Kamis, 27 Oktober 2016

Ini zamannya Kita

"Setiap zaman ada  pemimpinnya, setiap pemimpin ada zamannya "

Kalimat ini membangunkan perhatian saya ke depan podium Muscab PPP di Hotel Altha rabu (26/10) tadi. Rusli Efendi Ketua DPP PPP bicara disana.

Melanjuti statemennya, Rusli meminta yg hadir mengambil sikap menjadi apa dalam perjalanan sejarah zaman ini,  pelaku sejarah? Pengisi sejarah?  pengamat sejarah? peminat sejarah?,  korban sejarah ? Atau menjadi akhir sejarah?

"Renungkan, analisa dan ambil sikap, karena kita harus mengambil sikap ". Disebabkan saat ini "Negeri memanggil Zaman meminta "

Dalam merangkai kata,  Rusli Efendi memang jagok,  kata katanya selalu menarik minat.   Tapi saya tidak ingin membahas kemampuan orasi Rusli Efendi, saya sungguh tertarik dengan kalimat itu, karena Kampar sedang menentukan siapakah yang menjadi pemimpin di zaman ini.

Semua kita punya hak untuk memimpin tapi tentunya tidak semua dapat kesempatan untuk memimpin, Karena kursi hanya satu. Tapi itu  bukan berarti kita tidak bisa meletakkan pemimpin seperti apa yang kita inginkan.

Saya berfikir dan yakin, saat ini adalah zaman kita.  Sejarah memang  dirintis oleh Pendahulu kita, dan saatnya kita mengisi dan menjadi pelaku sejarah, mungkin belum  zamannya kita memimpin, namun ini zamannya kita menentukan siapa yang memimpin.

Kita yang saya maksud adalah kita semua.  Di kampar misalnya, tak perlulah kita bahas bagaimana kondisi negeri ini, kita akan mendapatkan banyak analisa. Yang pasti Kampar saat ini butuh perbaikan dan kita semua bisa tentukan siapa yg pegang tongkat komando untuk perubahan itu.

Lima paslon di Kampar, atau paslon paslon lain di daerah pilkada lainnya, hanyalah sosok yang menunggu masyarakat (kita semua ) menjadikanya pemimpin di zaman ini. Kalau kita tak mau..mereka takkan berdaya, tetap paslon saja.

Jadi...masyarakat jangan sampai hilang harapan, tidak mau peduli dan terlibat. Ucapan " siapapun bupatinyo kita kan begini juo " itu menurut saya tidak tepat, karena kalau kita lakukan itu maka kita hanya jadi pengamat sejarah, atau bahkan akan jadi korban sejarah dan takutnya malah jadi akhir sejarah.

Perjalanan waktu sudah mengajarkan bagaimana salah memilih pemimpin, kita menjadi derita sejarah. Maka bijaklah.

"Jangan lupakan jas merah "

#pilkadakampar
#muscabpppkampar
#catatanpilkadardh #rdh
.
#azizcatur  #Amin-saleh  #zulher-dasril #jawaher-bardansyah  #Ardo-khairuddin

0 komentar:

Design by Amanda @ Blogger Buster