Selasa, 16 Desember 2008

Zaidi....wartawan Luar Biasa...



Bravo Zaidi..Bravo Muntaze..Bravo Islam...., kata itu yang langsung meluncur dari mulutku saat menyaksikan tayangan pelemparan sepatu oleh untadar al-Zeidi, seorang koresponden Al-Baghdadia, televisi nasional Irak yang berbasis di Kairo, Mesir, sungguh luar biasa, hatikupun senantiasa mengucapkan ahamdulillahii Allahu Akbar sebagai ucapan syukur.

yah... pemukulan Bush orang nomor satu dunia http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/15/02532443/presiden.bush.dilempari.sepatu.di.irak buatku dan bagi banyak orang sangat menggergerkan sekaligus membangga kan, karena bagaimanapun juga sudah saatnya penjata perang seperti Bush diberikan ganjaran seperti itu

Zaidi, seorang jurnalis yang handal dan menurutku pantas ditiru
http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/16/0437123/zaidi.sudah.lama.ingin.melempari.bush karena mampu kemukakan pendapatnya dan andaikan aku bisa seperti itu....




Jumat, 12 Desember 2008

Sabar…Sabar…Sabaaaaaar…




Hanya tiga kalimat ini yang dapat kuucapkan siang ini sambil mengurut dada..sungguh butuh kesabaran yang sangat besar untuk bisa memahami dan menerima kondisi ini dengan tenang… Berulang kali saya mengucapkan lafadz…..Subbhanallah..wabihammdiii..ya rabbi….

Betapa tidak, pagi ini disaat ingin memulai hari dengan sebuah senyuman dan semangat, betapa banyak agenda yang sudah kususun dalam benak ini, mengatur kantor baru dan menyiapkan keperluan tempat kerja baruku itu, mengatur pertemuan dengan klien dan menyelesaikan keuangan yang semalam tertunda karena bank sudah tutup kemarin.

Tapi pagi ini usai sarapan..Bintangku jatuh dipintu, pangeranku itu menjerit jerit kesakitan sambil memegang kakinya, mukanya memerah dan ia meringis menahan sakit. Duh..kamu tak apa apakan nak? Dengan segera aku membawanya berobat dan ternyata kaki pangeran kecilku terkilir..sungguh miris rasanya menyaksikan ia menjerit jerit saat kakinya dipijat dan diobati..

Setelah kami kembali ke rumah dan menungguinya sejenak hingga ia tenang, akupun berangkat kerja, sampai di basecamp pintu masih terkunci, tidak ada kegiatan dan aktifitas disitu, aku heran dan segera menelpon anggota tim yang lain.
;;aduh..kak, masih capek ne, mobil rusak jadinya belum bisa buka kantor..’’ujar Pen anggota timku yang selalu pegang kunci, aku kaget, ku telp yang lain
‘’Kak aku masih nemani bang anu ne…’’ujar Poe
‘’Gimana mau kerja kak, kalau Cuma sendiri… ‘’jawab mexs 31
‘’Ntar ya kak,….ada keperluan ne..’’ jawab buyung
‘’kakakku sakit kak, aku izin ya…’’ujar B pbr..

Rabbi…..sabarkan aku…….sabarkan aku..sabarkan aku…….. dengan mengurut dada aku duduk didepan pintu yang terkunci , Sabar..sabar..Sabaaaaaaaaaaaaarr, akhirnya dengan lunglai aku duduk di kedai depa kantor, secangkir the es manis kuharapkan mampu hilangkah kemarahan ini. Tidak..tidak..Tidak! aku tidak boleh panic, pekerjaan harus tetap selesai.

Segera kubuka cattatan, ada sejumlah uang yang harus disetorkan dan ada janji dengan klien yang harus dipenuhi, sementara pangeranku juga tidak bisa ditinggal lama. Segera aku ke bank mengambil nomor antri, walah..antrian yang sangat panjang….., sambil menunggu ku telp klienku..dan meminta penjelasan tentang rencana kerjasama, Yup…diapun sangat sibuk dan meminta pertemuan ditunda esok..namun kesepakatan tampaknya sudah terjalin..lega…

Usai di bank, segera aku ke kafe langannaku, daftar keuangan dan daftar kebutuhan segera kususun,lalu makan siang dan sekarang aku ingin pulang..biarlah untuk hari ini begini dulu….pangeran membutuhkankan dirumah

\

Design by Amanda @ Blogger Buster