Rabu, 01 Juni 2016

Bintang plisss...jangan jadi wartawan ya


“Mi..besok  abang ikut pelatihan Jurnalistik “  ujar Bintang  tiba –tiba, siang yang menyengat membuat nyut-nyut di kepalaku semakin kuat,
“Pelatihan apa” tanyaku pelan
“pelatihan Jurnalistik Mommy....itu agar kita bisa buat berita yang bagus ‘ ujarnya lugas.
“Emang abang mau jadi wartawan ? “ tanyaku kaget
‘Iya mi, kayak mommy ; ujarnya
‘Aduh janganlah nak, mommy sudah wartawan masak abang  wartawan juga” larangku
“Mommy kan wartawan cetak, abang nanti abang wartawan TV, ‘ ujarnya yakin
.
Hadeeh..sudah berulang kali aku melarang niat putraku untuk menjadi awak media seperti ibunya, namun sayangnya  Bintang malah semakin tertarik. Mungkin setiap hari melihat bagaimana ibunya bekerja atau memang bangga pada mommynya.
.
Keinginan jadi wartawan disampaikan Bintang pertama kali saat ku ajak main ke Kidzania Jakarta Februari 2015 yang lalu, saat itu kuharapkan dengan mencoba berbagai permainan maka Bintang akan mengenal berbagai profesi akan membuat Bintang semakin semangat belajar dan membuatnya mengenal profesi yang lain.
.
Maka Bintang mencoba setidaknya 15 profesi, mulai dari polisi, dokter  gigi, pemadam kebakaran, pemain opera termasuk di dalamnya wartawan kompas, presenter TV dan penyiar radio. Dalam wawancara saat di radio Bintang ditanya oleh si pemandu suatu saat ingin menjadi apa, tanpa ragu Bintang menjawab: wartawan TV.
.
Alasannya sederhana: karena ingin ikut mommy.  Aduh nak....satu sisi rasanya terharu dan bangga karena ia menghargai semua kerjaaanku selama ini, namun sisi yang lain, kerasnya dunia jurnalistik ini membuatku gamang untuk melepas ia ke dunia tersebut.
Namun sebuah cita-cita, tetaplah cita cita. Entah akan mampu ia menjangkaunya nanti. Kita lihat saja. Namun kalau boleh sekali lagi aku ingin berkata: jangan jadi wartawan ya..plisssss

#bintangactivity
#01062016



0 komentar:

Design by Amanda @ Blogger Buster