Selasa, 15 September 2009

SMS Lebaran dan HP ku yang Entah Dimana

Horee sebentar lagi lebaran..., dan ini tentunya disambut gembira, namun bagi saya lebaran kali ini mesti disambut dengan ucapan horee yang dua kali yaitu horee..horee..., karena selain gembira karena datangnya kemenangan setelah sebulan menahan (sedikit melawan hawa nafsu ) horee yang kedua saya tujukan untuk HP saya yang sudah beberapa bulan ini bersedih. Nah lho?

Entah mengapa, dari dulunya saya punya penyakit agak cuai (lalai ) terhadap barang barang yang saya miliki, maka tidak heran saya selalu mengalami kehilangan, ya buku, ya baju bahkan barang barang berharga seperti gelang, anting dan HP. Sifat ini sesungguhnya membuat saya sedih, kesal dan malu ( he he he) karena selalu membuat saya mendapatkan omelan dari orang tua (dan orang lain juga), sifat jelek ini juga membuat saya rugi.

Kehilangan HP juga salah satu hal yang saya alami, hilangnya alat komunikasi ini bisa saja karena emang diambil orang lain (alias dicopet), bisa juga karena saya lupa meletakkannya dimana dan akhirnya ketinggalan. Sifat cuai saya pada HP ini benar benar menganggu selain harta saya berkurang (walaupun hanya HP murah) saya juga selalu kena omel teman. ’’gimana sih kok dihubungi nggak bisa ? ’’ kok veronica terus ? dan sebagai-sebagainya yang kadang kadang saya hanya jawab dengan cengiran saja (ya..mau apalagi).

Dan yang paling penting adalah banyak sekali nomor nomor penting yang hilang karena saya menyimpan nomor tersebut pada phonebook (satu lagi ne kebodohan saya). Akibatnya begitu saya membutuhkan bicara, wawancara pada mereka mereka itu saya kebingungan sendiri dan bukan itu saja saya sering dianggap sombong karena tidak hapal nomor mereka da bertanya ’’ini dengan siapa ya ? ...ya..saya tidak begitu pandai menghapal suara orang yang begitu banyak dan nomor mereka sudah hilang juga. Kadnag saya tanya mereka kembali dan jawaban mereka adalah : Lagee?

Nah..dengan lebaran ini biasanya saya banyak mendapatkan sms ucapan selamat lebaran sama seperti halnya ucapan selamat menyambut puasa dan selamat ulang tahun (kalau terakhir ne..berharap namanya), dengan masuknya SMS ini maka otomatis nomor yang hilang dapat saya catat kembali tentu saja dengan catatan mereka menuliskan namnya dibawah ucapan tersebut. Dan dari semua kemalangan saya ini satu hal yang saya senangi adalah saya tidak pernah tukar nomor HP (kalau HP saya hilang saya datangi telkomsel minta nomor yang sama walaupun disambut dengan keheranan petugas karena hampir 3X dalam setahun), dengan nomor yang sama banyak pihak yang tetap bisa mengirimkan saya sms dengan benar dan tepat.

Jadi..lebaran kalipun saya berharap mendapatkan sms yang banyak, karena sebulan sebelum ramadhan ini Hp kesayangan saya bermasalah lagi dan saya harus menggantinya dengan resiko..nomornya banyak yan hilang. Jadi...(kedua kali ne) saya berharap teman-teman, rekan rekan, abang abang saya, kakak kakak saya dan semua pihak....tolonglah kirimkan saya ucapan selamat lebaran (jangan lupa cantumkan nama anda he he he) sehingga phonebook di HP saya terisi lagi..dan saya yakin ini akan dapat menambah ibadah anda he he he eh. Serta meningkatkan silaturahmi bukan?

Akhirnya saya akan ucapakan Horee...horee...lebaran dah tiba ne..makan kue lebaran, dan nomor yang hilang akan kembali, apabila sms lebaran tiba dan nomor sudah saya simpan maka saya akan ucapkan horeee untuk ketiga kalinya. Saya tunggu!

Kampar, 26 Ramadhan 1430 H/16 september 009

Senin, 07 September 2009

Dadio, Minuman Khas Penambah Vitalitas dari Kampar



Mumpung bulan puasa mungkin bicara minuman cukup menyenangkan, selain bisa menambah semangat untuk menunggu saat berbuka puasa juga menambah salah satu menu yang bisa dijadikan dalam daftar menu buka puasa, saya ingin membicarakan tentang ‘’Dadio’’.


‘’Dadio ‘’adalah sebutan untuk susu kerbau liar yang sudah dipermentasi, susu kuda liar ini bentuknya putih dan kenyal dan rasanya....hmmmmm cukup menggiurkan kalau sudah diolah dengan bahan makanan lain. Dadio ini biasanya dibuat oleh para gubalo (peternak) kerbau atau para peladang, susu kerbau tersebut dimasukkan dalam tabung buluo (bambuu) selanjutnya mengalami proses pembasian sendiri. Bambu ini dipotong dengan ukuran sejengkal lalu diatasnya ditutup dengan dauh pisag kering, aroma bamboo yang khas dan daun pisang kering ini tentunya menambah aroma dan kelezatan dadio ini, biasanya dadio sudah dapat dikonsumsi sejak satu bulan dimasukkan ke bamboo namun layaknya anggur yang baik semakin lama masa permentasinya maka semakin tinggi mutunya dan semakin lezat rasanya….


Saya tidak tahu apa manfaat susu ini secara ilmiah, namun bagi masyarakat Kampar susu kerbau ini sangat popular apalagi pada zaman dahulu, saya masih ingat waktu kecil Dadio ini selalu menjadi barang wajib dalam hantaran belanja dalam suatu pernikahan. Konon katanya Dadio ini memberikan manfaat besar bagi vitalitas sang pengantin. Benar atau tidak....sayangnya saya tidak tahu pasti.


Namun yang jelas kalau dikaji kaji (ini sok pintarya saya saja lho yaa), memang banyak minuman ’’ penambah perkasa ’’ berasal dari susu hewan liar, seperti susu kuda liar dan sebagainya, mungkin ini bisa menjadi salah satu alasan kenapa dadio yang berasal daro kerbau ini juga diyakini mampu menjadi minuman penambah vitalitas terutama untuk kaum pria (untuk menguatkan tidak ada salahnya mencoba he he he)


Namun yang jelas, tingkat kolesterol minuman ini sangat tinggi, maka dianjurkan bagi yang mempunyai masalah dengan tensi darah atau kolesterol untuk berhati-hati menkonsumsinya apalagi dalam jumlah yang besar. Dadio juga banyak dimanfaatkan untuk obat seperti obat asma, darah rendah dan baik bagi ibu yang menyusui.


Lepas dari itu, Dadio ini menjadi minuman yang khas di Kampar, dan saat ini masih banyak ditemukan di beberapa pasar tradisional dan harganya ..lumyan murah, hanya Rp 4.500/tabung. Dan dari satu tabung bisa dapat banyak minuman atau makanan lho, karena untuk mendapatkan minuman yang lezat Dadio tidak langsung dikonsumsi begitu saja namun diolah dengan makanan lain, seperti untuk kolak Dadio, dado dicampur dengan santan dan gula merah (lebih enak kalau gula aren asli), takarannya 3:1 artinya lebih banyak santan dan gulanya daripada Dadionya.


Dadio ini bisa juga diolah menjadi sirup, seperti yang tampak dalam gambar dimana sirup yang manis diberi tambahan dadio..kalau dicoba rasanya...hmmmm menyegarkan juga. Minuman sirup dadio ini sudah dijadikan dinas perindustrian Kampar sebagai salah satu minuman khas Kampar dan dijual dipasar salah satunya menjadi menu di Labersa Hotel di SiakHulu. Penasaran...? kunjungi saja Labersa.


Namun yang terpenting adalah..bagaimana kita melestarikan ini, untung-untung kalau kita bisa mengembangkannya menjadi lebih baik seperti minuman yang punya nilai jual yang tinggi, selain bisa meningkatkan minuman khas ini juga bisa membantu masyarakat kita si pembuat dadio......., nah kenapa tidak mencoba untuk menu buka puasa....selamat mencoba

Kampar, ramadhan 1430 H/7-sept-009



Design by Amanda @ Blogger Buster