk mendapatkan sesuatu, namun ini hanyalah sebagai teman dari doa dan harapan yang kami inginkan.


Begitu juga dengan harapan agar Bintang bisa berjalan, maka seluruh keluarga mengucapkan Kaul atau Nazar agar permintaan dan harapan ini lebh cepat dikabulkan oleh Allah subhannahuwataala, seperti Makciku bernazar akan melakukan puasa sunnah tiga hari apabila Bintang berjalan, beberapa saudaraku yang lain Nazar membaca al-Quran sampai khatam dalam kurun waktu tertentu dan memberikan sedekah kepada anak yatim. Namun Nazar ini tidak berarti mengurangi usaha dan ikhtiar untuk mengobati Bintang.


Namun Nazar yang disampaikan oleh Neneknya, Mak Iwin dan Tuk Onga memang agak aneh, Ibu atau Neneknya Bintang bernazar akan membawa Bintang jalan-jalan ke pasar Tradisional yang ada di Kampar selama enam hari, ini disebabkan di daerah kami hari pasaran masih ada yang dilaksanakan sekali dalam seminggu, senin di daerah Teratak Buluh, Selasa di daerah Panam, Rabu di Danau Bingkuang, Kamis di Rumbio, Jumat tidak ada hari pasaran disebabkan masyarakat menghormati hari Jumat, Sabtu hari pasaran masyarakat di Air Tiris dan minggu di daerahku tinggal di pasar Kampar kecamatan Kampar Timur. ‘’Aku bisa membawanya jalan jalan dan sekedar makan saja, ‘’ujarnya.


Sementara itu Mak Iwin kakaku yang menyampaikan Nazar akan membelikan Bintang selusin sepatu. Wah.... Kata Makwin itu karena ia sudah lama menginginkan kaki anakku itu melangkah dengan sepatu dan sepatu akan membantunya dalam berjalan dengan lincah. Sementara Anga kakak lelakiku yang tertua yang selalu dipanggil Tuk Onga oleh Bintang bernazar akan membelikan seekor kambing dan kambing itu akan dimakan bersama tetangga sebagai ucapan syukur.


Selain keluarga besarku, tetangga dan masyarakat terutama anggota majlis taklim yang ada di kampungku banyak juga yang diam diam mengucapkan Nazar untuk kesembuhan dan bisa berjalannnya anakku ini, ini kusadari dan kusyukuri karena dalam kondisi masyarakat dengan perkembangan tekhnologi ini masih banyak orang yang saling memperdulikan.


Dan tentu saja nazar ini akan dibayar apabila permintaan atau doa dikabulkan oleh Allah SWT dan Nispu Sakban 1429 Hijriah yang lalu bertepatan dengan tanggal 17 Agustus 2008 anakku Bintang bisa berjalan, dengan kakinya yang mungil ia melangkah tertatih tatih, selangkah..dua langkah..dan tiga langkah... keesokan harinya dan esok, esok dan esoknya lagi Bintang berjalan dengan lebih baik, pertama berjalan ia terlihat begitu lemah, kakinya yang mungil itu seakan akan tidak mampu menopang tubunya.


Dan kamipun disiram kebahagiaan dan kegembiraan, Bintang akhirnya bisa berjalan disaat usianya mencapai 4 tahun dua bulan, penantian yang cukup banyak dan terasa sangat panjang bagi kami terutama aku Bundanya..airmataku menetes dan hatiku digodam oleh palu kebahagiaan dan keharuaan melihat anakku bisa melangkah..duh..Nak.


Lalu bagaimana dengan Nazar, semua yang bernazar akhirnya membayar Nazar mereka, jemaah majlis taklim melaksanakan puasa sunnah, saudara2ku mengkhatamkan bacaan Quran mereka, dan Ibukupun mengajal anakku jalan jalan ke pasar Tradisional. Hanya saja karena saat itu sudah hampir memasuki bulan ramadhan maka acara ke pasarnya baru dilaksanakan usai lebaran, karena tidak klop jalan jalan ke pasar tanpa belanja dan makan makan.

Sementara itu Makwin mulai membelikan Bintang saat lebaran tiba, maka anakku tentu saja mendapatkan sepatu ekstra. Namun dengan pertimbangn menghindari mubazir aku meminta kakakku itu tidak membelikan sepatu dalam satu waktu, karena tidak mungkin anaku bisa memakai dan menggunakan sepatu sebanyak itu dalam satu waktu. Kami sepakat Kakaku akan membeli sepatu untuknya sesuai kebutuhan, misalnya untuk sekolah, untuk jalan jalan dan dalam waktu beberapa tahun sehingga manfaatnya kan lebih terasa. Bukankah Allah sendiri melarang hambanya melakukan tindakan yang mubazir, bukankah mubazir itu temannya syaithan?.. Nauzubillahi minzalik.


Sedangkan angaku...merencanakan akan membayar nazar ini apabila ia kembali dari tanah suci, saat ini kakaku itu sedang bersiap siap akan berangkat menunaikan ibadah haji tersebut.


Walaupun terasa agak berat namun semuanya melaksanakan pembayaran dengan ikhlas dan gembira sehingga semuanya terasa lebih ringan. Lalu apakah dengan semua itu mereka berhenti untuk bernazar? Ternyata tidak. Begitu anakku bisa berjalan selangkah dan dua langkah, abang iparku yang dipanggil Ayah oleh Bintang mengucaapkan Nazar:Kalau Bintang bisa berlari dengan lincah maka ayah akan belikan sepeda baru...., ‘’janjinya. Kami kaget dan bertanya: benarkah?’ Suami Makwin itu menjawab tegas dan yakin: Yah..dan sepeda yang paling Bagus...


Duh..satu lagi hadiah yang akan menyambut pertumbuhan anakku..tunggu saja ya nak...


2 Zulkaidah 1429 H/1 November 2008

Sabtu, 01 November 2008

Wilayah dan Kecamatan di Kabupaten Kampar


Dengan adanya pertambahan penduduk dan keluasan dalam undang undang Otonomi daerah maka kabupaten Kampar saat ini terdiri dari 200 kecamatan dengan 219 Desa/kelurahan yang sudah menjadi defenitif, dan dalam perkembangannya Kampar sedang dalam tahap proses pemekaran desa yang direncanakan akan menjadikan Kampar memiliki 250 desa dan kelurahan.


Dalam kecamatan ini terdapat dalam enam wilayah kawasan yang mempunyai kateristik tersendiri, dalam artian mempunyai kesamaan budaya dan adat secara lebih khusus, lima wilayah ini adalah wilayah Kampar dan Tambang, wilayah Serantau Kampar Kiri, Wilayah Tapung Raya, Wilayah Tapung Raya, Wilayah Bangkinang dan wilayah XIII Koto Kampar.


Wilayah ini dalam wilayah adat sama dengan wilayah Lima koto, wilayah Tiga koto di hilir, wilayah Kampar Kiri, wilayah XIII Koto Kampar dan Wilayah Tapung.


Namun dalam administrasi pemerintahan 20 kecamatan yang terdapat dikabupaten Kampar terdiri dari:

Kecamatan Kampar Kiri dengan Ibu Kota Lipat Kain


Kecamatan Kampar Kiri Hulu dengan Ibu Kota Gema


Kecamatan Kampar Kiri Hilir dengan Ibu Kota Sungai Pagar


Kecamatan Kampar Kiri Tengah dengan Ibu Kota Simalinyang


Kecamatan Gunung Sahilan dengan Ibu Kota Gunung Sahilan


Kecamatan XIII Koto Kampar dengan Ibu Kota Batu Bersurat


Kecamatan Bangkinang Barat dengan Ibu Kota Kuok


Kecamatan Salo dengan Ibu Kota Salo


Kecamatan Tapung dengan Ibu Kota Petapahan


Kecamatan Tapung Hulu dengan Ibu Kota Sinama Nenek


Kecamatan Tapung Hilir dengan Ibu Kota Kota Garo


Kecamatan Bangkinang dengan Ibu Kota Bangkinang


Kecamatan Bangkinang Seberang dengan Ibu Kota Muara Uwai


Kecamatan Kampar dengan Ibu Kota Airi Tiris


Kecamatan Kampar Timur dengan Ibu Kota Kampar


Kecamatan Rumbio Jaya dengan Ibu Kota Teratak


Kecamatan Kampar Utara dengan Ibu Kota Sawah


Kecamatan Tambang dengan Ibu Kota Tambang


Kecamatan Siak Hulu dengan Ibu Kota Pangkalan Baru


Kecamatan Perhentian Raja dengan Ibu Kota Perhentian Raja

Design by Amanda @ Blogger Buster