Sabtu, 26 Januari 2013

Untukmu Tuan....



Tabik Tuan, Engkau bisa memasung kakiku sehingga langkahku tertatih, Engkau bisa memborgol tanganku hingga jangkauanku tak lagi menggapai. Tidak mengapa. Karena dikepalaku fikiranku masih ada, dan didadaku jiwaku masih menggelora. Dan Fikiranku itu adalah fikiran yang merdeka, dan jiwa ku adalah jiwa yang bebas berkelana. 

Dan sekuat apapun terani milikmu takkan bisa memasungnya dan sekuat apapun besi itu tidak akan bisa menahan gapaiannya. dan yang terpenting aku punya Dia..yang Maha Segalanya..., 

Saat ini….Kau telah menahan langkahku…namun fikiranku tetap melayang, berjalan beriring cahaya mentari. Bersama berkas cahaya bak permata, kreatifitasku berjalan, beriring, menembus semua kebuntuan dan kenaifan yang kau ciptakan. Fikiranku menembus awan, langit dan bercengkrama dengan bintang gemintang. Kan kuturunkan bola indah penyatuan minda yang mendalam dan itu akan menyilaukanmu Tuan..

Saat ini, Kau telah menahan tanganku sehingga kutak bisa menggapai, namun jiwaku terbang bebas berkelana, menembus waktu yang takkan pernah berujung. Jiwaku merdeka menyelusuri lembah..pantai dan menembus kedalaman bumi. Jiwaku berteriak kencang ditengah debut ombak, bernyanyi lembut pada nada. Kan kuciptakan lagu untukmu Tuan…

Kau sudah menekanku dengan kuasamu, membunuhku dengan kewenanganmu. Namun aku percaya aku punya Dia yang punya kuasa di atas segalanya. Suatu saat Dia akan menunjukkan kuasaNya padamu Tuan…..

0 komentar:

Design by Amanda @ Blogger Buster