Rabu, 25 Februari 2009

andhuan amak da'uulu

Hek Lola.....nak kutang Baghendooo....
Tampuoong nak sayak..baa' bulu....
Dongau sayang nak amak ba'anghanduu....
pauubek hati nak wakotuu indhu...

Hek Lola nak lolok la..loloook
Lolok la nak piciong kan mato....
kadang kadang nak..ati ko ibo...
iduik ma mangaii nak makan

Ambiok se'ek na obahlah paku...
nak bulioh toa'ang nak jalan ka somak
awak keciok nak elok lah laku...
nak bulio sayang nak ughang di awak

reff:
Kok badamak nan didamak ughang
batanam mutan diunjukkannyo
Kok ba' mamak nak di mamak ughang
yang bukan bukan ditunjuokkannyo

Hek lola nak lolok la lo lolo..
amak baghandu nak..pa ' ilang ibo

da'i danau na ka bangkinang....
singgah sa bontou nak di ayu tiyi.....
Kok marantau nak sawang la godhang..
kalau buyuong nak Iduik kan mati....

ambiok seweknah amboik nan godang
nak yo dapek lawuok sam ambuong
Buyuong kociok nak copeklah godang
nak bulioh dapek nak amak balinduong

Hek lola nak piciongkan matoo....
amak baghandu nak sampai dii...siko

(nyanyian amak waktu kociok dulu...penuh pengajaran dan pengharapan... dapatkah kini kito merenungkan.... dan sudah kito mengambulkan..?)

Jumat, 06 Februari 2009

Mereka Indukan Naghoyi Ko…..


Milis Ughang Kampau…..

Karena keranjingan mengikuti diskusi di beberapa milis saya terkadang suka hunting untuk beberapa milis baru, saat itu saya sudah letih mencari beberapa kelompok tiba tiba saya mengetik kata ‘Kampar ‘’dalam kolom pencarian, awalnya saya hanya ingin tahu adakah orang orang membicarakan negeri saya ini atau adakah orang Kampar menguasai tekhnologi ini? Dalam beberapa menit pencarian akhirnya saya menemukan ini

Kumpulan milis ini eksklusif untuk anak-anak keturunan suku Kampar yang dilahirkan atau dibesarkan di Malaysia. Khas untuk anak-anak keturunan Kampar di Temerloh Pahang dan umumnya untuk anak-anak keturunan Kampar yang berada di seluruh Malaysia.

Kumpulan ini ditubuhkan untuk anak-anak keturunan Kampar yang masih sayang kepada bahasa dan budaya Kampar serta masih mengingati asal usul keturunannya serta berminat dengan sejarah kedatangan datuk nenek orang-orang Kampar dan keberadaan anak-anak keturunan Kampar di Malaysia.


Nama Kampau digunakan untuk mengelakkan kekeliruan supaya tidak dikaitkan dengan Kampar di Perak dan Kapar di Selangor. Keahlian dalam kumpulan milis ini adalah untuk anak-anak keturunan Kampar dan ahli keluarga masing-masing sahaja. Sesiapa yang hendak menyertainya mestilah memberitahu moderator tentang hal-hal seperti berikut sebelum dibenarkan menyertainya:

Nama penuh:

Tempat Lahir:

Tarikh Lahir:

Nama Kampung:

Emel:

Tempat tinggal tetap (sekarang):

Masih menguasai bahasa Kampar atau tidak?:

Pernah ke tanah leluhur (Kampar) atau tidak?:

Semoga milis ini memberi manfaat kepada sesiapa sahaja yang berasa dirinya masih anak keturunan Kampar yang bertanahairkan Malaysia..

Saya tersentak….setelah lelah mencari kalau-kalau ada orang orang pintar dari Kampar terutama mereka yang berdiam di Kampar tertarik lalu berkumpul membicarakan kampar dalam dunia maya, namun saya malah menemukan sekumpulan mereka mereka yang merindukan negeri ini, mereka yang belum pernah menjejakkan kaki di bumi Andiko 44 ini, mereka yang sudah memiliki identitas resmi warga Negara yang lain, mereka yang tidak pernah menghirup udara di lembah Kampar, tidak pernah meminum air dari tepian Kampau.

Namun mereka mempunyai kerinduan yang sangat mendalam akan tanah leluhur mereka, mereka memelihara kesetiaan dan menyimpan cinta untuk negeri kelahiran kakek dan nenek mereka dahulunya..

Sungguh ini membuatku terhenyak…lalu bertanya..hei kemanakah aku selama ini?..kenapa kecintaanku pada negeri ini tidak sebanding dengan kerinduan mereka?..aku yang makan dari bumi bertuah ini, minum dari air pasukuan namun..kesetiaanku tidak seperti mereka?

Aku merasa malu….mereka begitu erat menjaga buhul keturunan, sangat kuat memati asal warisan..sementara aku..yang selalu hentakkan tanah kelahiran dengan langkah ku malah mengabaikankan..dan melarikannya……

Namun bagaimana dengan mereka yang berada di bumi yang lain, dunsanakku yang saat ini memakai tanjak kebesaran di negeri orang, yang malah mengaku buta dan acuh dengan celoteh negeri..tidakkah mereka malu dengan kerinduan anak anak di Malaysia ini….?sungguh..aku belajar hari itu..belajar dari Awaluddin Ramli, Tajuddin dan lainnya , sanak saudara yang menumpangkan kerinduaan mereka…pada marwah yang kami disini cuba menghalaunya….

Kampar, Saat Kampar Ulang Tahun yang ke 59



Minggu, 01 Februari 2009

Kembali ke Titik Nol

Siang itu begitu keluar dari sebuah pertokoan seorang perempuan muda menghentikan langkahku, butuh waktu satu menit untuk bisa menghadirkan identitas perempuan itu, namun senyumannya dan suaranya yang khas dan cara memanggil namanku dengan cepat hadirkan satu nama, aku tersenyum (lebih tepatnya memaksa untuk tersenyum , sungguh pertemuan ini sangat mengejutkanku, walaupun aku juga tidak dapat memungkiri bahwa aku juga merindukannya..


Hai apa kabarmu? Ini anakmu? Ujarku menutupi kegugupanku, dengan menggendong bayi berumur kurang setahun sahabatku itu memelukku dengan erat, hangat sehangat persabatan yang kami miliki dulunya, aku membalasnya (lagi lagi dengan kaku), dia sahabatku….kami bersahabat sejak bangku SMP, dia mengajariku bagaimana membalas surat cinta dari cowok masa ABG dulu, aku menyayanginya seperti saudara sendiri dan begitu juga dirinya…..sayangnya hidup memisahkan kami setidaknya sepuluh tahun ini…


‘’kamu cantik sekali, ‘’ ujarku menghilangkan debar jantungku, debar kebahagiaankah ini atau debar ketakutan..aku mencoba mengabaikannya. Dia tersenyum…masih begitu, sejak dulu kalau aku memberikan komentar penampilannya..

‘’aku tadi melihatmu..awalnya aku tidak yakin..namun abang (ia menyebut suaminya) menyakinkan itu kamu..makanya aku turun.. ‘’ujarnya lagi, Aku tercekat..jadi dia dating dengan suaminya? Oh Tuhan suasana begini yang sangat ingin kuhindari….duh aku turun limabelas poin..


‘’Dia ada dalam minimarket itu.. dengan anak anak‘’jelasnya saat ku mencoba mencari sosok yang disebutnya abang itu, aku mengangguk, dulu..aku pernah marah padanya ketika ia memutuskan untuk menikah disaat kami masih berada di bangku kuliah, tentu saja aku marah karena aku yang mati matian untuk mendorongya kuliah, kami berbagi apa saja, buku, pakaian, bahkan uang SPP, aku sangat ingin melihatnya menjadi sarjana…namun akhirnya aku juga yang kuat membantunya meyakinkan keluarga agar menyetujuinya…

‘’aku tahu ini sulit..tapi bukankah kamu juga yang mengajarkanku untuk mengejar cinta kita? Bukankah menurutmu hidup dengan orang yang kita cintai adalah impian yang tertinggi kita? Saat itu aku hanya mengangguk dan bertekad mewujudkan impiannya..dan sekarang terbukti pilihannyalah yang benar..dan impiannya terwujud..sementara aku..?


Tak lama kemudian…..seorang lelaki muda dengan empat bocah keluar dari took dibelakangku…satu persatu mereka menyalamiku…..dan suaminya dengan senyum yang ramah menyapaku….duh.Gusti…bukankah dulu aku berdebat denganya dengan mengatakan ‘suatu saat aku akan punya anak banyak..setidaknya lima. ‘’

Kenapa ? bukankah akan menimbulkan biaya besar ..? tanyanya gusar, pengalaman mempunyai banyak saudara membuat kami memahami kesulitan hidup dalam usia masih muda.

‘’kenapa harus takut biaya? Bukankah setiap anak ada rezekinya.. jawabku santai..

‘’merawatnya bagaimana? Sekolahnya pake apa..belum kalau mereka bertengkar?

‘’pake otaklah…kalau mereka bertengkar aku akan beli peluit.. jawabku lagi..dan sekarang….??? Lima bocah dihadapannku sekarang adalah anakku, sementara anakku..? aku melorot lebih dari 20 point…


‘’ Kamu enak ya..sudah menjadi wanita karier…sementara aku hanya menjadi Ibu rumah tangga, ‘’ dia tertawa…lalu dia bercerita tentang bagaimana sibuknya merawat lima anaknya dan perkembangan mereka, lagi lagi aku tercekat..padahal dulu….aku yang awalnya bercerita ingin menjadi ibu rumah tangga..namun dia selalu menertawakankan itu, karena orang sepertiku tidak akan prnah rela kalau hanya jadi ibu rumah tangga biasa saja…dan sekarang..dia terbukti benar..karena rumah tangga..dan menjadi ibu rumah tangga posisi yang sulit bagiku..aku mundur 10 point…



Karena tak kuat untuk menahan kesakitan yang menghantamku terus menerus aku akhirnya memberikan alasan untuk pamit, ia tersenyum lagi dan menawarkan untuk mengantarkanku. ‘’tapi maklumi ya..hanya mobil sederhana ini, takutnya kamu gengsi.. ‘’ ujarnya

Duh.aku kembali terhenyak..mobil sederhana? Aku malah tidak punya mobil samasekali, aku juga tidak punya rumah yang sudah dia miliki…..aku harus bicara apa sekarang? Padahal dulunya..aku yang selalu berbagi padanya? Aku kembali jatuh..hampir 20 point

Dan sebelum ia masuk kemobilnya ia memelukku lagi..sangat hangat, aku membalasnya kali ini dengan sepenuh hatinya….dulu..aku selalu memeluknya sehangat ini, menghentikan tangis dukany..memjanjikan perlindungan baginya..dan sekarang..????

Duhai..sahabat..tahukah engkau..aku sangat ingin memelukmu sangat erat lalu menumpahkan tangisku disitu, berharap akan ada penghiburan untukku..tapi bisakah….itu dan tiba tiba saja aku menyadari… Aku ternyata sudah berada DITITIK NOL……

Kampar, 25 Januari 2009



Design by Amanda @ Blogger Buster