Selasa, 07 Juni 2016

Ramadhan Bintang Masih Kisruh




Ramadhan ini merupakan ramadhan ketiga bagi Bintang untuk melaksanakan puasa Ramadhan, tersebab karena penyakit yang dideritanya Bintang memang baru dizinkan dokter berpuasa disaat usianya sudah 9 tahun.

Saya masih ingat, Ramadhan pertama berpuasa merupakan ramadhan yang sangat sulit, sebagai ibunya tentu saja memberikan dukungan agar ia melewati puasanya. Sejak pagi Bintang sudah merengek minta makan, dan menjelang jam 10 Bintang sudah menangis ingin berbuka. Berbagai cara dilakukan membujuk Bintang, menemaninya nonton film kartun kesukaannya, mengajaknya jalan jalan ke pasar ramadhan hingga sedikit marah marah.

Tangisan itu semakin kuat saat waktu berbuka menjelang buka puasa, benar benar menguji keimanan. Saat itu sebagai pendorong semangat saya janjikan uang Rp 5 ribu perhari sebagai hadiah puasanya, Bintang setuju cuma tangisan untuk minta makan tetap berjalan, ‪#‎gubrak‬.
Aksi tangisan ini berjalan hingga hari ketiga, hari hari selanjutnya Bintang hanya menangis pada saat saat akan berbuka saja, namun tetap mmebuat pusing.


Tahun kedua, perilaku Bintang sama, saat itu saya ubah taktik. Usai sahur Bintang tidak diiizinkan tidur. Namun disuruh menunggu subuh, setelah itu bermain atau nonton tv. Setelah jam 8 atau jam 9 pagi, barulah Bintang tidur dan bangun saat zuhur tiba, sehingga Bintang hanya merasakan lapar dan haus antara Zuhur dan magrib saja. Langkah ini cukup efektif, namun dua jam menjelang buka rengekan Bintang tetap terdengar. Dan mengatasi rengekan ini setiap petang Bintang jalan jalan ke pasar Ramadhan.


Dan ini adalah tahun ketiga Bintang juga berpuasa,dan ini ramadhan pertama kali lalui bersama dengan nenek sejak kami serumah dengan Ibu tercinta ini.

Dua hari sebelum Ramadhan tiba, Bintang sudah menyusun jadwalnya, misalnya: sahur - sholat subuh - ngaji - nonton - tidur - zuhur -nonton - tidur bla bla sampai ke isya .
Tapi apa yang terjadi, usai Sahur tadi, Bintang memang sempat nonton tv hingga subuh, setelah subuh langsung tidur dan bangung jam 9 pagi.
Nah sejak jam 9 Bintang mulai merengek mempertanyakan jam berbuka, karena manja Bintang sampai nangis berkali kali mohon agar boleh berbuka. Tentu saja tidak saya kabulkan, saya ajak nonton film, saya temani tidur siang, yang ada saya yang malah tertidur Bintangnya merecoki neneknya agar berbuka.

Bintang juga berkali kali ke kamar mandi, alasanya menyejukkan diri karena cuaca cukup panas. Sayangnya masalah muncul dari is nenek yang tidak tega melihat cucunya menangis dan kelaparan, namun saya tetap bertahan
Satu jam menjelang berbuka,Bintang kembali menangis dan saya tetap bertahan, dan sempat berdebat dengan neneknya yang minta agar Bintang diiznkan berbuka. Hadeh berasa pusing saya. Hingga magrib tiba, hati ini rasanya sudah pingin nangis dan langsung kenyang.
Ya semoga saja ini hanya akan berlaku dua atau tiga hari pertama, amin


Kampar, 6/6/2016

0 komentar:

Design by Amanda @ Blogger Buster