Selasa, 15 November 2011

Pilkada Kampar ''Bisa '' Rusuh

Putusan Mahkamah Konstitusi yang menolak gugatan yang disampaikan oleh balon Independen dalam pilkada Kampar kamis malam (10/11) membuat lega banyak pihak, lega karena pilkada kampar tidak perlu diulang, lega karena kampar tidak perlu mengeluarkan dana yang besar untuk kegiatan demokrasi itu lagi, dan lega rasanya karena Pilkada kampar benar-benar menjadi Pilkada yang aman di Riau dan bahkan menjadi pilkada terbaik di Indonesia.

Sebutan ini rasanya pantas, karena dalam perhelatan pilkada yang digelar beberapa daerah di Riau dalam tahun 2011 ini bahkan tahun sebelumnya, belum ada pilkada seaman dan sekondusif pilkada di Kampar, pilkada kota Pekanbaru misalnya, kota yang berbatasan langsung dengan kampar ini sampai saat ini persoalan pilkadanya belum selesai, malah semakin rumit dan berbelit-belit. Begitu juga dengan pilkada di beberapa daerah lain, bukan hanya persoalan di MK namun aksi demo dan anarkis mewarnai pasca pilkada, dan alhamdulillah kondisi ini tidak terdapat di Kampar.

Dalam perjalanan tahapan pilkada Kampar yang dimulai April 2011 yang lalu, sebenarnya sangat banyak celah yang bisa menimbulkan kerusuhan. Bahkan berbulan-bulan jauh sebelumnya potensi untuk rusuh itu ada, namun sekali lagi, itu hanyalah bibit-bibit lemah yang gagal untuk tumbuh menjadi onar dalam pilkada kampar.

Dalam catatan saya, ada beberapa kali peluang untuk mengubah citra Pilkada kampar menjadi pilkada rusuh, dimulai dari niat pasangan Burhanuddin Husin MM dan Zulher MS untuk maju bersama, karena pada awalnya massa pendukung Sekda kampar tersebut sangatlah menginginkan agar Zulher maju sebagai calon Bupati Kampar. Bahkan salah satu kelompok massa pernah menyampaikan statemen: bahwa mereka hanya akan mendukung Zulher kalau berada di posisi calon Bupati, dan selain posisi tersebut maka dukungannya akan dialihkan ke pasangan lain.

Zulher yang saya yakin sangat menghormati keinginan pendukungnya, ini hanya menyambut dengan senyuman. Dalam acara donor darah di Gunung Sahilan tanggal 30 mei 2011, saat diwawancarai soal itu Zulher dengan tegas menyatakan” Saya kenal betul siapa Burhanuddin Husin dan saya yakin niat baiknya dalam melanjutkan program yang belum diselesaikan pada periode sebelumnya, maka saya Siap untuk mendampingi Beliau dan mengambil posisi sebagai waktil bupati Kampar.

Tentu saja pendukungnya kecewa, protespun terdengar dimana-mana, termasuk dalam tubuh partai Golkar, partai pengusung pasangan ini. Namun Zulher tetap yakin dengan putusannya, hingga akhirnya yang protespun tidak bisa berbuat apa-apa. Burhan-Zulherpun menyatakan diri sebagai pasangan IDEAL dengan koalisi Kampar Bersatu yang didukung oleh tujuh partai politik.

Potensi masalah lainnya adalah ketika tanggal 10 Juni 2011, hanya dua bulan sebelum pendaftaran, ketua KPUD Kampar H Asri Hamzah menyatakan pengunduran dirinya secara mendadak. Ini mengejutkan banyak pihak, karena walaupun Asril Hamzah beralasan kesehatan yang memburuk dan kesibukan sebaga dai yang padat, tetap saja banyak pihak menduga ada konspirasi politik dibelakang semua itu, Asril Hamzahpun digantikan oleh Drs Syafril Abdullah yang diragukan banyak pihak bisa bersikap tegas dalam menolak intervensi pihak lain.

Sebulan usai Asril Hamzah mengundurkan diri, tanggal 25 Juli 2011 sekretaris KPUD Kampar Abdul Rivai digantikan oleh Drs Zulkifili Syukur MA, pergantian mendadak ini kembali mengejutkan banyak pihak, dugaan Zulkifli ditempatkan di KPUD ini agar bisa mengatur kemenangan bagi salah satu calonpun berkembang, sempat ada dua kali aksi sekelompok kecil massa yang mendatangi KPUD kampar menanyakan hal itu, namun lagi-lagi waktu membuktikan kondisi kembali berjalan normal. Syafril Abdullah dan Zulkifli walaupun ditentang dan diragukan banyak pihak, terbukti mampu mengantarkan perhelatan hingga usai.

Potensi masalah lainnya, adalah ketika Jefri Noer menentukan pilihan pada H Ibrahim Ali sebagai wakilnya. Putusan Jefri ini mendapat berbagai reaksi dari banyak pihak, karena kader dari PKS kampar digadang-gadangkan akan mendampingi mantan bupati kampar periode 2001-2006 tersebut. Betapa tidak, PKS lah yang pertama kali menyatakan mengusung Jefri Noer sebagai calon bupati kampar, bahkan disaat partainya sendiri yaitu Partai Demokrat masih meragukan Jefri, PKS dengan tegas dan tekad bulat menyatakan tetap akan mengusung Jefri Noer.

Dukungan tentunya bukan tanpa pamrih, selain sebagai partai utama dalam koalisi, PKS mengharapkan kadernya sebagai calon wakil bupati yang akan mendampingi Jefri, dan ini keinginan yang wajar. Diberbagai pilkada di beberapa daerah, PKS memang selalu menempatkan kadernya sebagai calon wakil bupati, seperti di pilkada Pekanbaru yang menempatkan Ayah cahyadi sebagai wakil mendampingi Firdaus, begitu juga sebelumnya, kader PKS Teguh Sahono mendapatkan posisi wakil ketika berkoalisi dengan Golkar saat mengusung Burhan-Teguh dalam pilkada Kampar 2006. Maka tak heran, kalau harapan yang sama juga ada pada dipilkada 2011 ini. Beberapa nama kader terbaiknya muncul, seperti Syahrul Aidi LC MA yang saat ini menjabat sebagai wakil DPRD kampar, Drs Darmis , Ketua DPD PKS Kampar, Teguh Sahono yang menjabat sebagai wakil bupati dan incumbent bahkan muncul nama Sofyan Syirooj Lc, kader PKS dari Airtiris.

Sayangnya, tidak satupun nama nama kader terbaik PKS itu yang membuat Jefri Jatuh hati meminangnya, malah yang muncul nama Ibrahim Ali, PNS di kantor keimigrasian Batam sekaligus Pengusaha sukses di Batam. Walaupun Ibrahim Ali adalah putra Kampar aslii, yang dilahirkan dan dibesarkan di desa Palung kecamatan Tambang, Namun 80 Porsen masa hidupnya dihabiskan di Batam. Maka Ibrahim Ali adalah newcomer dalam dunia politik di Kampar dan sosok yang sangat tidak populer bagi masyarakat Kampar. Namun Jefri adalah Jefri, yang tetap kokoh dengan pendapat yang dianggapnya benar, maka kandaslah impian PKS mendudukan kadernya di eksekutif untuk periode 2011-2016.

Pilihan Jefri ini membuat banyak pihak kecewa terutama dari kalangan internal dan pendukung PKS, ada opsi PKS akan menarik dukungannya dari jefri. Bahkan dalam satu wawancara dengan awak media, ketua PKS Darmis ditanyai, apakah pilihan Jefri ini akan mengurangi semangat juang PKS memenangkan Jefri?. Dengan kepolosan dan kejujuran seorang ulama, Darmis menjawab: ‘’Munkin akan berkurang sedikit’. Statement Darmis ini segera diluruskan oleh salah satu pengurus PKS dengan bahasa diplomatis, bahwa Ibrahim Ali sudah dianggap salah satu kader PKS. Aksi sikap kecewa sebenarnya pernah ditunjukkan sekali oleh pengurus PKS, yaitu saat pendaftaran calon ke KPUD, PKS sebagai partai pengusung malah tidak turut mengantarkan Jefri-Ibrahim ke kantor KPUD, bahkan dukungan baru mereka teken sehari sebelum masa pendaftaran berakhir. Namun pengurus PKS tetap membutkikan komitmen mereka, dalam masa kampanye dan pemenangan, PKS terbukti tetap memberikan dukungan dan semangat juang yang sama untuk memenangkan pasangan Jefri Noer-Ibrahim Ali. Sekali lagi, potensi rusuh di pilkada teratasi sudah.

Dalam logistik pemilu, potensi kerusahan dalam pilkada muncul dari penetapan DPT, karena dari 486.280 DPT yang ditetapkan oleh KPUD kampar, diduga 5000 lebih diantaranya DPT ganda, Protespun dilayangkan ke Panwaslu kampar yang segera bertindak untuk memverifkasi, akhirnya dari 5000 DPT ganda tersebut, hanya 975 saja yang terbukti ganda. KPUD kamparpun segera mengistruksikan agar PPS yang bersangkutan segera mencek DPT ganda dan hanya mengizinkan satu saja pencoblosan. Walaupun sedikit rumit namun masalah DPT ini akhirnya tuntas -tas -tas dan tidak ada komplein.

Potensi kerusuhan lain adalah, saat penetapan calon terpilih di Labersa Hotel yang dilaksanakan tanggal 14 Agustus 2011, dimana KPUD kampar menetapkan pasangan H Jefri Noer-Ibrahim Ali sebagai pemenang dengan perolehan suara sebanyak 125.231 suara atau sebesar 45, 85 % , mengalahkan pasangan Burhanuddin Husin MM yang mendapat dukungan 110.792 suara atau 40,56% dan pasangan Nasrun Efendi-TM Nizar dengan 36.895 suara atau 13,58%. Siapapun yang hadir di labersa Hotel saat itu pastilah cemas, karena saat penetapan hasil suara ini pasangan Burhan dan Zulher tidak ada yang hadir, bahkan tim sukses dan pendukungnya pun tidak menampakkan batang hidungnya. Banyak pihak menduga akan ada bantahan, bahkan ada penolakan besar-besaran. Ditambah pula pengamanan yang super ketat di hotel termewah di Kampar itu menambah aroma ketegangan yang luar biasa. Namun akhirnya Agus S saksi dari Burhan-Zulher akhirnya muncul dan menyakan mereka menerima perhitungan. Tarikan nafas lega mengirini pembacaan surat keputusan KPUD Kampar nomor : 050/KPT/KPU-KPR-004.435228/10/.2011 tertanggal 14 Oktober 2011 tentang penetapan pasangan terpilih. Kerusuhan karena penolakanpun usai.

Potensi yang terbesar dalam pilkada kampar, adalah adanya gugatan dari pasangan balon independen Hardiman –Indra Putra. Hardiman yang menyerahkan dukungan sebanyak 31.023 ini ternyata yang dinyatakan sah oleh KPUD hanyalah 10.808 saja, masih sangat jauh dari syarat yang ditentukan yaitu 32.000 dukungan. Putra Batu belah kecamatan kampar inipun protes dan menuduh KPUD Kampar tidak melaksanakan verifikasi dengan benar. Maka gugatanpu dilayangkan, awalnya ke PTUN Pekanbaru yang sepertinya tidak memberikan hasil yang memuaskan. Hardimanpun melanjutkan gugatannya ke Mahkamah konstitusi dengan gugatan NO Nomor : 385/PAN.MK/X/2011.

Gugatan Hardiman ini membuat Kampar yang sudah senang dengan akhir pilkada yang manis menjadi gelisah, bagaimana kalau gugatan Hardiman ini dikabulkan MA, haruskah pilkada Kampar bernasib seperti Pilkada Pekanbaru dalam versi yang berbeda?. Maka perhatian politipun tercurah ke gedung MK di Jakarta. Dan akhirnya kamis malam, MK memberikan jawaban bahwa gugatan Hardiman ditolak dan tahapan pilkada Kampar dinyatakan sesuai dengan aturan.

Ini adalah keputusan yang melegakan sekaligus indah, betapa tidak, selain tidak memgharuskan pilkada Kampar diulang, Hardiman sendiri usai putusan sidang menyambutnya dengan legowo. Malah dengan tenang Hardiman menyatakan baginya yang penting bukan kalah atau menang, tapi proses demokrasi yang sudah dijalankan Kampar. Sungguh pernyataan yang romantis dalam politik.

Aman dan tertibnya pelaksanaan pilkada di Kampar memang bukan hanya karena Kampar mampu mengatasi semua celah rusuh itu dengan baik, tapi juga manusia yang mendukungnya juga punya niat baik yang sama. Pihak kepolisian misalnya, menyikapi bijak kondisi dan aura panas yang ada. Ketika salahsatu warga, Najmul Qomar memberikan laporan pencatutan tanda tangan ke mapolres Kampar, Kapolres Kampar AKBP Trio Santoso dengan santun mempersilahkan Najmul menyampaikan aduan ini terlebih dahulu ke panwaslu. ‘’Ini ranah pilkada dan sudah ada lembaga panwaslu yang menyelesaikannya ‘’ujarnya bijak.

Ketenangan Trio, yang dinobatkan sebagai Kapolres paling cool yang pernah bertugas di kampar, dalam menyikapi potensi rusuh ini juga ditunjukkannya selama tahapan, berulang-ulang kali bahkan sangat sering, Trio bicara pada awak media agar sama sama menciptakan kondisi aman. ‘’Tolong sampaikan pada warga, tolong himbau warga dan semua elemen yang ada untuk menjaga pilkada ini. Tolong minta semua pihak memberikan bukti sayangnya pada Kampar dengan berlaku tertib dan berbesar hati dalam pilkada ini. ‘’. Ucapan tolong ini sangat sering disampaikan Trio dan itu diaplikasikanya pada aparatnya menjelma menjadi kenyataan. walaupun ada beberapa kali aksi demo di KPUD Kampar di Bangkinang, namun segera diatasi dengan baik. Prinsip; “Pendemo Senang, Polisipun Tenang “ benar-benar nyata dilapangan.

Dalam politik tentu semuanya punya ambisi dan kepentingan dan pilkada adalah perhelatan politik. Namun niat baik untuk kebaikan kampar mengalahkan semua itu. Sikap ini ditunjukkan dengan kesatria oleh dua pasangan yang kalah dalam pertarungan seperti pasangan Nasrun-Nizar, yang langsung menyatakan selamat dan dukungannya kepada pasangan terpilih Jefri Noer- Ibrahim Ali. Sikap ini juga ditunjukkan oleh pasangan Burhan-Zulher.

Burhanuddin Husin MM malah membuktikan sikap legowonya, dengan mengusung langsung persiapan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih. Dalam rapat yang dihadiri seluruh kepala dinas, instansi dan camat se kabupaten kampar ini (9/11) yang lalu, Burhan memastika bahwa acara pelantikan itu berlangsung sebaik dan semeriah mungkin. ‘’Ini adalah tanggung jawab kita bersama, walaupun saya kalah namun saya berbesar hati, karena jabatan bukanlah yang utama ‘’ujarnya.

Burhan juga menjanjikan bahwa hingga akhir pilkada kampar akan menjadi pilkada terbaik se Indonesia. Dengan jujur ia berkata, ibarat ikan, kerusuhan dan tidak aman saat pilkada gantung kepada kepala, kalau kepalanya baik maka ekornya juga akan mengikuti. Dan sebagai kepala, Burhan sudah menunjukkan niat baiknya.

Semua potensi kerusuhan itu berakhir sudah, dan Kampar bisa dengan bangga menyatakan pilkada kamparlah yang terbaik di Riau bahkan di Indonesia saat ini. Memang masih ada sedikit PR yang tersisa, seperti nasib sekretaris KPUD Kampar Zulkifli yang rencannya akan dipolisikan karena memberikan kesaksian palsu. Namun kalau boleh berharap, sebaiknya pihak yang berkepentingan dalam kasus ini juga meniru sikap berbesar hati pihak yang lain hingga pilkada Kampar tidak ternoda.

Karena masih banyak PR-PR lain yang perlu diperhatikan, seperti masih ada 40 % tingkat kemiskinan di Kampar yang perlu diatasi, masih banyak sarana dan infrastruktur yang perlu dibenahi dan masih banyak persoalan lain yang perlu diselesaikan. Dan itu butuh kosentrasi lebih besar.

Walaupun pelantikan belum dilaksanakan, saya ingin mendahului memberikan apreasiasi kepada Burhan-Teguh Sahono yang sudah memberikan sumbangsih yang cukup besar untuk kampar selama lima tahun ini, begitu juga untuk Drs Zulher MS yang sudah memberikan pengabdian tidak terkira kepada daerah selama masa baktinya di kampar. Dan kepada pasangan Jefri Noer-Ibrahim Ali saya sampaikan ucapan selamat memimpin Kampar kembali. Kebesaran seorang pemimpin bukanlah hanya saat ia bisa memenangkan hati rakyat, namun juga saat ia bisa mewujudkan janjinya pada rakyat. Dan kampar menunggu itu.

Sabtu, 12 November 2011

Pilih anak Lelaki atau Anak Perempuan


‘’Iyaa... Mama Angga, anak gadisnya pak Sofyan itu lho...yang masih kelas satu SMP itu ‘’ ujar salah satu perempuan pada temannya, sambil berceloteh riang mereka menuju ketempat bangku taman yang aku duduki. Temannya yang disamping melambaikan tangan dan mengisyaratkan permohonan untuk minta izin duduk bergabung denganku.

Dengan setengah hati aku membalas lambaiannya dan menggeser dudukku segera. Tiga wanita ini segera mengambil tempat duduk, disekeliling meja batu yang dibuat ditengah taman. Ini adalah salah satu hal yang sebenarnya tidak kusukai, berada ditengah para wanita yang suka menggosipkan orang lain. Namun bagaimana lagi, taman ini milik umum dan aku tidak bisa mendominasi tempat duduk sendirian, apalagi ada empat cukup tempat untuk empat orang. Selain itu aku tidak mau mengecewakan Bintang, aku sudah berjanji akan menemaninya dalam acara senam massal ini. Tidak setiap hari aku menemani Bintang disekolah seperti para orang tua TK lainnya, dan aku tidak akan pulang hanya karena gosip mereka ini. Maka dengan separuh ikhlas dan separuh kesal aku memberikan senyum ramah kepada mereka.

‘’Sudah dengarkan Bunda Bintang?, itu lho cerita anaknya pak Sofyan yang kemarin dirapatkan desa ‘’ ujar salah satunya padaku. Aku mengangguk pelan, yaa..mau tidak mau harus terlibat acara infotaimen desa ini. Ibu itu tersenyum prihatin seakan-akan akulah objek yang dibicarakannya.

‘’Sunggu tidak sangka ya, anak yang begitu santun, lemah lembut dan cantik tega berbuat seperti itu. Kalau anak saya begitu munkin saya sudah pingsan karena stress ‘ujarnya mengusap dada. Yah aku juga perihatin dengan kejadian itu. Seorang remaja yang membuat geger kampung karena ternyata sudah hamil enam bulan oleh pacarnya, padahal mereka masih sangat belia.

‘’Saya dengar orang tuanya pingsan kok bu, malah sampai jatuh sakit segala ‘’ ujar temannya yang tadi panggil Mama Angga.

‘’Ya iyalah...orang tua mana yang tidak pingsan kalau anak gadisnya begitu, malah bisa mati berdiri. Mama Angga sih enak, anaknya cowok semua. Nah anakku, dua yang cewek, sudah hampir tamat SD lagi. ‘’ Jawabnya. Perhatianku sekarang terusik.

‘’Memangnya kenapa Bu, kalau anaknya cewek?, apa hubungannya? ‘’tanyaku. Dan kali ini bukan basa-basi.

‘’Duh..... Bunda Bintang ini. Lebih pusing punya anak cewek lho... Punya anak jelek dikatain ndak bisa merawat, punya anak cantik..eh kecil-kecil dah dilirik orang. Trus bagaimana kalau dia pacaran..kitanya ndak tahu. Eee...tiba-tiba hamil. Kan.. kita malu Bunda Bintang. Yang anaknya cowok mah enak, ndak ada resiko apa-apa, tetap utuh, bisa petantang-petenteng sana sini. Lha..Anak gadis kita, walaupun tidak hamil, ya ndak perawan lagi, belum malunya itu lho..bisa ndak laku-laku dia karena orang sudah tahu aibnya , bagaimanapun orang-orang tetap menyalahkan siceweknya..‘ ujarnya nyerocos.

Aku memandangnya sedikit takjub, memang begitukah? Aku yakin Ibu sungguh tidak bicara dari pandangn feminisme sehingga dia meletakkan perempuan sedemikian rupa dibandingkan lelaki. Aku yakin ini hanyalah kecemasan seorang Ibu yang punya dua anak perempuan yang sedang beranjak remaja.


‘’Tapi punya anak cowok juga riskan lho Mama Widya’’ balas Mamanya si Angga tadi. ‘’Coba bayangkan, kalau yang jadi cowoknya anak kita, kita sekolahkan baik-baik, kebutuhannya dipenuhi. Eee..tahunya menghamili temannya sendiri. Mau dinikahin, masih kecil. Jangankan biaya untuk anak bini, untuk diri sendiri masih belum bisa nyari. Kan akhirnya kita juga yang mesti biayain anak istrinya.

Nah itu kalau orang tua cewek itu setuju untuk dinikahin. Kalau ndak..., anak kita dilaporkan kepolisi, trus masuk penjara. Sekolahnya hancur, masa depannya juga suram. Belum lagi kalau dipenjara itu dipukuli atau dianiaya. Duh..saya malah ngeri bu...selama ini kita menjaganya hati-hati bahkan dari gigitan nyamuk, sekarang malah harus mendekam dengan segala siksaaan dipenjara. Belum lagi kalau mereka narkoba, ngebut-ngebut dijalan trus pulangnya sudah jadi mayat, jangankan makan, hiduppun rasanya tidak bisa ‘’ urainya panjang lebar. Sekarang saya yang malah menatap mereka berdua dengan pandangan terpana, sungguh mengerikan.

‘’Bunda Bintang bagaimana ‘’ tanya Mama Angga mengagetkanku dari keterpanaan itu. Dan jujur saja saya bingung harus menjawab bagaimana.

‘’Saya senang punya anak lelaki, seperti Bintang. Munkin karena saya hanya punya satu anak saja. Namun kalau diberi rezeki anak lagi, saya ingin anak perempuan. Soalnya baju dan bando anak cewek cantik-cantik ‘’jawabku pelan. Aku tahu mereka bingung dengan jawaban yang asalan, dan tidak ada korelasinya dengan pertanyaan mereka. Untunglah Yunita, salah satu dari mereka yang dari tadi diam saja membantuku.

‘Bagi saya..punya anak perempuan dan laki-laki sama bahayanya Mama widya, karena mereka sama sama punya peluang untuk berbuat hal seperti itu. Kan ndak munkin ada yang hamil tanpa menghamili, soal narkoba atu ngebut di jalanan, sekarang bukan hanya anak lelaki lho..anak perempuan juga banyak yang begitu ‘’.

‘’Tapi masih mending anak lelaki Bu Yunita, kalau anak kita cewek masih diancam dari orang sekitarnya. Kan sekarang kita dengar ada ayah yang cabuli anaknya sendiri, bahkan ada kakek yang hamili cucunya, ih..ngeri ‘’ Jawab Mama Widya Ngotot.

‘’Yee..sama aja Mama Widya, anak lelaki juga sering disodomi ama anak tetangga, diajarin merokok, bahkan banyak yang jadi preman ‘’ jawab Mama Angga tak kalah ngotonya.

‘’Makanya itu tergantung kita semua, para orang tuanya ‘’ jawab Yunita Menengahi.

‘’Kita memang tidak bisa lengah, saat ini ada komputer dengan internet yang bisa membuat anak kita menonton apa saja. Sekarang ada film dan video porno yang dijual bebas. Belum lagi narkoba yang dijual dimana saja mulai dari harga murah sampai harga mahal. “. Yunita menarik nafas, mencoba melihat reaksi dua wanita itu. Karena keduanya masih terdiam, iapun melanjutkan.

‘’Sekarang juga beli kendaraan mudah, bayar depe lalu bisa dikredit. Nah..kita yang bingung,, ndak dibelikan kok kita kesannya pelit. Tapi kalau dibelikan ntar dipakai ngebut pulangnya jadi mayat, iya kalau langsung mati..kalau cacat seumur hidup?. Tapi disitulah letaknya seni jadi orang tua. Asal ita bisa mengajarkannya agama yang cukup, memberikan contoh tauladan yang baik, dan kasih sayang yang sempurna, saya yakin..anak-anak itu akan tumbuh dengan baik. Toh kita dulu juga anak-anak dan godaan juga banyak. Tapi sekarang kita baik-baik saja bukan? ....


Aku tidak lagi menyimak keterangan Yunita, bahkan aku seperti tidak mendengar gosip mereka selanjutnya. Mata dan fikiranku serang tertuju sepenuhnya pada Bintang. Bintangku yang ringkih dan lemah tampak sangat gembira senam bersama guru dan teman-temannya. Siapakah yang bisa menjamin Bintang tidak akan terjerat narkoba nantinya? Atau siapakah yang bisa memastikan Bintang tidak akan celaka karena kebut-kebutan di jalan?. Aku tidak berani melanjutkan fantasi gila itu. Jujur saja...aku tidak tahu akan berbuat apa, kalau nanti Bintang menghamili teman sekelasnya..duuuh....Robb jangan sampai.

Sementara dalam lubuk hatiku yang paling dalam aku menyadari. Aku bukanlah Ibu yang baik apalagi sempurna untuk Bintang. Aku belum memberinya ilmu agama yang cukup, apalagi memberikan contoh teladan yang tepat. Kehidupan memaksaku harus membagi waktu antara Bintang dan pekerjaan dan sangat sulit untuk memberi porsi yang adil bagi keduanya.

Yunita memang benar..semuanya tergantung kepada orang tuanya. Bagaimanapun juga, orang tualah yang membentuk anaknya menjadi hitam atau putih, dan disinilah letaknya seni...seni sebagai orang tua. Toh memang banyak perangai buruk anak yang membuat sedih orang tua, bahkan memalukan orang tuanya. Namun lebih banyak lagi anak-anak yang memberikan rasa bangga pada orang tuanya.

Ku pejamkan mata dan menyusupkan doa terdalamku pada-Nya..Robbiii ..kuserahkan penjagaan Bintang pada-Mu. Jagalah Bintang..karena kuyakin tidak ada penjaga sebaik diri-Mu. Kuatkanlah Bintang untuk bisa menahan godaan dan bisa memilih yang terbaik dalam hidupnya. Robb..aku memang menginginkan Bintang akan jadi orang sukses kelak dalam hidupnya, menyelesaikan pendidikanya, karier yang bagus, harta yang melimpah dan istri yang sholehah. Namun lebih dari semua itu..aku sangat mendambakan ..memiliki Bintang yang sholeh, yang taat mengejar ridho-Mu, yang mengabdi dalam cintanya padaku dan bijaksana dalam memberikan manfaat bagi sekitarnya.

Robbi...beri aku kekuatan untuk mengawal dirinya untuk tumbuh dan dewasa, berilah aku petunjuk seperti Kau memberikan petunjuk pada Ibrahim..Ayah Ismail, beri aku ketegaran seperti ketegaran Sarah..Mamanya Ismail, dan beri aku hikmah cinta yang luar biasa..seperti cinta Muhammad papanya siti Fatimah..., Robbi...kuserahkan hidupku dan hidup putraku pada kepada rahmat-Mu dan naungan cintaMu. Amien.

Kampar, 12-11-11

Design by Amanda @ Blogger Buster