Kamis, 07 Oktober 2010

rindu...

sungguh..aku rindu untuk menulis lagi....

Kamis, 10 Juni 2010

Menyoal Buruknya Pelayanan Kesehatan Di Kampar


Slogan pelayanan Sopan, Senyum dan Sapa atau 3S yang banyak ditempel di lorong-lorong rumah sakit umum daerah Bangkinang (RSUD) Bangkinang atau seluruh puskesmas di kabupaten Kampar saat ini dipertanyakan, karena dari kenyataan yang ditemukan dilapangan pelayanan yang diterima masih buruk, ini terlihat dari banyaknya keluhaana masyarakat ketika mendapatkan pelayanan baik di RSUD maupun di puskesmas, bahkan ketika anggota komisi II DPRD Kampar melakukan sidak ke beberapa puskemas,para anggota komisi II menemukan banyak sekali persoalan kesehatan, mulai dari petugas medis yang jarang ditepat, perawat yang kurang senyum hingga sarana dan prasarana kesehatan yang tidak memadai, kondisi ini tentunya menjadi tanya Tanya, karena pemkab kampar saat ini menjadikan program kesehatan sebagai program prioritas Kampar tahun 2010.

Buruknya pelayanan kesehatan di Kampar memang menjadi tanda tanya banyak pihak bahkan salah satu anggota DPRD komisi II Hadi Warman menyatakan pelayanan kesehatan di Kampar masih sangat buruk, karena masyarakat sering mengeluhkan kurang ramahnya petugas, baik di rumah sakit maupun dipuskesmas ‘’Apalagi RSUD masih sering terdengar mengeluh, bantal tidak ada, obat yang susah dicari dan perawat yang bermuka masam ‘’ujarnya dan ini dibuktikan politisi Golkar ini saat mengunjungi puskemas Lipatkain Kampar Kiri beberapa waktu yang lalu. Insiden dengan salah seorang bidan di puskemas tersebut membuktikan buruknya pelayanan kesehatan di Kampar.

Bukan hanya itu rumitnya persoalan kesehatan ini juga berkait dengan pendanaan, minimnya pelayanan kesehatan juga dibarengi dengan buruknya sistim anggaran kesehatan, bayangkan saja pemkab Kampar saat ini masih berhutang Rp 800 juta dana jaminana kesehatan daerah (jamkesda) tahun 2009 yang membuat RSUD beralasan sulitnya memberikan pelayanan terutama untuk masyarakat miskin.

Namun kalau dilihat dari sisi pihak kesehatan sendiri, ternyata pelayana kesehatan merupakan target utama dari semua program yang dilaksanakan dinas kesehatan, kepala dinas kesehatan Kampar Herlyn Ramola SKM menyatakan pihaknya juga menjadikan pelayanan maksimal sebagai suatu goal yang harus dicapai. ‘’Kita memahami tuntutan untuk pelayana tersebut namun kita juga menghadapi banyak kendala ‘’ujarnya.

Kendala ini dijabarkan Herlyn dimulai dari minimnya petugas medis, saat ini Kampar mempunyai 27 Puskemas dengan 8 puskesmas rawat Inap dan 164 puskesmas pembantu yang ada di 164 desa. Sayangnya menurut Herlyn dari semua puskesmas ini belum memiliki petugas medis yang ideal sesuuai standar kesehatah, misalnya untuk puskemas rawat inap dibutuhkan setidaknya 4 dokter umum, 1 dokter gigi, 11 perawat, 6 bidan, 1 apoteker dan 1 tenaga SKM,tenaga ini diluar tenaga di pustu. Namun dari pengakuan Herlyn dari 8 puskesmas yang ada di Kampar belum satupun puskemas yang memiliki tenaga medis seperti ini. Saat ini Kampar memiliki 72 dokter umum. ‘’Jumlahnya sebenarnya sudah memadai namun penyebarannya tidak merata, contohnya di daerah perkotaan dokternya banyak sedangkan di Tapung bahkan hanya memiliki 1 dokter umum ‘’ujarnya. :Persoalan minim dan belum merata petugas medisnya suatu persoalan yang sulit dipecahkan.

Persoalan yang kedua adalah minimnya anggaran, untuk 27 puskesmas dan 164 pustu ini tentunya dibutuhkan dana yang besar apalagi pelayanan kesehatan di puskemas dan pustu diberikan gratis sesuai dengan Peraturan daerah, sayangya tuntutan ini tidak ditunjang dengan anggaran, tahun 2010 ini anggaran dinaskesehatan Kampar hanya mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 12,7 M, angka ini jauh menurun dari tahun 2009 yang berjumlah Rp 24,5 M. padahal angka Rp 24, M saja masih membuat dinkes senin kamis dalam mengatur anggaran, karena selain untuk program kesehatan juga menmbayar honor bagi petugas medis yang belum PNS.

Padahal pemerintah sendiri melalui UU no 36 tahun 2009 tentang kesehatan sudah menyatakan jelas dalam pasal 171 ayat (2) Besar anggaran kesehatan Pemerintah dialokasikan minimal sebesar 5% (lima persen) dari anggaran pendapatan dan belanja negara di luar gaji. (2) Besar anggaran kesehatan pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota dialokasikan minimal 10% (sepuluh persen) dari anggaran pendapatan dan belanja daerah di luar gaji.

Sementara itu APBD Kampar tahun 2010 mencapai Rp 1,4 Triliun sedangkan yang dianggarkan hanyalah Rp 12,7 M, Sungguh angka yang mengenaskan untuk tuntutan yang besar akan pelayanan yang maksimal.

Minimnya anggaran ini tentu saja mempengaruhi ketersediaan sarana dan prasaran kesehatan, maka tidak heran kalau disetiap puskesmas sulit menemukan tenpat tidur yang bagus dan nyaman, jangankan untuk kursi diruang tunggu yang empuk untuk sarana penting saja sangat minim, bahkan dari puluhan kendaraan puskemas keliling yang dimiliki Kampar saat ini hanya sekitar 4 atau l5 saja yang bisa jalan disebabkan kurangnya dana operasional dan perbaikan ketika kendaraan tersebut rusak.

Ini agaknya perlu menjadi perenungan bagi semua pihak terkait di Kampar terutama mereka yang duduk membicarakan dan menentukan anggaran, karena agak sulit mendapatkan hasil yang maksimal dengan anggaran yang minim, pepatah Kampar menyatakan: Manyuo Jo panyuo, artinya Jika kita menuntut sesuatu maka harus dibarengi dengan modal untuk sesuatu tersebut, tidak munkin memaksa mobil berjalan tanpa diisi bensin.

Namun sisi lain, para tenaga medis janganlah terlalu menjadikan minimnya anggaran ini sebagai alasan untuk buruknya pelayanan, munkin untuk obat perlu dana namun untuk senyum dan sapa tidak membutuhkan biaya sama sekali, dan senyum dokter dan perawat adalah obat manjur bagi pasien terutama mereka yang miskin ***

Selasa, 04 Mei 2010

I Love It

Senin, 26 April 2010

Sayang....Izinkan Abang Menikah Lagi..


"Sayang, Abang minta izin untuk menikah lagi..,"

Aliyah yang sedang melipat kain, terdiam seketika. Mungkin terkejut. Adakah pendengarannya kian kabur lantaran usianya yang kian beranjak. Adakah dialog tadi hanya terdengar dari iklan TV, sementara TV juga dipasang. Tapi, ahh bukanlah. TV sedang menayangkan iklan Sunsilk, mustahil.. Dia menghela nafas panjang.



Dia memandang sekali imbas wajah Asraf Mukmin, kemudian tersenyum. Meletakkan kain yang telah siap dilipat di tepi, bangun lantas menuju ke dapur. Langkahnya diatur tenang. Segelas air sejuk diteguk perlahan. Kemudian dia ke bilik Balqis, Sumayyah, Fatimah. Rutin hariannya, mencium puteri-puterinya sebelum dia masuk tidur. Dulu, sewaktu puterinya masih kecil, rutin itu dilakukan dengan suaminya. Kini, anak-anak kian beranjak remaja. Kemudian, dia menengok kamar putera bujangnya yang berdua, si kembar, Solehin dan Farihin.Setelah dia kembali kepada suaminya.


Asraf Mukmin hanya diam, membatu diri. Dia amat mengenali isterinya. Jodoh yang diatur keluarga hampir 16 tahun yang lepas menghadiahkan dia sebuah keluarga yang bahagia, Aliyah adalah ikon isteri solehah. Namun, kehadiran Qistina, gadis genit yang bekerja sebagai sekretaris dikantornya benar-benar membuatkan dia lemah.


"Kamu mampu Asraf, dengan gaji kamu, aku rasa kamu mampu untuk beri makan 2 keluarga," sokongan Hanif, teman sekantor menguatkan lagi keinginan apabila dia berbicara dengan Aliyah.


" Abang Asraf, Qis tak kisah. Qis sanggup dimadu jika itu yang ditakdirkan. Bimbinglah Qis, Qis perlukan seseorang yang mampu memimpin Qis," masih terngiang
-ngiang bicara lunak Qis.


Akhir-akhir ini, panas rasanya punggung dia di rumah. Pagi-pagi, selesai sholat subuh, cepat cepat dia bersiap untuk ke kantor. Tidak seperti\ biasanya, dia akan sarapan bersama isteri dan anak- anak. Aduhai, kenangan Qis gadis kelahir n Bumi Kenyalang benar-benar menjerat

hatinya.

" Abang , Aliyah setuju dengan permintaan Abang. Tapi, Aliyah mau bertemu dengan wanitaitu," Lembut dan tenang sayup-sayup suara isterinya. Dia tahu, Aliyah bukan seorang yang panas hati. Aliyah terlalu sempurna, baik tetapi ahh hatinya kini sedang menggilai wanita yang jauh lebih muda.


"Bawa dia ke sini, tinggalkan dia bersama Aliyah selama 1 hari saja, boleh?" pelik benar permintaan isterinya. Mau diapakan buah hatinya itu? Namun, tanpa sadar dia mengangguk, tanda setuju. Sebab, dia yakin isterinya tidak akan melakukan hal yang bukan-bukan.
Dan hakikatnya dia seharusnya bersyukur. Terlalu bersyukur. Kalaulah isterinya itu wanita lain, alamatnya perang dunia meletus lah jawabnya. Melayanglah gelas dan piring. Ehhh, itu zaman dulu... Zaman sekarang ini, isteri-isteri lebih bijak.



Teringat dia kisah seorang tentara yang disimbah dengan garam, gara-gara menyuarakan keinginan untuk menambah cabang lagi satu. Kecacatan seumur hidup diterima sebagai hadiah sebuah perkawinan yang tidak sempat dilangsungkan. Dan dia, hanya senyuman daripada Aliyah.

"Apa, mau suruh Qis bertemu dengan isteri Abang," terjegil bulat mata Qis yang berwarna hijau. Kak Aliyah yang minta," masih lembut dia membujuk Qis.

"Biar betul, apa yang mau dia lakukan terhadap Qis?" "Takutlah Qis, kalau khilaf dia bunuh Qis!" terkejut Asraf Mukmin. "Percayalah Qis, Aliyah bukan macam itu orangnya. Abang dah lama hidup dengannya. Abang faham," Qistina mengalih pandangannya.


Mau apakah calon madunya bertemu dengannya? Dia sering disuguhkan dengan berbagai cerita isteri pertama menganiaya isteri kedua. Heh, ini Qistina lah. Jangan haraplah jika mau menganiaya aku. Desis hati kecil Qistina.

Hari ini genap seminggu Qistina bercuti seminggu. Seminggu jugalah dia merindu. Puas dicoba untuk menghubungi Qistina, namun tidak berhasil. Teman serumah bilang mereka sendiri tidak mengetahui ke mana Qistina pergi. Genap seminggu juga peristiwa dia menghantar Qistina untuk dipertemukan oleh Aliyah. Sedangkan dia diminta oleh Aliyah bermunajat di Masjid Putra. Dimasjid itu, hatinya benar-benar terusik. Sekian lamanya dia tidak menyibukkan dirinya dengan aktivitas keagamaan di masjid.


Dulu, sebelum dia mengenali Qistina, setiap malam dia akan bersama dengan Aliyah serta anak anaknya, berjemaah dengan kariah masjid. Kemudian menghadiri majlis kuliah agama. Membaca Al-Quran secara bertaranum itu adalah kesukaannya. Namun, lenggok Qistina melalaikannya. Haruman Qistina memudarkan bacaan taranumnya. Hatinya benar-benar sunyi. Sunyi dengan tasbih, tasmid yang sering dilagukan. Seharian di Masjid, dia coba mencari dirinya, Asraf Mukmin yang dulu. Asraf Mukmin anak Imam Kampung Seputih. Asraf Mukmin yang asyik dengan berjanji. Menitis air matanya. Hatinya masih tertanya-tanya, apakah yang telah terjadi pada hari itu. Aliyah menunaikan tanggungjawabnya seperti biasa. Tiada kurangnya layanan Aliyah. Mulutnya seolah-olah terkunci untuk bertanya hal calon madu Aliyah.



Tiba-tiba... sms berbunyi masuk ke inbox Hpnya. "Qis minta maaf. Qis bukan pilihan terbaik utk Abang jadikan isteri. Qis tidak sehebat kak Aliyah. Qis perlu jadikan diri Qis sehebatnya untuk bersama Abang."


Dibawah Hpnya, ada secarik sampul besar.



Untuk Asraf Mukmin, Suami yang tersayang...

Asraf Mukmin diburu keheranan. Sampul berwarna cokelat yang hampir sama besarnya denga A4 itu dibuka perlahan.

------------ --------- --------- --------- --------- --------- ------



Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Pengasih.



Salam sejahtera buat suami yang tercinta, semoga ridhaNya sentiasa mengiringi jejak\ langkahmu. Abang yang dikasihi, genap seminggu sesi pertemuan yang Aliyah jalankan pada Qistina. Terima kasih kerana Abang membawakan Aliyah seorang calon madu yang begitu cantik. Di sini Aliyah kemukakan penilaian Aliyah.


1. Dengan ukuran badan ala-ala model, dia memang mengalahkan Aliyah yang sudah tidak nampak bentuk badan. Baju- bajunya memang mengikut peredaran zaman. Tapi, Aliyah sayangkan Abang. Aliyah tak sanggup Abang diseret ke neraka kerana menanggung dosa. Sedangkan dosa Abang sendiri pun, masih belum termampu untuk dijawab di akhirat sana , terutama lagi Abang mau menggalas dosa org lain. Aliyah sayangkan Abang...


2. Aliyah ada mengajak dia memasak. Memang pandai dia masak, terutama lagi western food. Tapi, Aliyah sayangkan Abang. Aliyah tahu selera Abang hanya pada lauk pauk kampung. Tapi tak tahulah pula Aliyah kalau-kalau selera Abang sudah berubah. Tapi, Aliyah masih ingat lagi, sewaktu kita sekeluarga singgah di sebuah restoran western food, Abang muntahkan semua makanan western food itu. Lagi satu, anak-anak kita semuanya ikut selera ayah mereka. Kasihan nanti, tidak makan pula anak-anak kita. Aliyah sayangkan Abang...



3. Aliyah ada mengajak dia sholat berjemaah. Kalang kabut dibuatnya. Aliyah minta dia jadi Imam. iYalah, nanti dia akan menjadi ibu dari anak Abang yang akan lahir, jadinya Aliyah harapkan dia mampu untuk mengajar anak-anak Abang untuk menjadi imam dan imamah yang beriman. Tapi, kalau dia sendiri pun kalang kabut memakai mukena... Aliyah sayangkan Abang...

Abang yang disayangi, cukuplah rasanya penilaian Aliyah. Kalau diungkap satu persatu, Aliyah tak terdaya. Abang lebih memahaminya. Ini penilaian selama 1 hari, Abang mungkin dapat membuat penilaian yang jauh lebih baik memandangkan Abang mengenalinya lebih dari Aliyah mengenalinya.


Abang yang dicintai, di dalam sampul ini ada surat izin untuk berpoligami. Telah siap Aliyah tandatangan. Juga sekeping tiket penerbangan Garuda ke Bali . Jika munajat Abang di Masjid mengiyakan tindakan Abang ini, ambillah surat ini, isi dan pergilah kepada Qistina. Oh ya, lupa mau bilang, Qistina telah berada di Bali. Menunggu Abang... Aliyah sayangkan Abang...


Tetapi jika Abang merasakan Qistina masih belum cukup hebat untuk dijadikan isteri Abang, pergilah cari wanita yang setanding dengan Aliyah... Aliyah sayangkan Abang.


Tetapi, jika Abang merasakan Aliyah adalah isteri yang hebat untuk Abang.. tolonglah bukakan pintu kamar ini. Aliyah bawakan sarapan kegemaran Abang, roti canai..masakkan Aliyah.

Salam sayang, Aliyah Najihah





~~~~~~~~~~~~ ~~~~~



Poligami adalah pilihan

tidak poligami juga pilihan

berpoligami tidak dosa

tidak berpoligami juga tidak berdosa


jika ukurannya pilihan

maka pertimbangannya adalah Al Ashlah

maka.. pilihlah yang terbaik untuk hatimu

untuk keluargamu, untuk pengabdianmu menegakan agama Allah


jangan poligami iya tapi perjuangannya tidak

jangan poligami iya tapi ngurus umatnya tidak

jangan poligami iya tapi cueknya pada umat luar biasa

itu hanya kepentingan ego

itu hanya kepentingan libido

itu kedzoliman yang dibungkus dengan ayat ayat Allah

poligami adalah jalan keluar, jangan justru menjadi penghalang



PESAN UNTUKMU PARA SUAMI YANG INGIN POLIGAMI

ada yang lebih penting untuk umat ini

dari pada sibuk memperbanyak istri

maka berhati hatilah untuk memutuskan poligami

bertanyalah kedalaman hatimu

sudah standarkah keimananmu?

ukurannya mati, siapkah engkau mati untuk Allah subhana wata'ala?

jika jawabannya ia

saya kira banyak wanita siap menjadi madu istrimu



PESAN UNTUK ISTRI YANG SIAP DIPOLIGAMI


saudariku…
dihadapan kalian bidadari dunia

yang memiliki hati samudra

untuk rela berbagi suami karena pengabdian kepada Ilahi

Sesungguhnya tak terlalu penting lagi segala macam pesan dan nasehat

kalianlah ayat ayat Allah yang menjelma didunia

kamilah sungguhnya yang harus metadaburinya

untuk berhati hati untuk tak menebar luka dihati


syurga menjadi lebih terbuka pintunya

wahai kalian para pemilik hati samudra

tanggung jawab melayani suami telah terbagi

dan dijinjing bersama

sehingga ringan pertanggung jawabannya dihadapan mahkamah Illahi



PESAN UNTUK ISTRI YANG TAK RELA DIPOLIGAMI

untuk saudariku yang tak mau dimadu

ketidak mauanmu adalah pilihan

seperti apa yang telah kututurkan

bukan sebuah dosa dan bukanlah kesalahan


engkau boleh mengajukan khulu' dan memilih untuk sendiri

tanpa harus menafikan akan

adanya ayat legal poligami

lalu kembali meraba hati

untuk menemukan peran inti

akan arti hidup yang sangat singkat ini

kemanakah kelak saudari kembali



Sumber: Tulisan seorang teman

Kamis, 08 April 2010

Kira-kira Pendapat Gusdur Apa Ya





seratus hari sudah bapak Bangsa itu wafat, dan sekarang kalau saja Gus Dur masih hidup apa ya kira -kira pendapatnya dengan aneka sinetron yang ada di negeri ini, mulai dari Kasus Susno, lalu makelar pajak oh ya satu lagi kasus century. kira kira selain mengatakan" kok gitu aja repot..., Gus dur akan ngomong apa lagi ya?

Rabu, 31 Maret 2010

Kadang Kami lupa..kalau dia adalah Bosss…..



****Kenangan dengan Depan Maju Sihite***





Pagi ini seperti biasanya usai mengurusi keperluan Bintang akupun membaca Koran Riaupos, dan catatan kaki yang ditulis oleh Socrates salah satu petinggi RPG ini membuatku kaget, menuliskan tentang kenangan Socrates atas persahabatannya dengan Depan Maju Sihite dan disitu ditulis mengingat sosok Depan Maju Sihite.


Tentu aku terhenyak..bahkan sedikit shock, Depan Maju Sihite atau kami lebih akrab memanggilnya Bang Ite adalah sosok yang sangat kukenal, kami bertemu pertama kali saat aku bertugas di Batam Pos awal tahun 2000 yang lalu, dilanjutkan dengan di Batam Ekspres Koran ekonominya Sijori Pos, saat itu Bang Ite menjadi Pimrednya dan aku krunya, lebih dua tahun Batam Ekspress berdiri dan selama itu kami sekantor bahkan seruangan bersama karena ruangan BE istilah untuk Batam Ekspress sangat kecil .


Namun kami merasa enjoy dan nyaman diruangan sekecil itu, bahkan walaupun satu ruangan dengan boss, karena Bang Ite jarang sekali tampil sebagai boss namun lebih sebagai saudara tua..kami menyebutnya begitu, saat itu kami terdiri dari Arham yang saat ini kabarnya menjadi wapemred di Batam Pos, Ngaliman yang kabarnya sekarang anggota KPUD Batam, Agnes Dhamayanti sekarang sekretaris redaksi Batam Pos, juga ada Usvim Paradila, dna beberapa teman teman yang lain, semuanya tumplek blek disitu, Meja bang Ite ada dipojok sebelah kanan, dan sekitar tiga meja lagi dalam ruangan itu dengan enam computer, satu computer dikhususkan untuk Ucok (helmi) bagian layout. Walaupun meja disudut kanan itu khusus untuk Bang Ite namun saya dan Agnes lebih sering mendudukinya.. Kami sering bergurau kalau kami sudah menkudetanya..kami lupa kalau dia adalah bosss


Bukan hanya kenangan di BE yang berkesan dihati saya tentang Bang Ite, namun awal kedatangan saya ke Batam sudah memberikan kesan yang mendalam, begitu tiba di Batam kami (saya dan rini) segera mencari kos tempat bermukim dan saat itu kami kos di wilayah Blok Empar di Baloi, seminggu saya tinggal disana saat sholat dimesjid tiba tiba seorang lelaki tua menghampiri dan bertanya: anak kerja di Batam Pos ya? Katanya, saya mengangguk hormat dan tersenyum. ‘’Kenal dengan sihite? Dia menantu saya ‘’ ujarnya. Saya tentu saja menjawab kenal..padahal sumpah ya dalam seminggu itu saya belum pernah bicara dengan depan Maju Sihite, karena selain saya masih baru (baru sekitar satu bulan di Batam pos) saya juga segan bicara akrab dengan wartawan senior itu. Lalu bapak itu cerita kalau ia dapat info ini dari Bang Sihite dan entah bagaimana hari hari selanjutnya saya kos disitu selalu menyenangkan, Mertua Bang Ite selalu menyapa, bahkan tak segan segan menolong anak kos seperti kami, bukan hanya mertuanya namun juga anak anaknya yang lain, walaupun tidak pernah menanyakan hal ini kepada Bang Ite..namun saya yakin..pasti ada andil beliau dalam hal ini.


Bang Ite bagi saya lebih kepada sosok abang, walaupun dia pimpina saya, karena bang Ite tidak pernah mengeluarkan suara yang keras, bang Ite banyak bergurau. Ada beberapa hal yang selalu saya inget dari pemikiran dan sikap Bang Ite, seperti..ketika salah satu teman saya berjuang untuk mendapatkan anak…suatu senja kami melihatnya sholat magrib di Kantor, nah oleh teman saya yang lain mencoba bergurau..nah kalau mau dapat anak rajin sholat ya…… kami tau maksudnya hanya bergurau, namun begitu usai kerjaan Bang Ite kembali membahasnya (saya ingat sambil makan nasi goring) Bang Ite berkata: saya heran..kenapa ya orang baru mau menyembah Tuhannya kalau sudah Butuh?


Saya yang sedang asyik makan menjawab: ya kalau ndak sama Tuhan lalu sama siapa lagi bang? Bang Ite menjawab: iya..itu benar..Tuhan tempat mengadu, meminta dan segalanya, namun jangan hanya menemui dan bicara pada Tuhan saat butuh saja, namun juga saat lagi senang dan bahagia., Cuba kamu bayangkan, kalau kamu punya teman yang hanya datang saat butuh saja truss..kalau dia sudah senang lupa sama kamu …, itu baru sama manusia..bagaimana dengan Tuhan…



Bang Ite memang sosok yang taat beragama, setiap minggu ia selalu kegereja, namun ia juga terbuka untuk agama yang lain, walaupun istrinya seiman denganya namun keluarga istrinya adalah muslim yang taat. Soal keragaman ini Bang Ite pernah bercerita ‘’rin kamu tau ndak apa yang kusuka dan yang kupusingkamn saat hari raya ? ‘’tanya. Aku hanya angkat bahu tanda tak tahu. Dengan santai ia bercerita. Aku setiap tahunnya tiga kali makan ketupat dan gulai hari raya, pertama natal, kedua idul fitri dan ketiga idul adha. Namun aku tiga kali pusing juga, karena aku harus memberikan THR itu dua kali, pertama Natal dan kedua Idulfitri….. Frans dan adikknya baju hari rayanya juga dua kali‘’ujarnya.



Bang Ite juga kadang jadi sosok abang yang sangat pengertian, pernah satu ketika saya mengalami suntuk dan bĂȘte yang sangat dan ini munkin terlihat olehnya, jadi sabtu siang itu tiba tiba saja dia menelpon, kamu kesini ya..aku ada acara, dan ternyata setelah sampai disana aku diajak Bang Ite dan keluarganya jalan jalan ke Nongsa..munkin bagi yang lain ini biasa namun bagiku yang dirantau dan tidak punya siapa siapa perhatian seperti ini sangat luar biasa.
Begitu juga ketika saya hamil, jujur saja sebagai orang yang pertama kali hamil saya tidak tahu..Bang Ite yang mengigatkan..’’sebaiknya kamu periksa deh..sepertinya kamu hamil.. ‘’ujarnya. Duh..dia benar benar saudara yang luarbiasa.




Bang Ite juga kukenal rajin membaca buku, aku selalu menjadi orang yang mencoba mengintip apa yang dibacanya,dan akhirnya dia pinjamkan buku itu. saat aku tergila gila dengan Harry Potter Bang Ite selalu mengejek. Namun ketika kuminta carikan buku edisi ketiga..Bang ite carikan juga untukku. .namun ada satu ucapannya yang berkesan: rin…harusnya kamu tidak hanya membaca dan maniak Harry Potter namun cuba buat cerita seperti itu..ya tidak persis sama namun cuba buatlah karya.,.,jangan hanya membaca saja



Sebagai boss..bang Ite sosok yang luar biasa, dia menegur dengan bahasa yang lembut namun mengena, ketika ada salah satu dari kita yang malas ke kantor dan berkurang produktifitasnya Bang Ite mengatakan…saya tidak bisa mengatur kalian terlalu dalam, saya hanya sebatas manusia juga, kalianlah yang mengatur diri sendiri, mana yang tugas, mana yang masalah dan mana urusan pribadi, namun kalau kalian tidak bisa mengatur itu dan mengabaikan tugas..maka jangan salahkan saya juga bertindak atas nama manusia juga yang bisa membuat kesalahan..seperti..memberikan rekomendasi tentang kalian dengan nilai yang buruk, karena setiap tindakan ada konsekwensinya. Kebebasan menentukan sikap dan mengatur diri sendiri adalah salah satu poin penting yang selalu ditekankan Bang Ite, tanpa kemarahan, tanpa caci maki dan tanpa mencerahami.



Banyak hal lain yang berkesan tentang Bang Ite, bagaimana kami diskusi soal yesus dan Muhammad, bagaimana kami diskusi soal Soharto , soal Ismet dan soal Casio, bagaimana ia menyuruhku ikut tes PWI, bagaimana ia mengajri menghadapi Narasumber di kadin dan sebagainya. Bang itu juga ngakak saat ia pulang dari AMrik dan word trade meledak. Saya berkata ‘’bang ..jangan jangan pesawat itu abang yang kendalikan, soalnya begitu abang mau tinggalkan Amrik kok meledak….
Dia hanya tertawa..dan berkata: kira kira abang jadi seleb ndak kalau begitu….serentak kami berkata yeeeeee maunya…



Banyak hal lain tentang Bang Ite namun tentu tak dapat diceritakan semua, bisa menjadi cerita bersambung…Namun kesedihan mendalam sangat terasa atas kepergian Bang Ite, sebulan yang lalu saya mendapat kabar dari Usvim tentang penyakitnya dan mencoba menelpon Beliau, Bang Ite terdengar senang dan dia berkata: Kamu ya..pulang kampong tak bilang bilang, berapa anakmu sekarang? Dimana bertugas? Saya langsung minta maaf, Bang itu juga cerita soal penyakitnya dan berkata: Rin..dokter menyerah..namun Abang seperti Naif saya: jangan menyerah..jangan menyerah..ujarnya sambil bernyanyi lemah. Bang Ite juga minta maaf atas semua kesalahanya, sambil menahan tangis saaya juga minta maaf. Sejak itu saya tak pernah bicara lagi dengannya dan pagi tadi..sayamembaca bahwa abang Tua saya itu sudah tiada..selamat jalan Bang Ite…penyakit itu sudah membebaskan diri darimu…selamat jalan dan terimakasih atas semua yang sudah abang berikan….selamat Jalan..damai bersamamu…




Kampar, 31 maret 2010
-Ummu Bintang-

Kamis, 25 Maret 2010

Anti Poligami Benarkah = Menentang Agama

(Tidak Menyetujui Bukanlah berarti Menentang)


Kamu mau ndak dipoligami? ‘’tanya seorang teman petang itu, ‘’ Nggak ah, aku anti poligami’’ujarku tegas.. lhoo kalau kamu anti poligami artinya kamu menentang agama dunk...kan agama sendiri membenarkan poligami malah menganjurkan ‘’ujarnya mengingatkan. Aku tersenyum masam dan berkata: ‘’ aku tidak suka poligami namun aku tidak menentang agamaku…karena tidak menyetujui bukan berarti menentang lho….dan jujur saja..aku tidak sanggup untuk berpoligami atau dipoligami…..


Poligami memang menjadi tema yang menarik untuk diperbincangkan dan menarik juga untuk dilaksanakan he he he. Sehingga untuk bisa melegalkan pernikahan lebih dari satu istri para suami yang akan berpoligami… (tidak semuanya) melakukannya atas nama agama…, dan berlindung dibalik ayat itupula .pernikahan kedua, ketiga dan keempat dilaksanakan. Dan itu tidaklah salah…karena memang Allah SWT dalam al-Quran surat an-Nissa menyatakan bahwa para pria disarankan (dibolehkan) menikahi dua, tiga atau empat wanita dengan syarat bisa ADIL.


Hmmm… saya tidak akan mendiskusikan tentang ayat ini dan ayat-ayat atau hadis lain yang berhubungan dengan poligami ini, selain saya belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang itu, saya juga tidak mau salah dalam membahas dan menafsirkan tentang ayat dan hadis tersebut, biarlah kita bahas dengan Ustad atau mereka yang lebih memahami ilmu agama .


Saya hanya ingin mengupas statement teman saya yang menyatakan ‘’saya menentang agama’’ jika saya menolak berpoligami, sementara saya berfikir (lebih tepatnya merasa) tidaklah begitu, karena TIDAK SETUJU BUKAN BERARTI MENENTANG.


Alasan pertama saya, dalam ayat di surat an-Nissa tersebut ditujukan kepada lelaki bahwa mereka bisa atau boleh menikahi lebih satu wanita, dan dalam ayat tersebut tidak disebutkan bahwa wanita HARUS MENERIMA ‘’dirinya dipoligami dan entah karena ilmu agama saya yang kurang atau saya kurang membaca ..saya juga belum menemukan adanya ayat atau hadis yang memerintahkan perempuan WAJIB menerima dirinya dipoligami.


Alasan kedua, kita bisa saja tidak menyetujui sesuatu bukan berarti menentangnya bukan? Karena TIDAK MENYETUJUI tidaklah sama dengan MENENTANG. Tidak Menyetujui menurut saya lebih berarti kepada tidak menerima, tidak sepaham, tidak sefikiran dan tidak seide. Namun Menentang menurut saya berarti adalah tidak menginginkan itu ada, melawan dan lebih berarti kepada gerakan untuk melawan, sehingga kalau perlu melakukan sesuatu untuk melawannya. Misalkan saja kita menentang sesuatu sikap/politik seseorang maka kita akan melawannya dengan keras, berusaha agar pemikirannya itu tidak diterima orang lain. Sementara tidak menyetujui lebih kepada menghindarinya, tidak mau terlibat sementara bagi yang lain..ya terserah mereka sajalah.



Lalu dikaitkan dengan Poligami, saya menyadari betul..bahwa poligami dibenarkan (dibolehkan) dalam agama dan sebagai Hamba Allah saya tidak akan menyatakan itu salah atau tidak benar atau berusaha itu tidak ada.


Hanya saja… karena juga tidak ada kewajiban untuk mengikuti hal itu, maka saya memutuskan untuk tidak setuju..dan TIDAK MELAKSANAKAN poligami tersebut, jujur lebih karena alasan ketidaksanggupan mental dalam melaksanakan itu. Daripada hati ini selalu dongkol dan melawan kepada suami (sementara melawan suami dosanya amatlah besar), daripadai selalu curiga kepada suami (kalau sudah tidak dipercayai istri lalu siapakah lagi yang percaya pada suami? ) daripada saya tertekan batin mengurusi rumah tangga dan anak-anak…kan lebih baik saya memilih menolaknya..lalu apakah itu yang disebut menentang agama? Apakah Agama lebih memilih memaksa umatnya menderita daripada hidup tenang?


Namun saya tidak akan menentang, saya tidak akan memarahi, membenci atau memusuhi mereka yang berpoligami dan dipoligami, saya akan tetap menjalin silaturahmi secara baik sebagai sesama hamba Allah, hanya saja saya akan berusaha (semoga selalu begitu) untuk tidak terlibat dalam poligami, baik menjadi yang dipoligami maupun yang memberikan izin untuk berpoligami. Saya menghormati mereka yang berpoligami namun saya juga ingin dihargai bahwa saya tidak berpoligami. Lalu inikah yang disebut menentang agama?


Lalu bagaimanakah kalau (kalau..) itu muncul dalam rumah tangga saya..?, saya akan memilih menghormati keputusan itu dan menjalankan keputusan saya. Artinya… silahkan berpoligami namun saya tidak akan ikut terlibat dan bisa dipoligami, biarlah saya yang undurkan diri, toh dalam Islam istri dibenarkan mengajukan pilihan untuk berpisah dengan beberapa alasan, termasuk berpoligami. Jadi biarlah itu yang menjadi pilihan. Lalu ..apakah ini yang disebut menentang agama?.


Lalu kalau ada yang mengulurkan tangannya untuk mengajak saya berpoligami dengan nomor urut berapapun itu (1,2,3 dan 4) dengan alasan seindah apapun, dengan dalil setaat apapun, dengan izin seikhlas apapun, dan dengan atas nama cinta sedalam apapun,…dengan berat dan bertetap hati akan saya katakan : Terimakasih dan Tidak. Diduakan atau menduakan akan meninggalkan luka yang sama dan akan sama sama terluka……sebesar apapun kadarnya itu. Lalu itu menentang agamakah juga namanya?


Dan alasan terakhir (ini alasan sok pintar saja yaaa), Allah selalu membuka pintu surga untuk semua hamba-Nya yang berbakti kepadanya dan mendapat keridhaan-Nya, dan keridhaan Allah bisa didapat dengan berbagai cara, sholat yang khusuk, puasanya orang yang sholeh, dermawannya orang yang berharta, sabar orangnya miskin, kerendahan hatinya orang yang berilmu, adilnya pemimpin dan lain-lainnya..lalu apakah dengan tidak menyetujui poligami..pintu keridhaan yang sekian banyak itu akan tertutup semuanya untukku? Dan aku-aku yang lain yang hingga akhir hayat mereka tidak menyetujui poligami? Bagaimana jika yang tidak setuju dipoligami itu adalah hamba berilmu yang sangat tawadhu, bagaimana kalau dia adalah hartawan yang sangat dermawan, bagaimana kalau dia adalah simiskin yang sangat sabar……apakah juga tertutup pintu surga untuknya?


Munkin ini adalah alasan yang terlalu sentimental dan perasaan lemah wanita, tak masalah jika ada yang bicara dan berpendapat begitu, namun bagi saya menikmati dan menjalani pilihan yang menenangkan diri sendiri adalah lebih baik daripada memaksa untuk sesuatu luar biasa yang terkadang membuat kita jatuh bangun melaksanakannya. Semoga Allah memaklumi kelemahan saya sebagai hamba-Nya dan semoga Allah menerima bahwa tidak sedikitpun terbentik dalam hati saya untuk menentang-Nya..sekecil apapun itu. Amien.



Kampar, 24 Maret 2010

-Ummu Bintang-

Design by Amanda @ Blogger Buster