Rabu, 31 Maret 2010

Kadang Kami lupa..kalau dia adalah Bosss…..



****Kenangan dengan Depan Maju Sihite***





Pagi ini seperti biasanya usai mengurusi keperluan Bintang akupun membaca Koran Riaupos, dan catatan kaki yang ditulis oleh Socrates salah satu petinggi RPG ini membuatku kaget, menuliskan tentang kenangan Socrates atas persahabatannya dengan Depan Maju Sihite dan disitu ditulis mengingat sosok Depan Maju Sihite.


Tentu aku terhenyak..bahkan sedikit shock, Depan Maju Sihite atau kami lebih akrab memanggilnya Bang Ite adalah sosok yang sangat kukenal, kami bertemu pertama kali saat aku bertugas di Batam Pos awal tahun 2000 yang lalu, dilanjutkan dengan di Batam Ekspres Koran ekonominya Sijori Pos, saat itu Bang Ite menjadi Pimrednya dan aku krunya, lebih dua tahun Batam Ekspress berdiri dan selama itu kami sekantor bahkan seruangan bersama karena ruangan BE istilah untuk Batam Ekspress sangat kecil .


Namun kami merasa enjoy dan nyaman diruangan sekecil itu, bahkan walaupun satu ruangan dengan boss, karena Bang Ite jarang sekali tampil sebagai boss namun lebih sebagai saudara tua..kami menyebutnya begitu, saat itu kami terdiri dari Arham yang saat ini kabarnya menjadi wapemred di Batam Pos, Ngaliman yang kabarnya sekarang anggota KPUD Batam, Agnes Dhamayanti sekarang sekretaris redaksi Batam Pos, juga ada Usvim Paradila, dna beberapa teman teman yang lain, semuanya tumplek blek disitu, Meja bang Ite ada dipojok sebelah kanan, dan sekitar tiga meja lagi dalam ruangan itu dengan enam computer, satu computer dikhususkan untuk Ucok (helmi) bagian layout. Walaupun meja disudut kanan itu khusus untuk Bang Ite namun saya dan Agnes lebih sering mendudukinya.. Kami sering bergurau kalau kami sudah menkudetanya..kami lupa kalau dia adalah bosss


Bukan hanya kenangan di BE yang berkesan dihati saya tentang Bang Ite, namun awal kedatangan saya ke Batam sudah memberikan kesan yang mendalam, begitu tiba di Batam kami (saya dan rini) segera mencari kos tempat bermukim dan saat itu kami kos di wilayah Blok Empar di Baloi, seminggu saya tinggal disana saat sholat dimesjid tiba tiba seorang lelaki tua menghampiri dan bertanya: anak kerja di Batam Pos ya? Katanya, saya mengangguk hormat dan tersenyum. ‘’Kenal dengan sihite? Dia menantu saya ‘’ ujarnya. Saya tentu saja menjawab kenal..padahal sumpah ya dalam seminggu itu saya belum pernah bicara dengan depan Maju Sihite, karena selain saya masih baru (baru sekitar satu bulan di Batam pos) saya juga segan bicara akrab dengan wartawan senior itu. Lalu bapak itu cerita kalau ia dapat info ini dari Bang Sihite dan entah bagaimana hari hari selanjutnya saya kos disitu selalu menyenangkan, Mertua Bang Ite selalu menyapa, bahkan tak segan segan menolong anak kos seperti kami, bukan hanya mertuanya namun juga anak anaknya yang lain, walaupun tidak pernah menanyakan hal ini kepada Bang Ite..namun saya yakin..pasti ada andil beliau dalam hal ini.


Bang Ite bagi saya lebih kepada sosok abang, walaupun dia pimpina saya, karena bang Ite tidak pernah mengeluarkan suara yang keras, bang Ite banyak bergurau. Ada beberapa hal yang selalu saya inget dari pemikiran dan sikap Bang Ite, seperti..ketika salah satu teman saya berjuang untuk mendapatkan anak…suatu senja kami melihatnya sholat magrib di Kantor, nah oleh teman saya yang lain mencoba bergurau..nah kalau mau dapat anak rajin sholat ya…… kami tau maksudnya hanya bergurau, namun begitu usai kerjaan Bang Ite kembali membahasnya (saya ingat sambil makan nasi goring) Bang Ite berkata: saya heran..kenapa ya orang baru mau menyembah Tuhannya kalau sudah Butuh?


Saya yang sedang asyik makan menjawab: ya kalau ndak sama Tuhan lalu sama siapa lagi bang? Bang Ite menjawab: iya..itu benar..Tuhan tempat mengadu, meminta dan segalanya, namun jangan hanya menemui dan bicara pada Tuhan saat butuh saja, namun juga saat lagi senang dan bahagia., Cuba kamu bayangkan, kalau kamu punya teman yang hanya datang saat butuh saja truss..kalau dia sudah senang lupa sama kamu …, itu baru sama manusia..bagaimana dengan Tuhan…



Bang Ite memang sosok yang taat beragama, setiap minggu ia selalu kegereja, namun ia juga terbuka untuk agama yang lain, walaupun istrinya seiman denganya namun keluarga istrinya adalah muslim yang taat. Soal keragaman ini Bang Ite pernah bercerita ‘’rin kamu tau ndak apa yang kusuka dan yang kupusingkamn saat hari raya ? ‘’tanya. Aku hanya angkat bahu tanda tak tahu. Dengan santai ia bercerita. Aku setiap tahunnya tiga kali makan ketupat dan gulai hari raya, pertama natal, kedua idul fitri dan ketiga idul adha. Namun aku tiga kali pusing juga, karena aku harus memberikan THR itu dua kali, pertama Natal dan kedua Idulfitri….. Frans dan adikknya baju hari rayanya juga dua kali‘’ujarnya.



Bang Ite juga kadang jadi sosok abang yang sangat pengertian, pernah satu ketika saya mengalami suntuk dan bĂȘte yang sangat dan ini munkin terlihat olehnya, jadi sabtu siang itu tiba tiba saja dia menelpon, kamu kesini ya..aku ada acara, dan ternyata setelah sampai disana aku diajak Bang Ite dan keluarganya jalan jalan ke Nongsa..munkin bagi yang lain ini biasa namun bagiku yang dirantau dan tidak punya siapa siapa perhatian seperti ini sangat luar biasa.
Begitu juga ketika saya hamil, jujur saja sebagai orang yang pertama kali hamil saya tidak tahu..Bang Ite yang mengigatkan..’’sebaiknya kamu periksa deh..sepertinya kamu hamil.. ‘’ujarnya. Duh..dia benar benar saudara yang luarbiasa.




Bang Ite juga kukenal rajin membaca buku, aku selalu menjadi orang yang mencoba mengintip apa yang dibacanya,dan akhirnya dia pinjamkan buku itu. saat aku tergila gila dengan Harry Potter Bang Ite selalu mengejek. Namun ketika kuminta carikan buku edisi ketiga..Bang ite carikan juga untukku. .namun ada satu ucapannya yang berkesan: rin…harusnya kamu tidak hanya membaca dan maniak Harry Potter namun cuba buat cerita seperti itu..ya tidak persis sama namun cuba buatlah karya.,.,jangan hanya membaca saja



Sebagai boss..bang Ite sosok yang luar biasa, dia menegur dengan bahasa yang lembut namun mengena, ketika ada salah satu dari kita yang malas ke kantor dan berkurang produktifitasnya Bang Ite mengatakan…saya tidak bisa mengatur kalian terlalu dalam, saya hanya sebatas manusia juga, kalianlah yang mengatur diri sendiri, mana yang tugas, mana yang masalah dan mana urusan pribadi, namun kalau kalian tidak bisa mengatur itu dan mengabaikan tugas..maka jangan salahkan saya juga bertindak atas nama manusia juga yang bisa membuat kesalahan..seperti..memberikan rekomendasi tentang kalian dengan nilai yang buruk, karena setiap tindakan ada konsekwensinya. Kebebasan menentukan sikap dan mengatur diri sendiri adalah salah satu poin penting yang selalu ditekankan Bang Ite, tanpa kemarahan, tanpa caci maki dan tanpa mencerahami.



Banyak hal lain yang berkesan tentang Bang Ite, bagaimana kami diskusi soal yesus dan Muhammad, bagaimana kami diskusi soal Soharto , soal Ismet dan soal Casio, bagaimana ia menyuruhku ikut tes PWI, bagaimana ia mengajri menghadapi Narasumber di kadin dan sebagainya. Bang itu juga ngakak saat ia pulang dari AMrik dan word trade meledak. Saya berkata ‘’bang ..jangan jangan pesawat itu abang yang kendalikan, soalnya begitu abang mau tinggalkan Amrik kok meledak….
Dia hanya tertawa..dan berkata: kira kira abang jadi seleb ndak kalau begitu….serentak kami berkata yeeeeee maunya…



Banyak hal lain tentang Bang Ite namun tentu tak dapat diceritakan semua, bisa menjadi cerita bersambung…Namun kesedihan mendalam sangat terasa atas kepergian Bang Ite, sebulan yang lalu saya mendapat kabar dari Usvim tentang penyakitnya dan mencoba menelpon Beliau, Bang Ite terdengar senang dan dia berkata: Kamu ya..pulang kampong tak bilang bilang, berapa anakmu sekarang? Dimana bertugas? Saya langsung minta maaf, Bang itu juga cerita soal penyakitnya dan berkata: Rin..dokter menyerah..namun Abang seperti Naif saya: jangan menyerah..jangan menyerah..ujarnya sambil bernyanyi lemah. Bang Ite juga minta maaf atas semua kesalahanya, sambil menahan tangis saaya juga minta maaf. Sejak itu saya tak pernah bicara lagi dengannya dan pagi tadi..sayamembaca bahwa abang Tua saya itu sudah tiada..selamat jalan Bang Ite…penyakit itu sudah membebaskan diri darimu…selamat jalan dan terimakasih atas semua yang sudah abang berikan….selamat Jalan..damai bersamamu…




Kampar, 31 maret 2010
-Ummu Bintang-

Kamis, 25 Maret 2010

Anti Poligami Benarkah = Menentang Agama

(Tidak Menyetujui Bukanlah berarti Menentang)


Kamu mau ndak dipoligami? ‘’tanya seorang teman petang itu, ‘’ Nggak ah, aku anti poligami’’ujarku tegas.. lhoo kalau kamu anti poligami artinya kamu menentang agama dunk...kan agama sendiri membenarkan poligami malah menganjurkan ‘’ujarnya mengingatkan. Aku tersenyum masam dan berkata: ‘’ aku tidak suka poligami namun aku tidak menentang agamaku…karena tidak menyetujui bukan berarti menentang lho….dan jujur saja..aku tidak sanggup untuk berpoligami atau dipoligami…..


Poligami memang menjadi tema yang menarik untuk diperbincangkan dan menarik juga untuk dilaksanakan he he he. Sehingga untuk bisa melegalkan pernikahan lebih dari satu istri para suami yang akan berpoligami… (tidak semuanya) melakukannya atas nama agama…, dan berlindung dibalik ayat itupula .pernikahan kedua, ketiga dan keempat dilaksanakan. Dan itu tidaklah salah…karena memang Allah SWT dalam al-Quran surat an-Nissa menyatakan bahwa para pria disarankan (dibolehkan) menikahi dua, tiga atau empat wanita dengan syarat bisa ADIL.


Hmmm… saya tidak akan mendiskusikan tentang ayat ini dan ayat-ayat atau hadis lain yang berhubungan dengan poligami ini, selain saya belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang itu, saya juga tidak mau salah dalam membahas dan menafsirkan tentang ayat dan hadis tersebut, biarlah kita bahas dengan Ustad atau mereka yang lebih memahami ilmu agama .


Saya hanya ingin mengupas statement teman saya yang menyatakan ‘’saya menentang agama’’ jika saya menolak berpoligami, sementara saya berfikir (lebih tepatnya merasa) tidaklah begitu, karena TIDAK SETUJU BUKAN BERARTI MENENTANG.


Alasan pertama saya, dalam ayat di surat an-Nissa tersebut ditujukan kepada lelaki bahwa mereka bisa atau boleh menikahi lebih satu wanita, dan dalam ayat tersebut tidak disebutkan bahwa wanita HARUS MENERIMA ‘’dirinya dipoligami dan entah karena ilmu agama saya yang kurang atau saya kurang membaca ..saya juga belum menemukan adanya ayat atau hadis yang memerintahkan perempuan WAJIB menerima dirinya dipoligami.


Alasan kedua, kita bisa saja tidak menyetujui sesuatu bukan berarti menentangnya bukan? Karena TIDAK MENYETUJUI tidaklah sama dengan MENENTANG. Tidak Menyetujui menurut saya lebih berarti kepada tidak menerima, tidak sepaham, tidak sefikiran dan tidak seide. Namun Menentang menurut saya berarti adalah tidak menginginkan itu ada, melawan dan lebih berarti kepada gerakan untuk melawan, sehingga kalau perlu melakukan sesuatu untuk melawannya. Misalkan saja kita menentang sesuatu sikap/politik seseorang maka kita akan melawannya dengan keras, berusaha agar pemikirannya itu tidak diterima orang lain. Sementara tidak menyetujui lebih kepada menghindarinya, tidak mau terlibat sementara bagi yang lain..ya terserah mereka sajalah.



Lalu dikaitkan dengan Poligami, saya menyadari betul..bahwa poligami dibenarkan (dibolehkan) dalam agama dan sebagai Hamba Allah saya tidak akan menyatakan itu salah atau tidak benar atau berusaha itu tidak ada.


Hanya saja… karena juga tidak ada kewajiban untuk mengikuti hal itu, maka saya memutuskan untuk tidak setuju..dan TIDAK MELAKSANAKAN poligami tersebut, jujur lebih karena alasan ketidaksanggupan mental dalam melaksanakan itu. Daripada hati ini selalu dongkol dan melawan kepada suami (sementara melawan suami dosanya amatlah besar), daripadai selalu curiga kepada suami (kalau sudah tidak dipercayai istri lalu siapakah lagi yang percaya pada suami? ) daripada saya tertekan batin mengurusi rumah tangga dan anak-anak…kan lebih baik saya memilih menolaknya..lalu apakah itu yang disebut menentang agama? Apakah Agama lebih memilih memaksa umatnya menderita daripada hidup tenang?


Namun saya tidak akan menentang, saya tidak akan memarahi, membenci atau memusuhi mereka yang berpoligami dan dipoligami, saya akan tetap menjalin silaturahmi secara baik sebagai sesama hamba Allah, hanya saja saya akan berusaha (semoga selalu begitu) untuk tidak terlibat dalam poligami, baik menjadi yang dipoligami maupun yang memberikan izin untuk berpoligami. Saya menghormati mereka yang berpoligami namun saya juga ingin dihargai bahwa saya tidak berpoligami. Lalu inikah yang disebut menentang agama?


Lalu bagaimanakah kalau (kalau..) itu muncul dalam rumah tangga saya..?, saya akan memilih menghormati keputusan itu dan menjalankan keputusan saya. Artinya… silahkan berpoligami namun saya tidak akan ikut terlibat dan bisa dipoligami, biarlah saya yang undurkan diri, toh dalam Islam istri dibenarkan mengajukan pilihan untuk berpisah dengan beberapa alasan, termasuk berpoligami. Jadi biarlah itu yang menjadi pilihan. Lalu ..apakah ini yang disebut menentang agama?.


Lalu kalau ada yang mengulurkan tangannya untuk mengajak saya berpoligami dengan nomor urut berapapun itu (1,2,3 dan 4) dengan alasan seindah apapun, dengan dalil setaat apapun, dengan izin seikhlas apapun, dan dengan atas nama cinta sedalam apapun,…dengan berat dan bertetap hati akan saya katakan : Terimakasih dan Tidak. Diduakan atau menduakan akan meninggalkan luka yang sama dan akan sama sama terluka……sebesar apapun kadarnya itu. Lalu itu menentang agamakah juga namanya?


Dan alasan terakhir (ini alasan sok pintar saja yaaa), Allah selalu membuka pintu surga untuk semua hamba-Nya yang berbakti kepadanya dan mendapat keridhaan-Nya, dan keridhaan Allah bisa didapat dengan berbagai cara, sholat yang khusuk, puasanya orang yang sholeh, dermawannya orang yang berharta, sabar orangnya miskin, kerendahan hatinya orang yang berilmu, adilnya pemimpin dan lain-lainnya..lalu apakah dengan tidak menyetujui poligami..pintu keridhaan yang sekian banyak itu akan tertutup semuanya untukku? Dan aku-aku yang lain yang hingga akhir hayat mereka tidak menyetujui poligami? Bagaimana jika yang tidak setuju dipoligami itu adalah hamba berilmu yang sangat tawadhu, bagaimana kalau dia adalah hartawan yang sangat dermawan, bagaimana kalau dia adalah simiskin yang sangat sabar……apakah juga tertutup pintu surga untuknya?


Munkin ini adalah alasan yang terlalu sentimental dan perasaan lemah wanita, tak masalah jika ada yang bicara dan berpendapat begitu, namun bagi saya menikmati dan menjalani pilihan yang menenangkan diri sendiri adalah lebih baik daripada memaksa untuk sesuatu luar biasa yang terkadang membuat kita jatuh bangun melaksanakannya. Semoga Allah memaklumi kelemahan saya sebagai hamba-Nya dan semoga Allah menerima bahwa tidak sedikitpun terbentik dalam hati saya untuk menentang-Nya..sekecil apapun itu. Amien.



Kampar, 24 Maret 2010

-Ummu Bintang-

Senin, 22 Maret 2010

Pelajaran dari Pengunduran Jadwal Kunjungan Obama

(catatan isengku) dari wawancara Nababan di RCTI


Ontuo Berry atau lebih lengkapnya Barack Husien Obama yang saat ini menjabat sebagai presiden Amerika Serikat mengundurkan rencananya untuk pulang Kampung ke Indonesia, kunjungan yang direncanakan akan dilaksanakan pekan ini terpaksa dibatalkan karena adanya ‘’prioritas nasional Amerika yang sangat penting ‘’ yaitu pengesahan RUU kesehatan. ‘’dan saya tidak bisa menentukan jadwal parlemen ‘’ujarnya dalam wawancara ekslusifnya dengan Putra Nababan dari RCTI yang ditayangkan stasiun TV tadi malam (22/3).


Munkin banyak yang akan kecewa dengan pengunduran jadwal kunjungan ini bahkan munkin juga ada yang senang, Obama sendiri dalam wawancaranya juga menyatakan kekecewaanya dengan pengunduran jadwal tersebut namun baginya saat ini menunggu pengesahan RUU tersebut menjadi sangat lebih penting, selain memang padatnya jadwal kegiatan Ontuo Berry yang lain sehingga ia lebih memilih mengundurkan pada musim panas mendatang sekalian mengajak keluarganya untuk liburan .


Jujur saja saya tidak begitu mengikuti kasus RUU kesehatan yang konon sempat menghebohkan parlemen AS tersebut, namun yang menarik bagi saya adalah keputusan Obama untuk tidak meninggalkan negerinya demi menghormati suatu progress di Parlemen. Bahkan Obama menyatakan ‘’sayakan tidak bisa mengatur jadwal di parlemen’’, fikiran iseng (ini benar benar hanya untukku ya…) adalah bagaimanakah dengan pemimpin kita? Munkinkah mereka akan tetap melakukan lawatan kalau mengalami kondisi yang sama? Dan siapakah yang mengatur jadwal di Parlemen selama ini?


Munkin karena Amrik adalah Negara sangat besar maka kunjungan ke Indonesia menjadi suatu agenda yang tidak masuk dalam prioritas C apalagi prioritas A, namun saya tetap salut karena Obama tetap memilih di tempatnya bertugas untuk menunggu itu, saya membayangkan Pemimpin kita juga berlaku hal yang sama untuk suatu kepentingan masyarakat yang sedang dibahas di Parlemen.


Karena setahu saya ..(ini sok tahu saja aja lho….) selama ini apabila pemimpin punya agenda maka yang lainnya harus mengikuti agenda itu termasuk agenda parlemen, tak jarang agenda di parlemenlah yang harus ditunda untuk menunggu selesainya agenda lawatan pemimpin.


Saya tidak berani memisalkan kepada Presiden, Kita bicara Kampar sajalah, antara Jadwal Pemimpin Kampar dengan Parlemennya. Tak jarang jadwal yang sudah diagendakan oleh DPRD mentah hanya karena pejabatnya sedang mengadakan kunjungan ke tempat lain bahkan hanya untuk menghadiri acara seremonial semata.


Memang sih…..tidak bisa dibandingkan antara Obama yang presiden AS dengan pejabat di Kampar karena bedanya..jauuuuuuuuuuuuuuuuuuh banget, tapi setidaknya bisa disesuikan porsinya, untuk Kampar ya..seukuran Kampar sajalah. Alangkah Indahnya kalau pemimpin juga mempunyai pemikiran yang sama bahwa lebih mementingkan agenda yang sudah disepakati di dewan daripada acara seremonial yang terkadang hanya mengunting pita.


Dalam dua bulan ini, komisi I DPRD Kampar saja misalnya sudah berulang kali mencak-mencak kepada pemerintah hanya karena hearing tidak dihadiri oleh pejabat yang terkait seperti kepala dinas apalagi Bupati. Padahal yang dibicarakan adalah hal sangat penting dan menyangkut hajat hidup orang banyak, sayangnya pemerintah menganggap itu sepele..dan akhirnya karena emosi tidak tertahankan dari para wakil rakyat hearing yang sudah diagendakan berulang-ulang itupun batal. Padahal warga yang datang sudah mengorban hari kerja mereka hanya untuk duduk bersama sama mencarikan solusi.


Kalau dibandingkan dengan Obama sekali lagi saya akui jauuuuuuuuuh banget, namun esensinya satu dan sama, yaitu bagaimana pemimpin menghargai kepentingan orang kecil (baca: rakyat) daripada kepentingan (baca: keinginan) mereka sendiri.


Begitu juga dalam menentukan jadwal DPRD, kalau Obama menyatakan dengan tegas ‘’tidak bisa mengatur jadwal parlemen ‘’ kalau di Indonesia termasuk di daerahku tercinta…oh itu malah sangat bisa, karena kegiatan sebesar sidang paripurna biasanya ditentukan dulu oleh Protokol yang berdasarkan kepada jadwal ‘’Bapak ‘’, bahkan bisa saja agenda yang sudah disesuaikan ditoleransi untuk diundurkan hanya karena mendadak ada panggilan ke Jakarta, rapat dipropinsi, peresmian ini dan sebagainya. Dan biasanya mengikuti jadwal seperti ini yang lebih sering terjadi. Dalam kondisi ini ‘’siapakah yang mengatur siapa..? ‘’


Hmmmm…tulisan ini hanya inspirasi iseng saat menonton wawancara Nababan dan Obama tersebut, namun menjelang mata terlelap saya masih berangan…walaupun dalam kapasitas yang keci..cil…cil…ciiiill…….. seandainya pemimpin yang ada di negeriku saat ini mulai meniru Obama, bahwa untuk suatu kegiatan atas nama apapun itu janganlah sampai meninggalkan suatu prioritas untuk kepentingan rakyat (masyarakat)…..ontahlah….



Kampar, 22 Maret 2010

-Ummu Bintang-

Rabu, 17 Maret 2010

Ketika Balimau Kasai Digugat (Lagi....)

Harusnya Kita Sudah Tersadar

Ada hal yang menarik ketika pertemuan antara kantor Depag Kampar dengan Pemkab Kampar di Bangkinang Jumat (12/3) pekan lalu, dalam pertemyan ini Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur, SH, MM secara halus (namun mengenaaaa banget) memberikan kritik membangun tentang pelaksanaan acara budaya Balimau Kasai yang dinilainya beberapa tahun terakhir telah sedikit berubah dari tradisi balimau kasai sesungguhnya.


Menurut Ketua Tariqat Naqsabandy tersebut harusnya pihak-pihak berkompeten di Kabupaten Kampar seperti Pemdakab, ninik mamak, tokoh agama, generasi muda mengemas acara balimau kasai itu jadi acara budaya bernuansa agama. ‘’Kan, aneh, bila pemuka adat tepatnya ninik mamak dan aparatur pemerintah melihat anak keponakan mandi-mandi di Sungai Kampar. Menonton orang mandi itu bukan bagian dari budaya balimau kasai, ujar Asyari Nur sambil tersenyum.

Dulu....menurutnya pada awal acara balimau kasai yang diketahuinya saat salah satu muridnya datang kerumah guru ngaji untuk meminta maaf sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Sedangkan seluruh lapisan masyarakat secara sadar dan ikhlas mendatangi orang-orang tua di kampung, para tokoh agama dan tokoh adat untuk saling bermaaf-maafan dengan diiringi rasa kekeluargaan yang mendalam, kebersamaan yang hakiki yang diperlambang dalam bentuk makan bajambau.


’’ Jadi mengapa kedepan tradisi Balimau Kasai tidak dikemas dalam nuansa agama seperti menggelar acara khattam Al-Qur’an, pemberian santunan untuk anak yatim, pemberian bantuan untuk orang-orang miskin, bantuan untuk anak-anak berprestasi dibidang pendidikan atau pun pemberian penghargaan bagi pemuka agama dan tokoh masyarakat yang pantas diberi penghargaan atau memberikan modal usaha bagi keluarga miskin dan kegiatan gotong royong pembersihan tempat-tempat ibadah dan lembaga pendidikan agama serta melaksanakan acara hiburan bernuansa tradisi dan sekaligus bernuansa agama ’’ usulnya


Kritikan yang disampaikan Kakanwil Depag ini sebenarnya bukan kritikan yang pertama tentang kegiatan Balimau Kasai, banyak pihak yang sudah mencoba mengingatkan tentang betapa Jauhnya tradisi budaya itu bergeser bahkan sudah tidak bisa disamakan antara balimau kasai dulu dan sekarang.

Tapi sayangnya gugatan demi gugatan bahkan yang disampaikan ulama sekalipun sepertinya tidak mampu membangun Pemkab atau masyarakat yang sudah tertidur dibuai dengan istilah event budaya (entah budaya mana itu…) Balimau kasai saat ini adalah kegiatan seremonial kedatangan pejabat baik tingkat propinsi atau kampar, lalu ada lomba sampan hias dan acara inti…mandi mandi..berbaur lelaki perempuan didepan Mamaknya, bersama ughang somondo, hilang sudah malu…….


Yang mengherankan ini malah digadang-gadangkan, walaupun sudah dibungkus dengan aneka lomba seperti lomba azan, rebana dan sebagainya namun kegiatan mandi bareng tetap acara utama..dan dikatakanlah ‘’ kegiatan pariwisata kampar ‘’ .

Pernyataan ini yang membuat saya heran..pariwisata dari mana? Wong ndak ada turisnya, jangankan turis luarnegeri..luar Kabupaten Kampar juga tak ada, kalaupun ada yang datang dari Pekanbaru ..itu ughang Kampar Juga. Lebay…..

Dan yang lebih heran lagi, dalam diskusi saya denga salah satu staff dinas pariwisata Kampar malah merencanakan akan memajukan pelaksanaanya dua atau tiga hari sebelum ramadhan, dengan alasan agar tidak menganggu sholat tarawih pada malam pertama ramadhan karena seremonial dengan pejabat cukup lama dan menyita waktu dan dengan lapangnya hari maka akan banyak kesenian yang bisa ditampilkan.

Walaupun alasannya kedengaran logis namun menurut saya preeeettttt….nggak mutu. Lha iya lah, balimau kasai itu bukanlah acara seremonial dan bukan untuk tari-tarian, namun esensialnya adalah pembersihan diri seperti minta maaf kepada orang tua dan saudara-mara, mengunjungi orang tua dan sanak yang laim. Lagipula siapa suruh melaksanakans eremonialnya petang hari..wong zaman dahulunya kegiatan dimulai pagi hari dimana para Ninik mamak dikenegerian naik ke balai adat dan saling berunding untuk kegiatan pembangunan setahun berikutnya…..lalu sekitar usai dhuha mereka pulang saling bersilaturahmi dan ba’da asyar mandi membersihkan diri ditepian masing masing….


Lalu darimana datangnya pacu sampan hias yang habisnya uang daerah berjuta-juta bahkan ratusan juta, darimana datangnya acar seremonial dan darimana datangnya mandi bareng? ……hmmmm jalan dianjak orang yang..ontahlah…


Banyak pihak sudah mengingatkan namun sayangnya yang tidur ini sangat lelap bahkan munkin ngorok sehingga tidak terdengar orang yang menjagakan, entahlah kalau dengan kritikan dari kakanwil depag ini..karena saat itu wajah wajah pejabat yang hadir cukup memerah..semoga ya Pak…….



Kampar 17 maret 2010

-Ummu Bintang-

Senin, 08 Maret 2010

Jodohku Boneka Barbie

Siapa yang tidak kenal dengan boneka Barbie, mainan asli Amrik itu digandrungi banyak pihak bukan hanya anak anak namun juga orang dewasa, dan boneka Barbie ini mengingatkan kisahkan dengan seorang teman baikku. Sudah berapa bulan ini dia pusing dengan pertanyaan orang tua dan orang sekelilingya tentang kapan ia akan menikah, yaa.pertanyaan yang wajar karena dengan umur sudah kepala tiga, ekonomi yang lumayan mapan dan pekerjaan yang menjanjikan temanku itu belum juga menikah, padahal kutahu ia pernah pacaran beberapa kali, entah kenapa Jodoh juga belum nyangkut.

Pagi tadi ia menemuiku dan berkata: Kak Carikan aku istri dunk…dah pusing dengan desakan orang tua, lagipula aku memang dah ngebet kawin. Dengan penuh perhatian aku bertanya: syaratnya apa ? ‘’ Oh nggak macam-macam kok kak, asalkan cantik dan enak dipandang sehingga bisa dibawa keteman teman, pintar…. Piawai urus duit, lembut, baik hati, sholehah. Pintar masak, jago ngurus rumah dan sayang anak anak, taat dan patuh pada mertua, hmmm satu lagi kak, dia juga harus paham music dan politik sehingga kalau diajak diskusi nyambung dan lebih baik lagi kalau dia juga paham bola..

Aku mengangguk serius, sebenarnya dalam hati aku ingin bertanya..perlu yang jago di…… ndak? Tapi takmunkinlah menyampaikan pertanyaan yang sumbang itu, makanya aku berikan janji untuk bertemu siang ne..sambil memperkenalkan gadis itu karena aku sudah punya kenalan yang cocok dengan kriterianya. Dan siang ini kami bertemu..temanku itu terpaku memandang gadis cantik yang kuperkenalkan padanya..gadis ITU sangat cantik dan ia bernama: BONEKA BARBIE.

Awalnya temanku ini menyangka aku bergurau..dan mukanya memerah. Namun ketika aku mengangguk ia menjadi marah dan mengira aku mempermainkannya. Boneka Barbie yang kupinjam dari ponakanku itu sempat dibantingnya namun karena melihatku melotot gadis cantik itu dipungutnya kembali.

Sungguh aku tidak bergurau walaupun kuakui caraku ini agak tidak lazim dan sedikit ‘’kasar ‘’. Maka aku tidak sakit hati saat temanku itu marah (dan samai tulisan ini kubuat ia masih marah). Aku tidak mengenal gadis yang memenuhi syarat yang diajukannya kecuali Barbie. Barbie adalah gadis yang sangat cantik, bahkan bangun tidurpun Barbie terlihat sangat cantik, ukuran matanya, hidungnya, bibirnya sangat proporsional, begitu juga untuk ukuran pinggan, perut dan pahanya..sangat ideal..dan itulah yang diinginkan temanku itu bukan.

Barbie dalam filmnya juga dikenal sebagai gadis yang lembut dan baik hati, senyumnya dan ucapannya selalu membuat pangeran tergila-gila, Barbie juga jago masak, menyulam, menari, bahkan bermain senjata. Barbie adalah putri raja yang memimpin negeri makanya Barbie akan sanga paham politik. Sehingga aku tidak salah mengenalkan Barbie padanya bukan? Kalau ditanya pada para gadis atau para jomblowati dimanapun saat ini apakah mereka sanggup memenuhi semua syarat itu sekaligus? Jawabnya pasti: Nggaaaak….

Namun lebih pada itu..sebagai teman yang dianggapnya Kakak, saya ingin mengingatkan temanku itu bahwa kalau ia mencari jodoh dengan sosok seidial itu maka tidak akan ditemukannya pada gadis manapun kecuali pada Barbie, kita bolehlah menghayalkan akan punya calon yang sempurna namun kesempurnaan yang terbatas.

Siapa yang tak inginkan Istri yang cantik? Namun tidak bias dapatkan cewek cantik, pintar, baik hati dan bla bla sekaligus, karena manusia termasuk perempuan tidak ada yang sempurna, pasti ada kekurangannya, kadang..gadis itu sudah cantik, lembut tapi tidak suka bola dan politik, atau mengerti bola, politik namun tidak jago masak, jago masak..belum tentu cantik…..pasti ada kekurangannya.

Lalu mengingatkan syaratnya yang begitu komplit maka tak ada yang lebih tepat selain Barbie, sayangnya ia hanya boneka karena bonekalah yang bisa sempurna karena hanyalah mainan, Kadang kita terlupa memandang dan berharap terlalu tinggi akibatnya membuat kita semakin jauh dari yang kita inginkan..seperti Jodoh yang rasanya semakin jauh karena banyaknya daftar standart yang kita tetapkan.

Lalu apakah kita harus menerima begitu saja? Harusnya disambut siapa saja yang datang tanpa memilah. Tentunya Tidak. Bukankah dalam agama disebutkan (kira-kira begini), Nikahilah oleh perempuan karena empat hal, pertama karema hartanya, kedua karena keturunan, karena kecantikan dan karena agamanya, maka yang terbaik adalah karena agamanya. Ini sudah menjadi juklak dan juknis yang jelas dalam mencari pasangan hidup.
Agama juga menyatakan agar ‘’laki laki menikahi perempuan yang disenanginya….. ‘’ artinya perempuan yang dicintainya sehingga muncul mawaddah warahmh, artinya syarat untuk menikahi seorang perempuan tidaklah terlalu besar hanyalah..agamnya baik dan kita mencintainya.

Saya tidak akan bicara dalam persepsi agama, karena penafsiran yang berbeda, namun setidaknya kalau agamanya baik maka insyAllah yang lain juga akan sama, dan kalau kita mencintainya ..kekurangan itu akan tertutupi dengan sendirinya. Sehinga syarat cantik, kaya dan pintar tidak akan berlaku karena itu akan digerus waktu.

Jadi adindaku..(untukmu temanku …) maafkan aku hari ini, karena mengingatkanmu dengan cara ini, kufikir..pencarianmu akan sosok Barbie harus sudah berakhir dan serahkan semuanya pada Tuhan dan tempuh protap yang sudah dianjurkan agama, sehingga orang tua dan sekelilingmu tidak akan mendesakmu hanya untuk sosok yang entah ada entah tidak.
Buat diriku sendiri..ini juga sekaligus mengingatkan untuk tidak lama terlena..dan bagi anda teman-temans yang lain yang membaca artikel kita, saya hanya mengingatkan kalau kita memang tidak ada yang sempurna termasuk yang menulis artikel ini, jadi kalau salah itu murni datangnya dari saya dan saya masih belajar dan kalau aa yang benar semoga ini menjadi manfaat,

Barangkali kita perlu renungkan, pasangan kita saat ini (bagi yang sudah punya pasangan) dan orang lain (bagi yang masih jomblo) adalah sosok manusia biasa, bukanlah Barbie..maka terimalah kekurangan mereka, sifat mereka dan segala yang ada pada dirinya. Selagi ia masih mentaati Tuhannya dan mencintai kita sebagai pasangan..maka semuanya akan baik baik saja.


Kampar, 8 Februari 2010
Salam manis
-Ummu Bintang-



Jumat, 05 Maret 2010

Tuhan Episodekah ini?



Tuhan..apakah ini episode yang baru...?
dan haruskan kuikuti episode ini...
Sanggupkah aku Rabb...?

Episodekah ini?
dimanakah endingnya?
pada tawa atau airmata?
Sanggupkah aku Rabb..?

Tuhan……

Bisakah aku mengantung harap pada epidose ini?

Harap embun kan kelembutan mentari

Atau harap asap kan belaian angin

Dan tidak hancur dalam burai dan derai…


Tuhan ..
epidosekah ini?


Kampar maret 2010
-Ummu Bintang-

Kamis, 04 Maret 2010

Golden years …untuk anak atau untuk kita?



Golden years atau tahun-tahun keemasan anak biasanya digunakan untuk rentang waktu masa pertumbuhan terbaik bagi anak, rentang waktu emas bagi anak inipun terdiri dari beberapa versi, ada yang menyebutkan antara 0-5 tahun, ada juga yang menyebutkan antara 0-12 tahun bahkan lebih dari itu, tapi apapun itu..golden years adalah tahun-tahun dimana anak sebaiknya mendapatkan apa saja yan terbaik dari orang tua dan lingkungannya, makanan, pelajaran, kasih sayang dan segalanya.


Golden years adalah waktu dimana anak mengalami masa terbaik, namun benarkah masa terbaik itu hanya untuk anak saja? Tidakkah golden years ini juga masa terbaik bagi kita orang tua? Kadang kita menganggap masa awal pertumbuhan buah hati kita awal yang bisa menuruti scenario yang kita inginkan, apalagi pekerjaan, tuntutan hidup dan alasan demi si buah hati agar hidup layak, tercukupi dan masa depanya terjamin maka Golden years bagi kita lebih pada memberikan nutrisi yang cukup, rumah dan pakaian yang layak, pendidikan yang sempurna dan lain lainnya.


Dan terkadang saat itu kita berusaha semaksimal munkin memenuhi kebutuhan itu, hingga tak sadar meninggalkan mereka begitu lama, anak yang merengek setiap petang,anak yang merengek minta ditemani makan, maen dan bercerita kadang membuat kita kesal karena keletihan mencari yang terbaik untuk mereka, dan saat itu kita berkata : dedek mainnya sama Mbak aja ya…


Namun tahukah kita….. bahwa saat itulah masanya kita bisa bersama sang buah hati karena pada masa pertumbuhan itulah mereka bisa kita miliki sepenuhnya, dan ini tidak akan berlangsung lama. Tahun pertama sang buah hati benar benar tergantung sepenuhnya pada kita 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Namun saat itu karena satu dan lain hal banyak kita meninggalkannya pada orang tua, pengasuh dan sebagainya……..Saat emas kita paling berharga..berkurang sedikit walaupun nilainya malah sangat tinggi.


Tahun kedua dan ketiga…anak masih sangat tergantung kepada kita namun ia sudah mulai mengenal orang orang lain diluar orang tuanya, nenek, kakak, kakak, adik, sepupu, paman, makcik, Mbak pengasuh dan sebagainya. Ketika pulang kerja ketika ingin memeluknya sianak berkata: ma dedek main sama eyang ya…kita mulai kehilangan 20 persen masa emas kita bersamanya…


Tahun keempat, lima dan enam..buah hati kita memasuki dunia sekolah walaupun hanya prasekolah,Playgroup, TK, tempat dimana mereka mempunyai dunia baru, teman teman baru, munkin mereka masih menangis saat ditinggalkan namun mereka juga punya dunia lain diluar orang tuanya sehingga saat kita ingin menunjukkan mainan yang kita beli si anak malah menunjukkan majalah yang diberikan gurunya, saat kita mengajaknya maen bareng dirumah si anak merengek minta diantarkan kerumah temannya. Kita mulai kehilangan 40 persen masa emas kita bersamanya.


Umur tujuh, delapan dan sembilan tahun….anak memasuki sekolah dasar dan ia mulai mempunyai teman masa kecil, yang nyaman bermain barbie, yang asyik diajak bersepeda sehingga begitu kita kangen memeluknya usai kerja …asisten rumah tangga kita berkata : ‘’bu..si adek lagi main ke rumah temannya tapi katanya PR sudah selesai….kita kehilangan lebih separuh masa emas bersamanya.


Umur sepuluh, sebelas dan dua belas tahun…sikecil sudah mulai belajar mengenal dirinya, ia juga sudah disibukkan dengan persiapan masa depan, les ini dan itu, sehingga sore itu ketika ada keluarga lain kerumah dan kita memanggilnya si anak menjawab.. Maa….aku pergi belajar kelompok ya, atau ketika kita mengajaknya jalan jalan si anak menjawab Pa….besok adekkan ada perkemahan. Kita sudah kehilangan 70 persen masa emas itu


Umur tiga belas, empat belas dan lima belas, buah hati kita bukan bocah kecil lagi namun ia mulai belajar tentang hidup, dan saat itu punya teman lain yang jauh lebih dipercaya, saat ia murung kita bertanya ia hanya mengeleng namun ia bercerita dengan gamblang kepada temannya dan saat kita memaksa mengajaknya makan diluar dengan santai ia berkata aduuh Ma…adek dah janji tadi makan malam ma teman-teman....ntar dibilang nggak kompak lagi……..sadarlah kita kita bukan satu satunya bagi mereka dan hamper 80 persen masa emas itu sudah lepas


Lalu tahun tahun selanjutnya tahun tahun dimana mereka benar benar menjadi anak panah, lepas dari busur dan mencari duninay sendiri, kegiatan sekolah, kuliah, acara dengan teman teman membuat masa kita hilang walaupun tidak 100 persen namun suda mencapai 99 persen…….


Dan Bayangkan… saat kita sudah tidak lagi menjadikan kebutuha hidup sebagai urusan nomor satu, dimana kita tidak lagi mempunyai daya sekuat saat ini dan ingin bercerita tentang encok atau mimpi buruk..maka anak akan berkata : maaf ya Ma kerjaan dikantor sungguh menumpuk, Ma.. dewi minta ditemani belanja, Ma aku tugas luar kota..Ma aku begini….. aku begitu ..Mama ditemani Mbak aja ya…


Ternyata masa emas itu tidak hanya penting bagi anak anak kita namun sangat berharga bagi kita orang tuanya, karena saat itu kita benar benar bisa memeluknya dan memilikinya seutuhnya, menciumnya kapanpun kita inginkan…lalu kenapa kita harus repot dengan rengekannya saat ini karena itu tidak akan berlangsung lama, kenapa kita merasa kesal kalau ia ingin ikut kemanapun kita pergi karena tidak selamanya kita bisa membawanya..dan kenapa kita nyaman meninggalkanya terlalu lama padahal kebersamaan itu hanya sebentar saja sebelum mereka punya tempat duduk yang lain.


Lalu kenapa tidak kita manfaatkan hari ini, saat ini..untuk memeluknya lebih lama, tertawa bersamanya lebih lama karena waktu akan menggerusnya dari kita dan membuatnya begitu berjarak walaupun itu dengan alasan yang sama yang kita berikan yaitu tuntutan hidup…..mari kita renungkan. Munkin kita tidak bisa memberikannya sepenuh yang kita inginkan namun kita bisa mensiasatinya dengan memanfaatkan yang tersisa dari semua yag ada, karena satu hal yang tidak pernah bisa kita ulang kembali..yaitu waktu yang sudah berlalu. Mentari tidak akan mundur kebarat namun ia akan tetap berputar kembali ketimur ..sehingga hari yang telah hilang akan tetap hilang..



Kampar 3 Maret 2010

-Ummu Bintang-



Design by Amanda @ Blogger Buster