Jumat, 11 November 2016

Maawuo dan Kenangan Masa Kecil



Tradisi Ma'awuo Danau Bokuok bukan hanya sekedar  kegiatan tahunan masyarakat Tambang dan Terantang. Namun juga suatu tradisi adat dan budaya yang sudah berjalan ratusan tahun. Di dalamnya mengandung makna silaturahmi dan kasih sayang. Dan buat saya pribadi, Ma'awuo Danau Bokuok salah satu kenangan tentang Ayah dan masa kanak-kanak saya yang indah.

Dulu..waktu masih kecil, Ayah saya alm  H Nurhasan  punya kebun jeruk diseberang Danau Bokuok itu, kebun jeruk yang luas dan berbatas langsung dengan danau. Sayangnya sebelum beliau wafat kebun jeruknya mengalami penyakit dan akhirnya dijual. Sekarang kebun itu sudah berubah menjadi kebun sawit. Namun kenangan tentang Ayah takkan hilang.

Dulu setiap Ma'awuo kami selalu ikut. Dan kerabat kami membangun pondok. Saya dimanja oleh kerabat tersebut. Saya memanggilnya " Tuan Lie ". Hehehe nama aslinya Ilyas, namun dipanggil Lie. dan saya memanggilnya Tuan karena secara kekerabatan Lie adalah abang ipar saya (suami kakak sepupu), dan abang ipar dalam adat Kampar dipanggil Tuan.

Saya selalu diajak naik perahu oleh Tuan Lie, berputar-putar di Danau sebelum Maawuo dimulai.. Pernah suatu kali saya masih tinggal di tepian danau, saya menjerit memanggil Tuan lie unuk menjemput saya dan yang menjawab semua bapak bapak yang ada di perahu. Riuuuh sekali.
Begitu juga, ketika ada sampan yang terbalik. Semua yang didanau bersorak dan yang di daratan menyahuti. Sungguh paduan suara yang menawan.

Dulu setiap Ma'awuo, ikan sangat banyak. Jala-jala memutih oleh ikan motan, dan tangguk-tangguk penuh. Kilau sisik ikan seperti menantang semua orang untuk turun.

Ma'awuo bagi saya adalah saat bebas makan apa saja, ada lemang, durian, sambal aneka macam, aneka jajan. Dan tak ada orang dewasa yang sempat melarang saya untuk makan ini dan itu. Mereka sibuk saja dengan ikan-ikan dan saya diam-diam menikmati semua makanan yang ada.

Maawuo juga berarti banyak saudara pulang. Karena mereka yang dirantau datang dan pulang. Bahkan saatnya bisa ajak pacar ke pondok tanpa banyak ditanya. Semua keramahan muncul dan semua bahagia.

Maawuo juga berarti mata akan pedih. Karena begitu ikan ditangkap, para ibu di pondok akan langsung menyiangi, memasak untuk makan disitu. Dan sisanya di salai (diasapi). Maka kalau siang suasana di sepanjang tepian danau penuh asap dari sabut kelapa, memedihkan mata dan membuat baju berbau asap.

Dan yang pasti saya tidak suka ikan motan, karena banyak tulang. Setiap makan motan setiap itu pula saya mengalami tulang ikan nyangkut dileher dan Tuan lie akan sibuk. Ujung ujungnya saya diberi hak menikmati makanan lain sepuasnya.

Ah Maawuo, adalah tradisi mengembalikan kenangan indah masa kanak-kanak saya. Walaupun saya bukan putra Tambang, tapi sebagian masa kecil saya habis disana.

Dan Maawuo kali ini seakan-akan menggura kembali kerinduan saya pada Ayah, pada Tuan lie, pada kebun jeruk kami, pada sampan dan kasih sayang yang mengesankan masa kecil saya.
Dan saya yakin sebagian warga Tambang punya cerita indah soal maawuo masa kecil mereka. Bagaimana dengan kamu?


#mola_kekampar
#maawuodanaubokuok
#catatanwisatardh

Jumat, 28 Oktober 2016

Dulang Kaki Tigo

 

Dalam pencabutan nomor urut kemarin, ada hal yang menarik perhatian saya. Yaitu " "Dulang kaki tigo" tempat nomor urut diletakkan. Dan sebagai orang Kampar saya sangat senang melihat itu. Walau mungkin saat itu sedikit yang memperhatikan kehadirannya.

Saya memang tidak tanya KPU kenapa mereka menggunakan Dulang kaki Tigo, namun saya fikir saya sudah punya jawaban sendiri, dan bisa saja jawaban kami ini sama.

Dulang kaki tigo. Tigo tungku sajorangan dan tali tigo sapilin adalah ungkapan yang familiar dalam istilah adat Kampar. Melambangkan kesatuan tiga elemen dalam kehidupan masyarakat, yaitu Ulama, Pemangku Adat dan Pemerintah.

Tiga elemen ini adalah tonggak yang mesti saling menguatkan satu sama lain. Jika satu kaki dulang (baki ) ini patah atau lemah, maka dulang ini akan goyah dan tak bangkit.

Dulang kaki tigo di acara KPU Kampar  kemarin, bertugas menjadi tempat nomor nomor urut para calon, itu sudah pasti. Namun dibalik itu ada makna yang ingin ditegaskan KPUD kampar, bahwa pemimpin Kampar ke depan harus bisa menjaga keserasian ini. Keserasian dan keseimbangan antara para Ulama, Pemangku adat dan Pemimpin daerah,

 Sekali lagi, saya tidak wawancara dengan KPU soal ini. Namun jika saya KPU Kampar Saya juga akan lakukan hal yang sama.
Karena saya menilai, keserasian ini sudah hilang di Kampar, tiga elemen ini jalan sendiri sendiri, hingga masyarakat bak anak yang bingung melihat orang tuanya berpisah dan ambil jalannya masing masing.

Sudah pengetahuan umum masyarakat, bahwa Kampar serambi Mekkah sudah kehilangan maknanya.  Markaz Islamy dengan mesjid Al ihsan yang megah hanya tinggal kusuong (casing) kosong tak bertuan. Bahkan jauh kalah dari Mesjid Raya Rohul yang dirindukan jutaan umat Islam di Sumatra. Islamic centre Kampar? Jangankan dirindu, dilirikpun tidak.
Memang makna perkembangan agama bukan sekedar soal masjid, namun setidaknya ia halaman mula buat membacanya. Mungkin lain kali kita bahas panjang.

Kedua, sudah jadi pembicaraan umum juga, perseteruan pemerintah (Bupati) dengan Ninik Mamak. Kelahiran LSM Dubalang Kampar, walaupun hanyalah katanya organisasi biasa, namun membuat hati Ninik Mamak terluka.
Ditambah lagi kisruh dalam tubuh Lembaga Adat Kampar (LAK) yang terkesan dipasung, misal adanya PLT LAK, menunjukkan bahwa kaki disisi adat sudah goyah. Mungkin lain kali kita akan bahas juga.

Sekarang tinggal satu kaki lagi, pemerintah. Saya tidak mau komentlah, namun yang jelas bukan rahasia lagi bahwa Kampar tengah bersusah hati. Saya takkan bahas ini lebih panjang...tuan tuan dan puan sekalian lebih tahu hehehe.

Satu saja dari tiga kaki ini goyah maka Dulang tidak akan kokoh. Apalagi saat ini tiga tiganya goyah bahkan dua sudah diambang patah. Jadi harapan apa lagi yang kita punya? Ala BAJODA negeri ko.

Inilah makna menurut saya keberadaan Dulang Kaki tigo dalam acara KPUD kemarin, mengingatkan para pasangan calon, agar siapapun ang menang, mereka harus menguatkan kembali kaki-kaki itu.

Saya tidak tau apa itu maksud KPUD Kampar., tapi saya sangat yakin, itu adalah harapan KPUD Kampar, sama seperti harapan saya dan harapan seluruh masyarakat Kampar.

#pilkadakampar
#catatanpilkadardh
#catatanrdh
#dulangkakitigo #adatkampar

Selamat Hari Sumpah Pemuda

Tersebab aku bagian dari Pemuda Indonesia, doakan agar ku bisa berbuat terbaik, untukmu Nak, pemuda Indonesia masa depan.
.
"Mari Memantapkan kembali PELAKSANAAN tiga janji kita SUMPAH PEMUDA "

Kamis, 27 Oktober 2016

Ini zamannya Kita

"Setiap zaman ada  pemimpinnya, setiap pemimpin ada zamannya "

Kalimat ini membangunkan perhatian saya ke depan podium Muscab PPP di Hotel Altha rabu (26/10) tadi. Rusli Efendi Ketua DPP PPP bicara disana.

Melanjuti statemennya, Rusli meminta yg hadir mengambil sikap menjadi apa dalam perjalanan sejarah zaman ini,  pelaku sejarah? Pengisi sejarah?  pengamat sejarah? peminat sejarah?,  korban sejarah ? Atau menjadi akhir sejarah?

"Renungkan, analisa dan ambil sikap, karena kita harus mengambil sikap ". Disebabkan saat ini "Negeri memanggil Zaman meminta "

Dalam merangkai kata,  Rusli Efendi memang jagok,  kata katanya selalu menarik minat.   Tapi saya tidak ingin membahas kemampuan orasi Rusli Efendi, saya sungguh tertarik dengan kalimat itu, karena Kampar sedang menentukan siapakah yang menjadi pemimpin di zaman ini.

Semua kita punya hak untuk memimpin tapi tentunya tidak semua dapat kesempatan untuk memimpin, Karena kursi hanya satu. Tapi itu  bukan berarti kita tidak bisa meletakkan pemimpin seperti apa yang kita inginkan.

Saya berfikir dan yakin, saat ini adalah zaman kita.  Sejarah memang  dirintis oleh Pendahulu kita, dan saatnya kita mengisi dan menjadi pelaku sejarah, mungkin belum  zamannya kita memimpin, namun ini zamannya kita menentukan siapa yang memimpin.

Kita yang saya maksud adalah kita semua.  Di kampar misalnya, tak perlulah kita bahas bagaimana kondisi negeri ini, kita akan mendapatkan banyak analisa. Yang pasti Kampar saat ini butuh perbaikan dan kita semua bisa tentukan siapa yg pegang tongkat komando untuk perubahan itu.

Lima paslon di Kampar, atau paslon paslon lain di daerah pilkada lainnya, hanyalah sosok yang menunggu masyarakat (kita semua ) menjadikanya pemimpin di zaman ini. Kalau kita tak mau..mereka takkan berdaya, tetap paslon saja.

Jadi...masyarakat jangan sampai hilang harapan, tidak mau peduli dan terlibat. Ucapan " siapapun bupatinyo kita kan begini juo " itu menurut saya tidak tepat, karena kalau kita lakukan itu maka kita hanya jadi pengamat sejarah, atau bahkan akan jadi korban sejarah dan takutnya malah jadi akhir sejarah.

Perjalanan waktu sudah mengajarkan bagaimana salah memilih pemimpin, kita menjadi derita sejarah. Maka bijaklah.

"Jangan lupakan jas merah "

#pilkadakampar
#muscabpppkampar
#catatanpilkadardh #rdh
.
#azizcatur  #Amin-saleh  #zulher-dasril #jawaher-bardansyah  #Ardo-khairuddin

Selasa, 25 Oktober 2016

Ardo dan Angka Keramat

Ars

Ke Labersa pagi tadi, selain tugas  liputan, juga karena saya penasaran dan ingin tau Ardo dapat nomor urut berapa. Dan menjelang anak muda itu membuka bola tenis untukknya, dalam hati saya terus berdoa semoga Ardo tidak mendapatkan nomor urut 4. Ketika Ardo mendapatkan angka 5, saya legaaa dan berucap: Alhamdulillah...thanks God.
...????...

Saya punya ingatan khusus soal angka empat ini dengan  Ardo. Dulu...saat konfres di PWI Kampar saat akan menjadi ketua KNPI Kampar,  Ardo dan saya tukeran nomor Hape. Dan saat melihat angka terakhir saya 44, Ardo terperangah.

"Kalau saya jadi orang Cina saya takkan pakai nomor ini, dan kalau saya jadi kakak saya akan hapus no ini "
" Emang kenapa?"
"Karena kata mereka , ini angka sial "
Giliran saya terperangah.

Ardo mungkin benar, karena dalam beberapa hal nomor Empat tidak diinginkan. Seperti lift Graha Pena Riau Pos kantor saya, tak ada angka empatnya, begitu juga dengan lift di beberapa tempat lain. Bisa jadi itu alasannya.

Saya sendiri tidak percaya soal buruknya angka empat ini, dan tetap enjoy dengan nomor hape yang ada 3 buah angka empatnya.
Namun saya tidak  tega kalau Ardo mendapat nomor empat, walaupun saya tau, kemenangan Ardo dan calon lain tidak ditentukan oleh angka di nomor urut, namun angka angka di penghitungan suara nanti.

Maka rasa lega luar biasa menyergap, saat angka lima menjadi milik Ardo dan bukan angka 4. Angka lima menurut Ardo angka  yang menurutnya keramat dan membawa berkah. Jujur saja..saya juga tidak yakin itu. Namun tidak 4 untuk Ardo membuat langkah saya ringan meninggalkan labersa.
,  
Selamat berjuang Ardo, selamat berjuang petarung yang lain. Percayalah..angka yang anda pegang saat ini tidak akan menarik dibandingkan angka yang ditulis masyarakat pada pencoblosan nanti. Yakinlah itu.
,
#pilkadakampar
#Ardo
#catatanpilkadardh
.
#basamokito melakukan #kerja-kerja dan #perubahanbaru yang #barokah dan #berjasa untuk #kamparmaju.
#lovekampar #kaliansemuaputraterbaik

Jumat, 14 Oktober 2016

Untuk Ahok Memamg Sepantasnya


Sebenarnya sudah lama saya ingin koment sikit soal Ahok ini, karena si Koko memang buat greget. Namun sebisanya saya menahan diri. Karena berkomentar soal Ahok memang sikit unik. Salah-salah kita menulis akan menimbulkan penafsiran yang berbeda. Padahal hanya saya yang bisa mengerti tafsirannya hehehehe.

Alasan perbedaan inilah yang buat saya tak koment dulu, karena selama ini saya mencoba menghargai yang namanya perbedaan, dan menjadi sosok yang toleransi. Apalagi saya menikmati hidup dengan mereka yang berbeda dengan saya.

Tapi kali ini beda dan saya mau koment sikitlah.

Pertama, Aksi  pro- kontra dan  bully Ahok memang sudah jalan berbulan-bulan bertahun malah. Dan tingkah Ahok soal "QS al Maidah ayat 51 " memang menurut saya "kelewatan" dan respon Indonesia menurut saya " memang/wajib " begini.

Memang wajar ada aksi turun ke jalan, memang wajib MUI keluarkan fatwa, memang harus Ahok ditangkap.
Karena ini bukan masalah toleransi kawan, bukan masalah tidak menghargai perbedaan, namun masalah "Lakum Diinukum waliyaddiin ", masalah Akidah dan kepercayaan seseorang, dan disitu tak ada yang namanya "toleransi ".

Dan anehnya, para buya, ustad yang "ngogek " itu buat aksi marah ini semakin menjadi-jadi.  Melihat para "ngogek " itu bicara...disitulah saya merasa geram.
Jadi wajarlah aksi massa hari ini, bahkan kalau perlu berhar- hari, berbulan-bulan  sampai Ahok dapat ganjaran selayaknya.

Kondisi kedua yg buat saya nak koment adalah, baca koment ocu anton, adik pergerakan yang selama ini saya banggakan. Ketika Anton merasa konyol melihat warga lebih peduli pada kasus Ahok daripada soal Kemiskinan, lingkungan, soal korupsi, disitulah saya merasa heran sekaligus marah. Kebanyakan demo dek?

Semua kita prihatin dengan Kampar bahkan Indonesia, janganlah berfikir bahwa kerisauan akan carutmarut politik, silangburuk kemiskinan, hancur lebur pemikiran adalah kegalauanmu sorang. Ini adalah kegalauan kita semua. Kita semua peduli negeri ini bahkan mungkin lebih besar darimu. Who knows?

Masalahnya, masalah Ahok bukan sekedar soal kebutuhan bangsa, kebutuhan negeri. Tapi kebutuhan jiwa nurani. Penistaan agama mengoyak hati mereka yang berTuhan, dan melahirkan sebuah patriotisme keimanan. Nah kalau adinda merasa bahwa sikap seperti ini bisa diabaikan hanya karena persoalan negeri yang dah bertahun, itu naif menurut saya.

Hak utama manusia beragama, jika ingin duniamu baik, maka mulai dengan agamamu baik. Janganlah berharap mereka yang tidak peduli kondisi agama akan sangat peduli kondisi negeri dan dunia ini. Itu mustahil.

Eiits ..saya tidak bermaksud mengatakan kamu tidak beragama dan tidak peduli agama. Jangan sekali kali menafsirkan begitu. Karena saya tidak bermaksud begitu dan saya sendiri yang berhak menafsirkan.

Saya hanya heran, kalau anak muda sepertimu menganggap ini tidak penting, lalu apa?

Kita semua sama sama cinta negeri, namun kasus Ahok hari ini akan membuka mata bahwa untuk negeri yang lebih baik, perlu penghormatan yang lebih baik, terutama pada agamamu. Indonesia negeri kaya, bukan hanya kaya potensi, namun juga adat dan agama. Jadi membangun Indonesia dimulai dengan membangun rasa saling menghormati agama. Kampar itu hanyalah bagian kecil dari Indonesia.

Salam sayang untukmu Dek, dan mereka yang menganggap tak penting kasus Ahok  QS al Maidah ini. Salam sayang untukmu Indonesia.

-rdh-
Jumat 14 10 2016

Jumat, 17 Juni 2016

Kenapa Harus "Mohon Maaf " Terus?



Pagi itu.....
Bintang : Mi..
Me : hmmmm?
Bintang : kenapa sebelum puasa kita saling minta maaf? Trus saat lebaran minta maaf lagi? Kok mohon maaf terus?
Me : hmmmm......

Pertanyaan seperti ini bukan yang pertama kali yang diajukan Bintang, sudah dua tahun belakangan ini Bintang merecoki saya dengan pertanyaan pertanyaan sehubungan kegiatan yang dilakukan saar hari hari besar agama, bukan hari besar islam saja, namun juga agama lain. Dan itu cukup buat mommy nya yang pengetahuan agamanya minim ini bingung. Termasuk pertanyaan, kenapa setiap lebaran umat islam selalu mengatakan " mohon maaf lahir dan batin ".

Mungkin karena kemajuan tekhnologi imformasi seperti TV membuat anak anak seusia Bintang sudah bisa lihat budaya dan tradisi agama lain, karena dulu saya taunya natalan itu atau imlek cuma dari cerita guru di sekolah, itupun karena ditanya kenapa libur. Sementara Bintang dengan gampangnya melihat semua persiapan dan kesibukan keagamaan termasuk agama lain dari TV.

Bukan hanya itu, setiap hari besar agama apa saja, maka berarti hari libur, berarti juga kesempatan mengajak Bintang jalan jalan, nah di Mall dan sudut sudut strategis di tempat keramaian akan ada pernik pernik sesuai hari tersebut. Misalnya Imlek akan ada angpau, barongsai, lampion. Ketika Natalan akan ada pohon natal, sinterklass dan kereta salju, dan ketika lebaran akan ada ketupat mengantung dimana mana. Miniatur kubah mesjid. Dan itu ternyata tidak luput dari perhatian Bintang.

Bahkan saya juga punya andil langsung, karena saya juga punya saudara yang keturunan Tionghoa dan Budhis. Sebagai ponakan Bintang sangat dekat dengan mommy Alink mulyani.. Maka setiap imlek kami akan mengunjungi mommy Alink.
Selain itu saya juga punya teman dengan agama lain dan budaya berbeda, secara hubungan kemanusiaan kami semua dekat.

Dan awalnya saya memang ingin Bintang tahu semua itu, agar menimbulkan jiwa dan sikap tolerasi pada dirinya, sehingga ia akan menghormati keberagamaan kepercayaan dan budaya ini. Karena saya tahu Bintang bahkan saya saat ini tidak bisa hidup dalam dunia hemogen, yang hanya satu agama dan satu budaya, namun harus hidup di dunia heterogen dengan aneka keragaman. Entah kemana nasib membawanya kelak, yang jelas Bintang akan berada di dunia penuh keragaman.

Namun sisi lain menimbulkan dampak, dampak pertanyaan bertubi tubi termasuk protes dari Bintang soal ini dan itu, dan jujur saja tidak semuanya bisa saya jawab.
Misalnya dulu, ketika imlek tiba, Bintang bertanya kenapa setiap imlek meriah sekali. Ada lampion, ada barongsai, ada pohon yang berbunga. Angpao dan warna merah dimana mana. Lalu Bintang membandingkan, kenapa pas lebaran yang ada cuma ketupat, hijau, kecil pulak tu.
Saat itu saya coba jelaskan, lebaran juga punya takbir keliling, pakai obor dan bedug. Pakai acara kunjung mengunjungi dan juga amplop THR.

Saat Natalan Bintang nanya, kenapa mereka punya siteklass, kenapa ada kado kado natal, kenapa ada kereta salju. Saya saat itu memang bingung menjawab apalagi Bintang sangat cerewet.
Pertanyaan pertanyaan soal tradisi menyambut hari hari besar ini terus berlanjut, kadang saya menjawab dan kadang saya alihkan dengan cerita yang lain. Saya tahu Bintang takkan terpuaskan dengan jawaban yang seadanya.

Dan kali ini Bintang bertanya, : kenapa menjelang Ramadhan kita selalu minta maaf pada semua orang, lalu pada lebaran minta maaf lagi?
"Karena kita akan memasuki bulan suci, kita akan minta ampun dan bertobat pada Allah, ya sebelum bertobat minta maaf dulu pada manusia agar Tobat kita diterima " jawab saya pada awalnya.
"Trus kenapa minta maaf lagi pada lebaran? Kan sudah minta maaf sebelum puasa, trus kita sudah tobat, sudah minta ampun dan tidak jahat, kok minta maaf lagi ?
Nah untuk yang ini saya tak bisa jawab langsung. Iya ya, kok minta maaf lagi???

Sebenarnya pertanyaan ini pernah dulu ditanyakan, saat ia mendengar kata kata saat imlek : gong xi fat cay.
Waktu itu sodaranya Dave mengajarnya mengucapkan kalimat itu, saya tidak tau apakah dave juga menjelaskan artinya, namun Bintang tak banyak tanya setelah itu.
Sekarang giliran saya yang ditanya soal ucapan lebaran.

Hfff...satu sisi senang punya anak yang kritis seperti ini, namun sisi lain..buat capek sodara sodara, apalagi kalau kita tidak bisa menjelaskan dengan tepat. Saya tidak mau asal jawab saja pertanyaan Bintang, karena saya takut ia akan menerima dan merekam semua jawaban itu dan menjadikan itu sebuah pegangan. Apalagi kalau sudah menyangkut soal agama. Itu sebabnya kadang saya alihkan dulu pembicaraan kami atau saya minta Bintang menunggu. Agar apa yang dijawab nanti tidak salah.

Sejatinya seorang anak akan anggap semua yang dikatakan Ibu nya adalah kebenaran, apalagi bagi anak seumuran Bintang, tanpa peduli seberapa jauh mommy nya memahami agama. Kalau sudah begini, maka beberapa teman dan ustad akan jadi sasaran pertanyaan saya untuk nanti saya jelaskan pada Bintang.
Mohon doa dan bantuanya terus ya teman teman, agar apa yang saya sampaikan tidak membuat putra saya malah salah memahami agama.


Kampar, 10/6/2016

Kamis, 16 Juni 2016

Gara gara Sampah, Tak Enak Jadi Walikota.


Gara gara Sampah awal ramadhan ini walikota Pekanbaru Firdaus ST MT kembali dihujat warga, apa pula tidak, tumpukan sampah dimana mana, diparit, depan pertokoan hingga di jalanan.
Sampah bukan hanya menganggu
pemandangan dan penciuman, namun juga menganggu perasaan warga. Karena mereka tau ada milyaran dana untuk kebersihan kota namun hasilnya??? Mengecewakan.
Tak ayal lagi Firdauspun dihujat terutama di medsos, padahal Firdaus dah menyampakan akan ada kebijakan khusus untuk itu.

Soal bully membully ini sebenarnya bukan yang pertama, saat hujan mengguyur Pekanbaru dan menimbulkan banjir beberapa bulan yang lalu, Firdaus MT juga dihujat habis habisan, hingga Pekanbaru bukan lagi kota bertuah, tapi kota berkuah.
Menjadi pemimpin wilayah apalagi disebuah kota memang rentan protes, bukan hanya walikota gubernur sekelas Ahok saja apabila Jakarta banjir juga dihujat habis habisa, bahkan presiden Jokowi juga dihujat, ketika harga sapi melambung tinggi.

Ah ternyata tak enak ya jadi walikota, gubernur bahkan presiden, karena dikit dikit kesalahan ditumpahkan ke mereka dan selalu dikambing hitamkan kalau terjadi masalah di masyarakat.
Tapi tunggu dulu, seingat saya ada satu bupati yang tak dibully warganya, walaupun gara gara kebijakannya harga bawang naik, masyarakat miskin, semua menjerit, dia adalah bupati.... Ah ndak usahlah, ntar masalah pula, hehehe

Kembali ke Pekanbaru, dulu saya agak kesal saat walikota dibully soal banjir, karena menurut saya banjir itu mah musibah, jadi dan 100 persen kesalahan Firdaus, 40 persen disebabkan faktor alam, sisanya salahnya pemerintah, heheh.

Namun kalau sampah, sorry Ocu Pidau, saya harus ikut ikutan bully Ocu juga. Karena ini hanyalah masalah ketegasan, masalah ocu mengawasi mereka yang bekerja dan masalah loyalitas orang orang yang Ocu pakai. Namun akibatnya mata dan hidung kami sakit gara gara sampah.
Sampah itu sebenarnya masalah kecil kalau kebijakan yang walikota sampaikan itu diserap dan dipahami oleh bawahan yang ditunjuk, sampah juga bukan masalah kalau ditunjuk pengelola yang serius dan profesional.


Namun sampah menjadi masalah ketika apa yang dimau oleh walikota tak dipahami kadisnya, atau kadisnya tak peduli. Yang penting saat laporan semuanya bagus. Dan lebih bermasalah lagi ketika pihak ketiga yang ditunjuk mengelola sampah bukan orang orang yang tepat, namun lebih karena faktor X, maka bajodalah kita.
Memang yang menentukan soal sampah Pekanbaru hari ini adalah sang walikota. Tegas menindak kadis yang membleo, tegas menindak rekanan yang asal asalan. Bahkan kalau perlu Pak Pidau tegak dekat truk sampah tu, jangan pulang sebelum bersih.

Memang tak enak ya jadi walikota, tapi ini adalah sebuah tanggung jawab.
Saya pernah nonton film yang dalam naratornya disebutkan ; dalam kekuatan yang besar pasti diiringi oleh tanggung jawab yang besar.
Jadi walikota bukan hanya soal jabatan tapi juga soal tanggung jawab dan soalan sampah salah satunya. Kalau tak...siap siaplah dihujat masyarakat.
Kecuali mungkin kalau pak walikota pindah jadi bupati kabupaten sebelah, takkan ada yang berani protes. "Ups




Kampar
Ramadhan - 09062016

Tanya senja


Sungguh resahku tak bertepi.
Seperti senja ini aku bertanya ,kenapa purnama tidak muncul. Karena harusnya purnama selalu muncul sesuai dengan.rotasi waktu, dan ini sudah saatnya i muncul namun tak tampak juga

Sungguh resahku tak bertepi
Meredam sedu yang terus menderu tangis
Menangis pertemuan yang tak kunjung tiba, ketika penantian sudah berujung rindu, rindu yang memghantam dan memberiku luka

Sungguh resahku tak bertepi
Ketika hanya mampu menjerit dalam diam
Meneriakkan namamu dalam aksara sunyi
"Aku merindukanmu purnama, teramat sangat "
Aku merindukan mu Purnama, merindukan semua sapa dan tanya antara kita

Sungguh resahku tak bertepi
Ketika rindu ku tak lagi menyusahkan tangis
Namun badai yang meluluh lambaikan.hati
Dan tak memberi jeda akan untukku menarik nafas

Sungguh resahku tak bertepi.
Karena aku tak tak tau, ku beri nama apa rindu ini
Karena yang ku tau, rinduku hanya rinduku padamu purnama


Kampar
10062016

Selasa, 07 Juni 2016

Kasus Suparman, Pembelajaran bagi Riau



Ditahannya Bupati Rokan Hulu Suparman oleh KPK, selasa (7/6/16) kemarin menambah preseden buruk bagi Riau, karena menambah jajaran daftar pejabat Riau yang menjadi tawanan KPK, apalagi mereka berdua mantan ketua DPRD Riau, Johar Firdaus dan Suparman. Maka lengkaplah sudah setelah tiga gubernur ditambah dua ketua DPRD. Eksekutif dan legislatif, kompak ditangkap karena korupsi. Hebat!

Dan kasus ini menjadi lebih menarik, karena Suparman mantan Ketua DPRD ini adalah Bupati terpilih Rokan hulu yang dilantik pada 19 April yang lalu. Belum dua bulan menikmati nikmatnya jadi Bupati sudah harus pindah kantor ke Rutan Guntur Jakarta. Padahal butuh biaya yang tak sedikit untuk menjadi pemenang sebagai bupati. Jangankan untung balik modal aja belom.

Ah negeri ini seperti menikmati panggung drama kacangan yang membuat penonton menjadi eneg. Betapa tidak, mereka yang digadang gadangkan memelihara dan mengurus rakyat ternyata tidak lebih dari seorang "diduga" koruptor alias maling.

 

Sekarang di Kampar dan Pekanbaru drama itu baru dimulai, layar baru dibuka, dan cerita belum sampai ke pertengahan. Pilkada Kampar baru dimulai dengan menampilkan sosok sosok yang tidak semuanya bersih.
Inilah yang harus disikapi bijak, agar jangan menambah daftar nama nama putra Riau uang mengisi absen di rutannya KPK.

Pembelajaran ini, pertama untuk partai politik. Karena seleksi awal diberikan parpol sebagai tiket untuk masuk ke gelangang. Karena kalau mereka memberikan tiket pada calon yang salah maka fatal akibatnya. Katena ditangkapnya Suparman bukan hanya memalukan Rohul dan Riau, namun juga memalukan partai Golkar. Karena inilah kader yang mereka gadang gadangkan. Belajar dari kasus Sapi yang membuat turunnya kepercayaan masyarakat pada PKS, maka bisa jadi kasus Suparman ini bisa membuat merosotnyakepercayaan rakyat pada pileg 2019 nanti.

Kedua pembelajaran pada tim sukses, agar jangan memperjuangkan orang yang salah, yang tak bisa berikan balasan untuk bayar semua letih, lelah dalam perjuangan merebut suara. Ibarat orang usai pesta pernikahan, inai dikuku saja belum habis namun pasangan pengantin sudah berpisah. Kalau begitu "sakitnya tuh bukan lagi disini tapi dimana mana "

Dan yang ketiga, pembelajaran bagi rakyat, yang memberikan suara. Bijak dan cermatlah sebelum menjatuhkan pilihan, jangan hanya karena lembaran seratus apa dua ratus ribu lalu semuanya ditelan saja, akibatnya jangankan memikirkan rakyat memikirkan diri saja mengurusi kasus di KPK takkan bisa. Pilihlah yang cerdas jangan karena ketakutan.

Menyimak para calon calon yang ada saat ini, sebagian dari mereka berpotensi untuk jadi santri di Rutan KPK, apalagi bagi mereka yang sudah bertukus lumus dengan dana APBD sebelum ini. Maka mereka sangat rawan yang namanya korupsi. Maka waspadalah. Ingat: Cerdas menentukan sikp agar jangan ada Suparman yang selanjutnya.


Kampar
Ramadhan - 08062016


#‎pilkadakampar‬ ‪#‎pilkada‬ ‪#‎catatanpilkada‬ ‪#‎suparman‬ ‪#‎kpk‬ ‪#‎golkar‬ ‪#‎golkarriau‬ ‪#‎korupsi‬

Ramadhan dan Lonjakan Harga Masalah Tahunan




Ramadhan datang setiap tahun, disambut gembira, setiap tahun pula harga harga melonjak, setiap tahun pula pemerintah dibuat kelimpungan soal harga. Dan tiap tahun pula kening ibu ibu dan para istri harus mengkerut karena ini.
Ramadhan yang disambut dengan bahagia juga diiringi dengan kecemasan, karena harga harga kebutuhab pokok meningkat, sementara kebutuhan juga naik. Lupakan saja dulu baju lebaran dan hal hal mewah lainnya, tapi beras, gula pasir, minyak goreng, daging, telur semuanya melonjak.
Persoalan harga ini selalu terjadi setiap tahunnya. Begiti ramadhan akan tiba, saat lebaran dan pergantian tahun. Selalu begitu tiap tahunnya, berulang ulang.

Yang membuat heran, terutama kami para ibu rumah tangga, kenapa ini tak bisa ditanggulangi. Karena dengan pemikiran yang sederhana, harusnya kalau satu masalah terjadi maka kedepanya akan jadi pembelajaran, namun tampaknya tak berlaku untuk pemerintah.
Harusnya dengan kenaikan harga tahun lalu, jadi pelajaran bagaimana mengatasinta tahun ini, tahun depan, tahun depannya lagi.


Dari bincang bicang dengan dinas terkait, katanya karena spekulasi harga, karena permainan distributor, karena stok kurang, karena bla bla bla bla...
Kalau itu penyebabnya kenapa tidak dicarikan solusi? Kalau distributor nakan ya awasi, tindak, kalay stok kurang dari jauh jauh hari jan bisa dipersiapkan. Kalau begini maka bisa diatasu begitu.
Mungkin tahuj pertama tak bisa diatasi, tapu tahun kedua tentu sudah bisa, tahun depannya lagi lebih bisa dan tahun depannya lagi sudah oke. Tapi kenyataan yang ada adalah masalah itu selama sama setiap tahun dan penyelesaiannya selalu TIDAK ADA tiap tahun.

Entahlah, kadang bicara kepada pemerintah seperti melemparkan garam ke lautan, atau lebih ekstrimnya lagi, seperti bicara pada tembok. Padahal jumlah pns bertambah tiap tahun, gaji dan tunjangan naik tiap tahun namun masalah harga dari tahun ke tahun tak selesai selesai juga. Bingung saya


Kampar, 07062016

Ramadhan Bintang Masih Kisruh




Ramadhan ini merupakan ramadhan ketiga bagi Bintang untuk melaksanakan puasa Ramadhan, tersebab karena penyakit yang dideritanya Bintang memang baru dizinkan dokter berpuasa disaat usianya sudah 9 tahun.

Saya masih ingat, Ramadhan pertama berpuasa merupakan ramadhan yang sangat sulit, sebagai ibunya tentu saja memberikan dukungan agar ia melewati puasanya. Sejak pagi Bintang sudah merengek minta makan, dan menjelang jam 10 Bintang sudah menangis ingin berbuka. Berbagai cara dilakukan membujuk Bintang, menemaninya nonton film kartun kesukaannya, mengajaknya jalan jalan ke pasar ramadhan hingga sedikit marah marah.

Tangisan itu semakin kuat saat waktu berbuka menjelang buka puasa, benar benar menguji keimanan. Saat itu sebagai pendorong semangat saya janjikan uang Rp 5 ribu perhari sebagai hadiah puasanya, Bintang setuju cuma tangisan untuk minta makan tetap berjalan, ‪#‎gubrak‬.
Aksi tangisan ini berjalan hingga hari ketiga, hari hari selanjutnya Bintang hanya menangis pada saat saat akan berbuka saja, namun tetap mmebuat pusing.


Tahun kedua, perilaku Bintang sama, saat itu saya ubah taktik. Usai sahur Bintang tidak diiizinkan tidur. Namun disuruh menunggu subuh, setelah itu bermain atau nonton tv. Setelah jam 8 atau jam 9 pagi, barulah Bintang tidur dan bangun saat zuhur tiba, sehingga Bintang hanya merasakan lapar dan haus antara Zuhur dan magrib saja. Langkah ini cukup efektif, namun dua jam menjelang buka rengekan Bintang tetap terdengar. Dan mengatasi rengekan ini setiap petang Bintang jalan jalan ke pasar Ramadhan.


Dan ini adalah tahun ketiga Bintang juga berpuasa,dan ini ramadhan pertama kali lalui bersama dengan nenek sejak kami serumah dengan Ibu tercinta ini.

Dua hari sebelum Ramadhan tiba, Bintang sudah menyusun jadwalnya, misalnya: sahur - sholat subuh - ngaji - nonton - tidur - zuhur -nonton - tidur bla bla sampai ke isya .
Tapi apa yang terjadi, usai Sahur tadi, Bintang memang sempat nonton tv hingga subuh, setelah subuh langsung tidur dan bangung jam 9 pagi.
Nah sejak jam 9 Bintang mulai merengek mempertanyakan jam berbuka, karena manja Bintang sampai nangis berkali kali mohon agar boleh berbuka. Tentu saja tidak saya kabulkan, saya ajak nonton film, saya temani tidur siang, yang ada saya yang malah tertidur Bintangnya merecoki neneknya agar berbuka.

Bintang juga berkali kali ke kamar mandi, alasanya menyejukkan diri karena cuaca cukup panas. Sayangnya masalah muncul dari is nenek yang tidak tega melihat cucunya menangis dan kelaparan, namun saya tetap bertahan
Satu jam menjelang berbuka,Bintang kembali menangis dan saya tetap bertahan, dan sempat berdebat dengan neneknya yang minta agar Bintang diiznkan berbuka. Hadeh berasa pusing saya. Hingga magrib tiba, hati ini rasanya sudah pingin nangis dan langsung kenyang.
Ya semoga saja ini hanya akan berlaku dua atau tiga hari pertama, amin


Kampar, 6/6/2016

Rabu, 01 Juni 2016

Bintang plisss...jangan jadi wartawan ya


“Mi..besok  abang ikut pelatihan Jurnalistik “  ujar Bintang  tiba –tiba, siang yang menyengat membuat nyut-nyut di kepalaku semakin kuat,
“Pelatihan apa” tanyaku pelan
“pelatihan Jurnalistik Mommy....itu agar kita bisa buat berita yang bagus ‘ ujarnya lugas.
“Emang abang mau jadi wartawan ? “ tanyaku kaget
‘Iya mi, kayak mommy ; ujarnya
‘Aduh janganlah nak, mommy sudah wartawan masak abang  wartawan juga” larangku
“Mommy kan wartawan cetak, abang nanti abang wartawan TV, ‘ ujarnya yakin
.
Hadeeh..sudah berulang kali aku melarang niat putraku untuk menjadi awak media seperti ibunya, namun sayangnya  Bintang malah semakin tertarik. Mungkin setiap hari melihat bagaimana ibunya bekerja atau memang bangga pada mommynya.
.
Keinginan jadi wartawan disampaikan Bintang pertama kali saat ku ajak main ke Kidzania Jakarta Februari 2015 yang lalu, saat itu kuharapkan dengan mencoba berbagai permainan maka Bintang akan mengenal berbagai profesi akan membuat Bintang semakin semangat belajar dan membuatnya mengenal profesi yang lain.
.
Maka Bintang mencoba setidaknya 15 profesi, mulai dari polisi, dokter  gigi, pemadam kebakaran, pemain opera termasuk di dalamnya wartawan kompas, presenter TV dan penyiar radio. Dalam wawancara saat di radio Bintang ditanya oleh si pemandu suatu saat ingin menjadi apa, tanpa ragu Bintang menjawab: wartawan TV.
.
Alasannya sederhana: karena ingin ikut mommy.  Aduh nak....satu sisi rasanya terharu dan bangga karena ia menghargai semua kerjaaanku selama ini, namun sisi yang lain, kerasnya dunia jurnalistik ini membuatku gamang untuk melepas ia ke dunia tersebut.
Namun sebuah cita-cita, tetaplah cita cita. Entah akan mampu ia menjangkaunya nanti. Kita lihat saja. Namun kalau boleh sekali lagi aku ingin berkata: jangan jadi wartawan ya..plisssss

#bintangactivity
#01062016



Minggu, 29 Mei 2016

Rapormu Bintang Adalah Risauku.


Risau ku hari ini mengingat bahwa beberapa hari lagi Bintang akan menerima raport kenaikan kelas dan sungguh aku cemas, bahwa mampukah Bintang naik kelas.
Sebagai mana ibu –ibu lainnya aku sangat ingin Bintang naik kelas bahkan ingin Bintang mendapat juara kelas, seperti dulu saat aku menjuarai kelas saat masih di SD

Namun impian itu masih jauh dari kenyataan, karena Bintangku adalah siswa dengan prestasi biasa dikelasnya bahkan dibawah teman temannya. Jujur saja ini membuatku sangat sedih. Karena rasanya sudah berbagai cara kulakukan untuk membuat Bintang sedikit pintar dalam akademis.

Membujuknya untuk belajar, memarahinya saat tidak mengerjakan PR, mencarikan guru les dan sebagainya. Sayangnya tidak membuat Bintang tertarik belajar. Sepertinya kesenangan belajar belum dirasakan oleh Bintang. Entah bagaimana lagi.

Dan jujur saja, aku sangat cemas menghadapi hari hari selanjutnya, menjelang kenaikan kelas ini, karena bagiku ini membuatku risau. Bayangkan saja...setiap tahun ini lah persoala yang harus kuhadapi setiap tahunnya. Dan mereka para  guru tidak tahu lagi bagaimana menghadapinya. Duh Nak...bagaimana Mommy harus jelaskan kerisauan Ini.

#hariharibintang #akademis #pendidikan #anak #30052016

Selasa, 03 Mei 2016

Petang ini

Resahku petang ini, bukan hanya menunggu keinginanmu untuk bicara padaku juga resahku menunggu kepastian.
Resahku petang ini, mempertanyakan keinginan hati, apakah memang ini yang diinginkannya? Apakah kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian ataukah sesuatu yang selalu membuat tanya dan pengertian yang teramat dalam

Resahku petang ini, kedongkolan hati pada rasa harap akan penantian yang tidak akan meninggalkan air mata, dan tidak akan berlabuh pada ketenangan.
Resahku petang ini, keingkaran hati yang meniadakan belas kasih untuk sebuah rasa atas nama cinta dan untuk sebuah asa atas sebutan jatuh hati.

Sekuat itukah cinta? Hingga tiada berujung pengharapan ini, seakan tiada sejengkal tingginya gunung, dan rasa tiada selangkah luasnya lautan.
Sekuat itukah cinta? Hingga tiada takut akan hidup dalam persembunyian, hingga tiada takut akan cerca dan makian, semua terasa tiada ada artinya.

Duhai hati, janganlah tanya ini menjadi beban logika yang tiada mengerti
Duhai hati, pahamilah sebuah ketidakniscayaan
Jangan berharap padanya
Jangan menunggunya
Dan lupakanlah

#kampar #03052016

Design by Amanda @ Blogger Buster